Otomotifzone.com – Boyolali, Perjuangan luar biasa dan bermental baja dipertontonkan oleh pembalap muda asal Jawa Timur, Hafid Fahril Rasyadan atau yang akrab disapa Hafid Rasya. Meski turun balap dengan kondisi fisik yang tidak 100% optimal akibat cedera pada bagian kakinya, pembalap bernomor start 96 ini tetap tampil perkasa pada gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Sabtu malam (23/5).
Memaksa tetap tancap gas di kelas Bebek 2T STD 125cc – Novice, Hafid Rasya yang mengusung bendera tim Toger Anti Virus Racing sukses menuntaskan balapan sepanjang 12 laps tersebut dengan hasil yang sempurna: keluar sebagai yang terbaik di podium pertama!
Jalannya balapan sendiri berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi. Hafid Rasya harus memutar otak dan menguras energinya demi bertahan dari gempuran serta tekanan hebat para rivalnya. Pasalnya, persaingan di barisan 5 besar terhitung sangat rapat dan krusial. Sedikit saja ia melakukan kesalahan atau lengah akibat menahan rasa sakit di kakinya, posisi terdepan dipastikan langsung direbut oleh pembalap di belakangnya.
Berdasarkan data timing system, Hafid Rasya berhasil menyentuh garis finish pertama dengan gap yang sangat tipis, yakni hanya terpaut 1.579 detik dari pembalap Febrian M Yusuf di posisi kedua, serta dikuntit ketat oleh Nicky Hayden (RMF Trans) di posisi ketiga.

Di balik aksi heroik Hafid Rasya di lintasan, ada ramuan magis dari sang mekanik handal, Om Wahyu asal Sampang, Madura. Kepada awak media, Om Wahyu membeberkan rahasia keganasan pacuan bebek goreng 125cc milik tim Toger Anti Virus Racing tersebut.
”Motor ini memang sudah kami persiapkan jauh-jauh hari dan kondisinya sedang on fire saat ini. Sebelum race final ini berlangsung, kami melakukan check-up ulang secara menyeluruh, terutama berfokus di sektor piston dan koplingnya agar performanya tetap stabil dari awal hingga akhir lap,” ungkap Om Wahyu.
Sang mekanik pun tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya melihat kegigihan sang pembalap di atas sirkuit.
”Kami sangat bangga dengan Rasya. Meskipun dia tampil dengan keadaan fisik yang kurang sempurna karena cedera, dia membuktikan profesionalismenya dan menuntaskan tanggung jawab ini dengan sangat baik hingga meraih podium juara,” pungkas mekanik asal Madura tersebut.


