Otomotifzonecom-Jogja. Pergelaran Seri 5 Kejurnas Motoprix Region 2 singgah di Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta 30-31. Perang teknologi injeksi antar team mulai bergeliat sepertinya. Beberapa seri lalu sudah dapat pertunjukan motor injeksi bisa dipacu di sirkuit permanen dan sirkuit permanen. Nah tiba waktunya uji nyali benda pengkabut bahan bakar tersebut di track super patah-patah. Ada yang siap tempur, ada yang siap kalah, ada yang nanti sajalah. Heru Kate yang membawa Jupiter injeksi untuk Alhdila Eka Dharma dari Yamaha Yamalube Putra Anugrah Wonogiri sudah membawa motor namun tak jadi diturunkan. Kiranya Jumat bisa buat cari settingan ternyata sirkuit belum jadi. “Ya gak mau ambil resiko. Data setting belum punya. Motor juga belum di kasih oil coller,” buka Heru. Lho kemarin di Blitar podium to Pak dhe? “Lha di kejurda jatim kemarin cuma 10 lap. Kejurnas ini 25 lap, motornya belum kuat.” tambahnya. Takutnya belum dapat setting gak lolos qtt. Team Honda Kawahara menyiapkan 2 mesin. “Saya di kelas 125cc bawa dua mesin. Karena track sirkuit Maguwoharjo beda dari sebelumnya,” kata Boy Arby. Pembalap team tersebut. Lain halnya team Honda ART Jogja. Bisa dikatakan team riset ini berani kalah. Semua motor Honda Blade 125cc-nya tetep pakai injeksi. Tak gentar dengan sirkuit patah-patah.

Wawan Hermawan “Mau gak mau ya harus injeksi. Kita butuh data AFR juga dengan sirkuit model apapun, kalau gak di coba kapan majunya mas.” ucap Wawan. Benar dan bisa diacungi jempol pemikirannya. Harus dicoba terus karena motor-motor masa depan full injeksi.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

