BerandaProfileVernando Tulandi Tracker Masa Depan

Vernando Tulandi Tracker Masa Depan

OtomotifZone.com – Semarang. Tracker cilik asal Sulawesi Utara Vernando Tulandi tidak bisa dianggap sebelah mata di dunia garuk tanah, walaupun masih masuk di kategori junior skill dan teknik seperti senior, teknik melibas jumping ball dan trekball sudah mumpuni. Bukti prestasi Tulandi terlihat waktu ajang Kejurnas Grasstrak di Brebes.

Shockbeker KYB
Shockbeker KYB

Di bebek modifikasi junior Tulandi mampu bersaing dengan rekan sesama junior di Pulau Jawa, maka tidak salah jika Team Rehobat Norifumi Jaton Swallow Fly TK Racing merekrut dan mensupport penuh kemampuan tracker ini. Support yang diberikan jelas untuk mengembangkan skill dan bakat Tulandi, untuk itu dibutuhkan motor serta mekanik yang cocok untuk diajak kerjasama terutama mekanik yang mengerti akan keinginan dari tracker tersebut. Mekanik yang handal dengan pengalaman jam terbang yang tinggi itulah yang dipilih yaitu Imam Safii yang pas buat Tulandi dengan pengalaman yang tak tertandingi.

Knalpot norifumi
Knalpot norifumi

Mekanik yang handal pasti tahu apa yang harus dilakukan supaya motor bisa lari kencang, untuk mendukung itu di bagian piston dipercayakan ke produk Kawahara dengan diameter sebesar 55,25 mm sudah cukup untuk mendongkrak kapasitas mesin, dan juga untuk menyempurnaan konstruksi ruang bakar agar bahan bakar yang masuk lebih optimal, di bagian kepala silinder dipapas setebal 0,5 mm. Sedang kompresi dipatok 12,2 dibanding 1. “Kompresi yang tidak terlalu tinggi akan membuat kinerja mesin tidak berat, karena di grasstrak ketahanan mesin menjadi kunci pokoknya,” ungkap Imam Safii sang mekanik andalan Team Rehobat Norifumi.

Karburator pwk 60
Karburator pwk 60

Sedang bagian noken as dimodif ulang untuk mendapatkan durasi bukaan katup sebesar 275 derajat, durasi bukaan katup tersebut didapatkan dari setingan noken yang membuka di 60 derajat dan menutup 35 derajat untuk katup isap maupun buang. Klep punya Honda Sonic diaplikasikan untuk memperlancar pembakaran, sedang untuk katup masuk dikembalikan menjadi 28mm sedang untuk katup buang dibuat ukuran 23mm. Bagian karburator memakai PWK diameter 28mm untuk balance mesin yang berubah. Yang terakhir gas buang knalpor memakai Norifumi.
“Motor yang sedikit kencang dibutuhkan teknik yang smoth, jika tidak bisa-bisa kita dikalahkan oleh motor kita,” tutup Tulandi tracker muda asal Sulaesi Utara ini.
Penulis : Batra | Foto : Batra

Data Modifikasi
Karburator : PWK 28
Knalpot : Norifumi
Piston : Kawahara
Klep : Sonic
Magnit : YZ 125
CDI : Vortex
Ratio : YY pang

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot