OtomotifZone.com – Purwakarta. Masih dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-70, Purwakarta menggelar event Kejurda Enduro Seri 3 2015 pada tanggal 22-23 Agustus 2015 sekaligus menyambut hari jadinya HUT-Bhayangkara ke-69 di Sirkuit Bhayangkara Istimewa-Purwakarta.

Panjang lintasan yang mencapai 1.300Meter menjadi penentu siapakah yang menjadi terkuat di sirkuit ini. Jumlah 225 starter dari berbagai daerah telah bertempur di event ini mampu menghipnotis penonton, bahkan sampai ikut memberikan semangat kepada tracker-tracker yang sedang berjuang menaklukan rintangan – rintangan yang ada. “Event Kejurda Enduro Seri 3 yang diselenggarakan di Purwakarta ini merupakan event teramai dengan 3 event sekaligus digelar di Kota Budaya ini diantaranya Enduro, Adventure dan Road Race. akan tetapi tidak mengurangi rasa antusias dari para pembalap maupun penonton yang menghadiri gelaran acara yang di laksanakan di purwakarta ini,” Ujar Edi Banda selaku Juri di event tersebut.

Rintangan yang berjumlah 6 bagian ini diantaranya Potongan Kayu, Tumpukan Ban tegak, Tumpukan Ban memanjang, Susunan Bambu Memanjang, Bebatuan serta halang rintang kayu sebanyak 5 kali menjadi syarat mutlak yang harus dilewati para tracker. Banyaknya rintangan yang harus diterjang oleh tracker ada salah satu yang paling menguras stamina “ Rintangan yang paling berat dan menguras energi bagian Tumpukan Potongan kayu. Karena sebelum melewati rintangan tersebut terdapat kubangan air yang membuat ban menjadi semakin licin ketika akan melintas rintangan tersebut,” Buka Farhan Hendro pemegang podium tertinggi di kelas paling bergengsi Build Up – Open.
Selaras dengan pengelihatan OZ di lapangan, banyak pembalap yang melambaikan tangan walaupun waktu masih tersisa 40 menit. dikarenakan dalam waktu 20 menit stamina dan fisik sudah terkuras habis di rintangan maut Tumpukan Potongan Kayu. “Enduro itu bukan hanya dari fisik saja, ini main Emosional kita juga sama kendaraan. Walaupun sempat mengalami keram otot dilengan kiri saya mencoba tetap tenang agar konsentrasi tidak terganggu dan alhasil mendapatkan yang terbaik” tambah Farhan kepada OZ walaupun sedang kondisi kelelahan karena telah melibas Sirkuit Bhayangkara Istimewa selama 2 jam 45 menit dengan pautan 60, 45 dan 60.
Penentuan hasil akhir di enduro bukanlah dengan start paling duluan, terkadang halang rintang di depan masih bisa membuat tracker sampai kelelahan ataupun menyerah sebelum bendera finish dikibarkan. soo start terdepan belum tentu dapat finish terdepan bro. kuncinya jangan jatuh di lintasan.
Penulis : Aji Ns | Foto : Aji Ns

