BerandaHeadlineAtmosfer Bebek Goreng Masih Kurang Ketat Dari Jamannya

Atmosfer Bebek Goreng Masih Kurang Ketat Dari Jamannya

Otomotifzone.com – Jakarta. Akhir pekan kemarin persaingan kelas Bebek 2T 125 cc atau terkenal dengan kelas Underbone di era tahun 2000 memang sangat seru. Terlihat beberapa pembalap ternama Indonesia ikut memanaskan persaingan. Tidak terkecuali pembalap senior Indonesia Tommy Patria. Namun pembalap senior ini menganggap persaingan di kelas Bebek Goreng masih kurang ketat dari jamannya dahulu.

“ Kemarin saya iseng iseng saja balap sekalian cari keringet. Kebetulan waktu berih bersih gudang saya menemukan ada mesin F1ZR. Saya cuci cuci saya rakit jadilah mesin bebek 2T . Mesin ini mesin lama namun motor ini alamai kendala waktu race kemarin yang membuat motor tidak berhasil finish,” ujar Tommy Patria saat dihubungi langsung Otomotifzone.com.

“ Saya kemarin mau tau juga seperti apa si persaingan bebek 2T saat ini. Karena belakangan ini kelas tersebut kan mulai naik lagi. Ada nilai positif yak arena bangkitnya kelas Underbone. Tapi kalau bicara persaingan beda sama dulu ya. Masih ketat era 2000an,” jelas mantan pembalap Nasional itu.

Tommy Patria Berbincang sebelum balap

Menurutnya, regulasi di kelas Bebek 2T 125 cc ini juga tidak seperti halnya seperti dahulu. Di mana ada beberapa perbedaan . Namun dirinya memaklumi itu semua. Ada banyak harapan dari mantan pembalap Nasional itu yang saat ini juga buka bengkel di kawasan Depok.

“ Ya dari regulasi tida seperti dulu ya. Sekarang Bebek 2T 125 cc. Tapi mungkin ini karena sparepart dari motor ini tidak semudah dahulu. Banyak block mesin yang sudah tidak standar yang mana kebanyakan kan dengan besar yang sudah tidak standar. Jadi diambil jalan Bebek 2T 125 cc. Kelas ini juga boleh di adakan di kelas Kejurnas Motoprix namun sebagai kelas eksebisi atau supporting class,” lanjut Tommy.

“ Kalau dimasukan di point Kejurnas tidak mungkin karena motornya juga sudah berhenti produksi. Positifnya bila diadakan di kelas supporting bisa mengembalikan tradisi di kelas Bebek Goreng ya,” tutup pria Depok ini.

Memang belakangan ini kelas ini sangat ramai diikuti. Tidak main main, beberapa tim ternama Indonesai juga ikut memanaskan persaingan. Serta para pembalap Nasional saat ini juga ikut merasakan persaingan di kelas tersebut. Sebut saja salah satunya Sulung Giwa pembalap dari Yamaha Bahtera

Penulis : Dewantara | Foto : Dewantara

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot