BerandaNewsPecah! Babalafun 2026 Sukses "Mentril-tua-kan" Pangalengan Lewat Konsep Camping & Balap

Pecah! Babalafun 2026 Sukses “Mentril-tua-kan” Pangalengan Lewat Konsep Camping & Balap

OtomotifZone.com – Bandung, Kolaborasi apik antara komunitas 6455 Melezatt, Pemuda Semi Kolot, dan Broot Division sukses menggetarkan Panggalengan, Kabupaten Bandung. Lewat gelaran acara yang bertajuk “Babalafun & Munggah Mijah” yang digelar pada 7-8 Februari 2026, Ratusan pecinta moor garuk tanah diajak untuk menikmati sensasi berbeda: mulai dari Fun Trip, Camping, hingga Fun Race

Hingga 200 peserta turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari sekitaran kabupaten bandung, bekasi, pangandaran, hingga jakarta. Suasana dingin di kebun teh Penggalengan tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti gelaran acara demi acara. terutama pada sesi fun race yang sangat meriah ditambah pagi hari hujan yang menambah beceknya arena balap tersebut. konsep balap yang hanya senang-senang dengan tagline “1% Skill, 99% Legeg (gaya)”. ada juga beberapa peserta yang menggunakan kostum unik hanya untuk acara ini.

Rute Fun Trip 15KM melewati kebun teh dan sungai yang komposisinya jalur nya adalah 70% Aspal, 20% Tanah, 10% Lumpur. walau sayang karena faktor cuaca rute harus dipotong lebih pendek untuk menghindari hal yang tak diinginkan. para peserta yang mengikuti fun trip ini kagok dengan sungai dan lumpur yanh dilewatinya, banyak yang mogok namun bukanlah suatu masalah, malah menjadi titik serunya pada acara tersebut ujar Adit alias Win.Dimari Konten Kreator yang turut pada acara tersebut

Pada acara fun race terdiri dari berbagai kelas unik seperti “Mesin Peluh” (Mesin Tidur) dan “Mesin Mangkreng” (Mesin Berdiri) untuk 2 tak dan 4 tak. berbagai macam tril tua yang hadir dan turut dalam acara balap mulai dari honda win, suzuki a100, suzuki ts125, honda xl, suzuki rc, dan berbagai motor custom dengan rangka tua nya. tak hanya untuk tril tua saja namun juga ada kelas “Perang Bentang” (FFA) yang di ikuti oleh CRF 150L,KLX 150, dan lainnya. selain itu ada juga “Perang Ganti Pemain” yang dilakukan dengan berboncengan melewati trek tersebut. peserta tidak peduli dengan spek yang digunakan oleh lawannya karena konsepnya adalah bersenang-senang, seperti yang dikatakan oleh mas Ijal & Didit sebagai peserta “motor mah tenaga nomer sekian, yang penting skill!” trek terasering, tanah hingga lumpur yang ditambah guyuran hujan sebelum balap dimulai membuat para peserta kewalahan dengan tantangan yang dilewatinya, bahkan baru satu lap saja sudah banyak yang menyerah dan mogok si besi tua nya.

“Tujuannya untuk memasyarakatkan triltua dan mentriltuakan masyarakat. Kita ingin kenalkan kalau hobi ini asik, bisa camping bareng, dan peduli alam,” ungkap Naufal dari perwakilan panitia.

Kesuksesan Babalafun 2026 menjadi bukti bahwa segmen motor klasik/tril tua di indonesia semakin solid, dan nantinya bisa diadakan di berbagai tempat di indonesia. tidak perlu motor kencang untuk bahagia, yang penting kebersamaan dan ‘legeg’ maksimal.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot