OtomotifZone.com – Jakarta. Nama besar Suhandi Padang 88 sudah bukan hal baru di dunia balap motor Indonesia. Tim asal Sumatera Barat ini menjadi salah satu tim tertua yang masih eksis hingga sekarang, tampil konsisten dan selalu memukau di setiap ajang balap yang mereka ikuti. Di balik kiprah panjang itu, berdiri sosok legendaris Suhandi Anggriawan atau yang dulu dikenal dengan banyak julukan: Amdi Berani, Padang Gile, Pebalap Tua Tua Keladi, Pebalap Satu Mata, Pebalap Tiga Zaman. Semua julukan tersebut merangkum karakter sang owner yang selalu ingin cepat, tanpa kompromi.
Meski kini fokus sebagai pemilik tim, darah balap Suhandi tidak pernah hilang. Ia masih kerap turun di kelas Ex Rider, membuktikan bahwa usia bukan batasan untuk tetap mengaspal. Karakternya yang “gilabalap” inilah yang menular pada seluruh elemen tim.

“Saya saja dari tahun 1999 mas kawal tim Suhandi Padang 88. Sebelumnya tim ini sudah berjalan. Kalau dari sekarang saya saja usianya sudah berapa tahun mas sama Suhandi Padang 88,” ujar Korik, selaku manajer tim yang sudah puluhan tahun setia bersama.
Tim ini punya slogan khas penuh semangat dan tantangan:

” Sekarang mau cepat balapan dimulai. Team kami siap tanding dalam 1×24 jam, Hore!”
Tagline itu bukan sekadar ucapan, tapi bukti komitmen tinggi mereka pada dunia balap.
Sebagai tim yang berdiri dari kecintaan terhadap kecepatan, Suhandi Padang 88 konsisten mengibarkan bendera Sumatera Barat. Meski memiliki kemampuan bersaing secara nasional, tim ini tetap fokus bertarung di event-event Sumatera, baik di Kejurnas maupun ajang setara nasional lainnya. Suhandi yang juga dikenal sebagai pengusaha Minyak Goreng Sari Murni tidak pernah setengah-setengah dalam mendukung masa depan balap daerahnya.
Sepanjang perjalanannya yang panjang, tim ini telah melahirkan banyak pebalap hebat Sumatera yang kini sukses di berbagai level balap Tanah Air. Sebuah bukti nyata bahwa Suhandi Padang 88 bukan sekadar tim senior, melainkan kawah candradimuka bagi para pebalap berbakat.
Dengan semangat yang tidak luntur dimakan zaman, Suhandi Padang 88 tetap menjadi ikon balap Sumatera—tim lawas yang tidak pernah padam dan selalu ingin lebih cepat. Semoga konsistensi, komitmen, dan kecintaan mereka pada dunia balap terus menginspirasi generasi seterusnya.

