BerandaRacing Roda 2GrasstrackBukan Adu Kencang, Babalafun 2026 Jadi Ajang Pamer Pesona Trill Tua dan...

Bukan Adu Kencang, Babalafun 2026 Jadi Ajang Pamer Pesona Trill Tua dan Outfit Keren

Biasanya, sirkuit balap garuk tanah itu identik dengan raungan mesin special engine yang gahar dan wajah pembalap yang tegang. Tapi, pemandangan berbeda tersaji di Pangalengan, 7-8 Februari lalu. Di sini, yang terdengar adalah suara garing khas 2-tak tua dan deru halus mesin bebek tidur serta suara part yang kendor dari body motor. Tidak ada ketegangan, yang ada justru gelak tawa dan adu outfit paling necis di tengah lumpur.

Slogan “1% Skill, 99% Legeg” yang disematkan oleh 6455 melezatt sebagai salah satu promotor acara ini yang menjadi patokan para peserta untuk bergaya walau motor yang digunakan meleset dan joki terbalik di lumpur. Disini motor mogok bukanlah sebuah masalah, malah jadi konten. skill nomor sekian yang penting gaya saat difoto dan di post ke sosial media. semua boleh join tidak ada patokan harus menggunakan tril tua seperti honda win apalagi suzuki ts125. bahkan ada yang menggunakan supra yang dimodif trill ala ojek gunung juga ikut turun ke trek. visi dari acara ini bukanlah mencari siapa yang palung cepat, namun siapa yang paling menikmati momen.

Beberapa tahun kebelakang ini tren motor tua meningkat pesat, seperti pamornya honda win 100 yang dulu terkenal menjadi motor pak camat/dinas di tahun 1990-2000an. kini motor tua semacam honda win malah jadi incaran anak muda untuk dijadikan style skena. tak hanya honda win suzuki a100 dan suzuki ts125 juga turut serta dalam tren ini. Mesin tidur ‘Sleep Engine’ yang terkenal lemot justru jadi favorit anak muda yang memilih santai di trek, disisi lain mesin tidur jadul terkenal dengan efisiensi bahan bakar yang irit dan ramah dikantong untuk perawatannya dimana itu sangat cocok untuk kaum mendang-mending.

Kisah dari mas Adit(@Win.Dimari) “niat hati mau healing menikmati hamparan kebun teh yang asri, eh ujungnya malah berenang disungai dan trouble”. tetapi hal seperti itu memang yang menjadi bumbu asiknya pengguna trill tua ketika di trek tanah. walaupunm slogannya legeg, ternyata treknya butuh fisik yang prima “Motor mah laun (pelan), jalmina nu tarik (orangnya yang kencang)!, seperti yang diungkapkan oleh Mas Ijal dan Didit di trek kemarin. trek yang terlihat mudah ternyata butuh fisik yang luar biasa, ajang seperti ini bisa dijadikan permulaan untuk yang baru mau terjun ke dunia offroad.

Kalangan penikmat motor tua memang dikenal solid dimana-mana, nyatanya mereka nyatu kalau udah kumpul bersama. Nyanyi bareng, Camping Bareng, bahkan saling tolong menolong saat dijalan aspal maupun di trek tanah sekalipun. Selain motor mereka yang memang di desain untuk santai, orang-orangnya pun juga santai.

Babalafun 2026 membuktikan bahwa bahagia itu sederhana. cukup dengan motor tua, jalur tanah, dan teman yang satu frekuensi, akhir pekan di pengalengan jadi cerita yang tak ternilai. Benar kata panitia: Mari ‘Mentriltuakan Masyarakat’ , Karena tua itu pasti, tapi legeg itu pilihan !.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot