BerandaLain-LainTrikke Tawarkan Konsep Low Impact Full Body Workout

Trikke Tawarkan Konsep Low Impact Full Body Workout

Komunitas Trikke Indonesia

Trikke Tawarkan Konsep Low Impact Full Body Workout

OtomotifZone.com – Jakarta, Kalau OZ Riders sering gowes sepeda, belum lengkap rasanya jika belum menjajal Trikke. Alat ini bentuknya hampir mirip-mirip sepeda tapi beroda tiga dan tanpa sadel. Trikke ini lahir di negeri Paman Sam, dan sekarang mulai merambah ke Indonesia dengan visi yang dibangunnya, menyehatkan masyarakat dengan olah tubuh tanpa batas, bergerak tanpa polusi dan tanpa impact dikemudian hari.

Filosofi Trikke ini tentu sesuai dengan fungsinya yang mampu memberikan sensasi yang menyenangkan, tidak membosankan dan dapat dilakukan lebih lama. Di Indonesia, pengguna Trikke rata-rata masih didominasi kalangan berduit atau menengah keatas. Maklum harga satu unit alat ini lumayan tinggi sob,… Meski begitu, tidak sedikit yang penasaran dengan alat ini dan kemudian membelinya. Istilahnya Life style-nya kesehatan, karena hidup sehat jauh lebih penting dari pada banyak harta tapi sakit. Nah, konsep inilah yang coba dibangun pengguna Trikke yang tergabung dalam Komunitas Trikkers Indonesia (KTI).

KTI membangun dinastinya dengan pendekatan word of mouth. Maka, kurang dari tujuh bulan, satu orang pengguna Trikke membagi pengalamannya kepada yang lainnya dan tidak lama kemudian  komunitas ini tumbuh pesat dari hanya sembilan orang menjadi 50-an trikkers. ”Awalnya hanya sembilan orang, itupun lima diantaranya keluarga saya. Karena kita tidak menjual janji-janji palsu tapi langsung memberikan bukti. Perlahan banyak juga peminat trikke, dan hingga kini sekitar 60-an trikkers,” jelas Edwargo sebagai Pendiri Komunitas Trikkers Indonesia kepada OZ.

Bicara peminat, KTI sering mengadakan trikking bersama setiap minggu kedua dan minggu terakhir (Car Free Day) di Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta Selatan. Dan selain di Car Free Day, trikking juga sering diadakan bersama di Karawaci, Tangerang maupun di Ancol, Jakarta Utara. Uniknya, KTI ini memiliki penggemar lintas usia dan latar belakang. Tengok saja, dari umur termuda yaitu delapan tahun sampai yang  berumur 56-an tahun, aktif trikking setiap minggunya. Peminatnya pun beragam. Dari pelajar, mahasiswa, PNS, pengusaha hingga eksekutif muda, banyak yang bergabung di KTI ini.

”Untuk komunitasnya sendiri berdiri 4 November 2010, dengan tagline-nya Its Your Move.  Dan berita bagusnya, komunitas ini adalah pemegang lisensi Trikke Internasional yang basecamp-nya di Amerika Serikat” sambung Edwargo.

Tentang Trikke

Trikke (dibaca “Traik”) adalah scooter roda tiga yang dapat digerakkan melaju dengan prinsip hukum  “kekekalan momentum sudut” yaitu gerakan maju secara berkelak-kelok dan dapat tetap melaju tanpa pengendaranya sama sekali menjejakkan kakinya ke jalan. Trikke dapat digunakan untuk di jalan datar, jalan menurun ataupun jalan menanjak. Berbeda dengan alat olahraga lainnya, dengan trikke, berarti seluruh anggota  tubuh digerakan (full body workout) hanya dengan berlenggak-lenggok menjaga keseimbangan saat melaju. Nilai plus lainnya, trikke tidak memberikan impact pada persendian pengendaranya (low impact full body workout).

Bicara harga, karena alat ini tergolong baru dan masih dipatenkan oleh penemunya, satu unit trikke dipatok dengan harga yang relatif mahal, kisaran 1,9 juta untuk anak-anak berumur 5-8 tahun dengan jenis T5. Untuk remaja dan dewasa hingga orang tua, tersedia dua pilihan.  Pertama, remaja atau dewasa dengan tinggi sampai 160cm, tersedia trikke jenis T67 kisaran harga 3,750 juta. Kedua, tipe full size untuk tinggi badan hingga 195 cm, tersedia jenis T78 , T8 dan T12 dipatok harga yang tidak berbeda jauh dengan tipe T67.

”Masalah harga terus terang kita masih mengandalkan import secara built up dari Amerika dan China. Maka dari itu bea-nya cukup mahal. Kedepannya kita sedang mengusahakan assembling-nya di sini (Indonesia) biar harganya dapat menjangkau semua kalangan” tutup Edwargo.

Ditunggu kabar baiknya Pak dari pembaca OZ! Lets your move.

Penulis : Triple A | Foto : Dok Trikke Indonesia


Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot