Otomotifzone.com – Sentul. Pembalap Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK 549 Kaboci, Richard Taroreh pecah telur di kelas sport 250cc setelah berhasil menjadi juara di kelas R25 Profesional gelaran Yamaha Sunday Race 2017 Seri 3 yang berlangsung di Sentul Internasional Sirkuit, Bogor, Minggu (17/9). Melakoni start dari posisi kedua, Richard Taroreh membuat langkah Richard di sport 250 semakin mulus.
Mesuk ke laps 3 Richard sudah mampu memberikan gap dengan pembalap di posisi kedua, Terlebih lagi Rey Ratukore mengalami masalah elektrik sehingga di laps pertama ia banyak terbuang waktunya, sama dengan Rey Rafid Topan juga mengalami nasib yang sama.
Meski begitu persaingan pembalap untuk memperebutkan posisi kedua begitu sengit seperti Willy Hammar, Anggi Setiawan, Imanuel Priatna, Wahyu Aji dan beberapa pembalap lainya. Tampil tanpa tekanan membuat Richard Taroreh terus memperlebar jarak dari pembalap di posisi kedua.
Di Seri 3 kali ini Richard Taroreh tampil maksimal karena di dua seri kemarin terus mengalami kendala dengan tungganganya bahkan ia tahun ini ia baru pertama kali naik podium di kelas sport 250 dan berhasil finish untuk kedua kalinya tentunya hal ini membuktikan bahwa Richard tidak hanya kuat balap sport 150cc dan Motorprix saja melainkan juga kuat di Sport 250cc.
Balik lagi ke jalanya race sampai bendera finish berkibar Richard berhasil mengamankan posisinya, di posisi kedua di susul oleh Wilman Hammar dan di posisi ketiga ada nama Anggi setiawan dan ternyata dari ketiga pembalap yang berhasil podium dikelas R25 Profesional menjadi podium pertamanya di tahun 2017.

“Puji Tuhan Setelah motor R25 saya baru finish di Kejurnas IRS kemarin karena sebelumnya selalu mengalami trouble, akhirnya di seri kali ini saya bisa menjadi juara. tentunya semua ini berkat crew mekanik saya yang selalu berusaha menyiapkan kuda pacu saya agar bisa maksimal hal ini membuat saya semakin semangat” terang Richard Taroreh.
Memang mesin baru dari YZF-R25 milik Richard memiliki tenaga cukup maksimal baik dari putaran bawah maupun putaran atas bahkan ia mengakui bahwa ia cukup kesulitan untuk menjinakan kuda pacunya sehingga ia harus merubah ridding stylenya agar bisa lebih maksimal lagi.
” Karena kita tidak punya banyak data di Sport 250 sehingga saya harus merubah ridding style saya agar bisa nyaman dengan mesin baru kali ini karena memang power motor dari rpm bawah hingga atas cukup luar biasa “ Tambah Ricard Taroreh
Wah desas desusnya motor Richard yang di mekaneki Achos Lalang mencapai 43,8HP loh.
Penulis : Nana Triana |Foto : Nana Triana




