BerandaRacing Roda 2Road RaceSeri Perdana ARRC 2026: Tangan Dingin Bima Aditya Bawa Tim ZIEAR Borong...

Seri Perdana ARRC 2026: Tangan Dingin Bima Aditya Bawa Tim ZIEAR Borong Podium UB150

​OtomotifZone.com – Malaysia – Nama Bima Aditya Rahmana pantas dinobatkan sebagai Best of the Best Mechanic pada seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.

Mekanik bertangan dingin asal Sukoharjo, Solo, ini sukses membuktikan kelasnya setelah dua motor racikannya dari tim ZIEAR LFN HP966 ADELIN MCR RBT34 NO LIMIT THE STROKE55 berhasil menyapu bersih podium tertinggi di kelas Underbone 150cc (UB150).

​Double Winner dengan Dua Rider Berbeda
​Kehebatan racikan Mas Bima, sapaan akrabnya, terlihat dari konsistensi performa motor Yamaha MX King di lintasan. Pada Race 1, Gupita Kresna yang kini tampil dengan nomor baru #73, sukses mengeksekusi strategi “Ninja Warrior” untuk finis di posisi pertama.

​Kesuksesan ini berlanjut pada Race 2, di mana giliran pembalap asal Jawa Barat, Alfi Husni (#143), yang menunjukkan daya juang luar biasa. Melalui pertarungan sengit khas kelas UB150, Alfi berhasil mengamankan kemenangan sekaligus memastikan dominasi tim di seri perdana ini.

​Menaklukkan Regulasi 14.000 RPM
​Kemenangan ini terasa kian spesial mengingat adanya tantangan regulasi baru yang membatasi putaran mesin Yamaha MX King di angka 14.000 RPM. Mas Bima mengakui bahwa aturan ini sempat membuatnya khawatir, ditambah dengan jadwal persiapan yang sangat mepet karena harus membagi fokus dengan berbagai ajang balap bergengsi di tanah air.

​”Dari hasil pre-test kemarin sebenarnya kami sudah mengantongi data. Meski sempat khawatir dengan regulasi baru dan waktu yang sempit, motor sudah siap bertarung semua. Secara keseluruhan, hasil seri pertama ARRC ini luar biasa,” ungkap Mas Bima.

​Namun, di balik kegemilangan tersebut, terselip drama teknis yang dialami oleh Gupita Kresna pada Race 2. Meski sempat berada dibarisan depan, Gupita harus puas finis di luar posisi 5 besar setelah motornya mengalami kendala di dua lap terakhir.

​”Motor terasa berat di dua lap terakhir. Saya sedikit memaksa tadi dengan segala kemungkinan, mencoba bertaruh agar bisa tetap finis. Alhamdulillah masih bisa sampai garis akhir, tetap bersyukur karena kemarin sudah juara pertama,” ujar Gupita dengan nada tegar.

​Kebanggaan dari Sukoharjo untuk Asia
​Keberhasilan Squad The Stroke55 dalam menyiapkan “kuda pacu” yang kompetitif di bawah tekanan regulasi baru mempertegas posisi mekanik Indonesia di kancah internasional. Kemenangan double winner di seri pembuka ini menjadi modal yang sangat kuat bagi tim ZIEAR untuk menatap gelar juara umum ARRC 2026.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot