BerandaRacing Roda 2Road RaceBerawal dari Hobi Otomotif, Dimas Kini Bangun Patas Jatim di Dunia Balap...

Berawal dari Hobi Otomotif, Dimas Kini Bangun Patas Jatim di Dunia Balap Motor

OtomotifZone.com – Yogyakarta, Ketertarikan terhadap dunia otomotif sejak masa sekolah membawa Dimas menekuni bidang peracikan mesin motor balap. Kini, ia menjalankan Patas Jatim, sebuah bengkel yang berfokus pada kebutuhan mesin balap berbagai tim.

Dimas mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap sepeda motor sudah muncul sejak masih sekolah. Ia bahkan menggunakan beberapa motor sebagai sarana belajar untuk memahami dan mengutak-atik mesin.

ā€œSaya dari pas zaman sekolah sudah hobinya motor,ā€ ungkap Dimas.

Ketertarikan tersebut juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Ayahnya yang telah almarhum diketahui pernah memiliki bengkel mobil. Meski demikian, Dimas mengaku lebih tertarik mendalami dunia sepeda motor.

ā€œBasic-nya saya dulu di rumah ada almarhum bapak punya bengkel mobil. Tapi saya enggak begitu suka, saya tetap sukanya di motor,ā€ jelasnya.

Sebelum mendirikan Patas Jatim, Dimas memiliki pengalaman bekerja bersama sejumlah pihak di dunia balap. Ia pernah terlibat di 549 Kamboja Balap Asia dan menghabiskan sekitar enam tahun bersama Ridlatama Batera sebagai bagian dari proses belajarnya.

Patas Jatim pada awalnya lebih berfokus pada kebutuhan drag bike. Namun, seiring berjalannya waktu dan kondisi drag bike yang mulai sepi, Dimas kembali menekuni bidang yang menjadi ketertarikan awalnya, yaitu road race.

ā€œAwalnya dulu itu kita fokusnya ke drag bike. Seiring berjalannya waktu, drag bike mulai agak sepi, akhirnya saya balik lagi ke passion awal. Saya awalnya kan belajarnya road race,ā€ jelasnya.

Saat ini, Patas Jatim berperan sebagai engine builder yang menyiapkan mesin untuk berbagai tim balap. Pesanan bahkan datang dari luar Pulau Jawa, termasuk Papua.

Ke depan, Dimas berharap usahanya dapat terus berkembang dan memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi yang lebih besar. Ia juga memiliki keinginan membangun tim balap sendiri, meskipun masih mempertimbangkan dukungan sponsor dan kebutuhan biaya.

Baginya, perjalanan di dunia balap masih menjadi proses belajar yang terus berlangsung.

Must Read