OtomotifZone.com – Yogyakarta. Kemunculan Suzuki FU dengan kelahiran over spesifikasi, membuat FU menjadi bebek super paling powerfull di tanah air. Ayam Jago andalan pabrikan berlogo S itu pun digadang-gadang akan merajai balap road race tanah air. Bahkan gosipnya dibeberapa daerah kehadiran FU injeksi sangat ditakuti khususnya kelas MP5. Bahkan peserta kejurda sampai mengundurkan diri kalau ada FU muncul.
Namun, di kelas utama MP1, keadaannya justru berbalik. Justru Honda Sonic meraja. Belum lagi gangguan dari Yamaha MX yang selalu bisa tampil podium. Sementara Ayam Jago andaln Suzuki belum menunjukkan taringnya. Meski sudah menggaet Waskita Ngubaini alias Merit, asal solo, bukan berarti FU tampil gemilang. Di tanah Sumatera ada Onggo, dari Omah Mburi Racing yang menyokong pembalap Reza Pahlevi, juga belum maksimal. Eksplorasi power mesin terhenti di 27-an dk.
Kedua mekanik itu sama-sama mengeluhkan kesulitan sparparts. “Saya banyak mengandalkan peranti standar. Termasuk piston,” ujar Mosik Priyonggo, nama komplet Ong. Jadi FU yang sekarang bertarung tidak lebih seting korek harian!! Selain piston, buat balap wajib otak-atik perbandingan persneling. Onderdil ini juga termasuk langka.Padahal piston adalah komponen wajib pengail kompresi tinggi dan ketahanan mesin. Sementara persneling close rasio adalah manajemen power ke roda belakang.
Berkaca dari pabrikan lain, sudah seharusnya, pabrikan Suzuki lebih care. Urusan spareparts balap sudah seharusnya dihandle pabrikan. Apalagi FU jadi tulang punggung penjualan. Jika diserahkan ke tim, duit dari mana? Sementara pemain spareparts aftermarket juga masih wait and see. Menimbang market share Suzuki FU 150Fi yang mungkin akhir-akhir ini tak sedahsyat kelahiran awalnya. Di sini berlaku hukum dagang. Kalau yang beli motor banyak, ya pasti sparpartsnya laku. Begitu sebaliknya.
Kesimpulannya, demi kemaslahatan bersama, urusan spareparts racing harus dihandle pabrikan! Warning!
Penulis : Nometo Izaku | Foto : Suzuki

