Carut Marut Motocross Indonesia, Perlu Tindakan Tegas PP IMI

2552
Satya Sunarso Korban pengeroyokan
Satya Sunarso (T shirt abu tangan biru) dikeroyok crew

OtomotifZone.com-Ciamis. Perhelatan tertinggi balapan motocross di Indonesia sekarang hanya meninggalkan track record yang negatif sepanjang tahun 2016. Tidak hanya Pembalap saja yang menjadi sorotan publik tapi para pecinta olahraga motocross dan pihak penyelenggara ikut menjadi sorotan.

Carut marut diawali dari penyelenggaraan Seri 1 yang sudah dihelat di Pati, Jawa Tengah harus batal lantaran kondisi lintasan yang tidak sesuai dengan regulasi. Hal tersebut akhirnya menjadi kelas hiburan saja bagi para pembalap yang sudah terlanjur datang walaupun balapan tanpa perebutan poin.

Harusnya Start your engine, berubah jadi Start your emotion. Kisruh mulai terjadi saat ada pengeroyokan dari salah satu team kepada Satya Sunarso juara dunia Gokart kelas Master Max di Langkawi, Malaysia pada tahun 2015.

Lanjut kepada seri 2 Magelang dan 3 Banjar Patroman menjadi gunung es keributan dari seri -seri sebelumnya, meski akhirnya kondisi dinyatakan 86 berkat turun tangannya H.Roni Karno selaku tuan rumah penyelenggaraan.

Terbang ke Seri 4 Kejurnas Motocross Dieng, Jawa Tengah. Perebutan dan persaingan untuk memperebutkan tahta tertinggi seolah mengabaikan tingginya sportifitas dalam sebuah pertandingan. Agi Agassi melakukan aksi blocking terhadap Aldi Lazaroni pembalap asal Yogyakarta.

Kejadian ini menuai protes dari kubu Aldi Lazzaroni dan sebenarnya ini merupakan hanya ajang pemanasan, bagi Aldi bukan untuk menargetkan poin gelar juara seperti Agi. “Saya kan memang gak ada poin dan saya melakukan balapan tidak ingin juga merugikan pebalap lain yang berebut poin di Kejurnas,” kata Aldi.

Tinggalkan seri 4 lanjut ke seri 5 berharap semua akan lebih seru dan berjalan lancar. Seri 5 di sirkuit Gapuraning Rahayu, Ciamis berjalan Lancar sampai gelaran MX2 Junior selesai. Masih tegang menunggu perhelatan yang ditunggu di kelas MX2 Open, Lewis Stewart memimpin didepan dari dimulainya gate start dilepas. namun hal yang tidak pantas lagi-lagi terjadi dan dilakukan oleh pembalap yang sama seperti di seri 4.

Agi Agassi Bersinggungan dengan Ivan Harry pembalap asal Semarang yang tahun ini baru melepas masa lajangnya di bulan Februari. Singgungan tersebut menyebabkan Ivan Harry harus keluar lintasan, Ivan Harry melakukan balasan yang sama kepada Agi Agassi sehingga keluar trek.

Perebutan poin seri 5 sudah selesai, namun perebutan redaman emosi di Paddock belum surut, justu semakin sulit dipadamkan. Dimulai saat Agi Agassi dan Ivan Harry mendapat panggilan dari juri dan pimpinan lomba. Saat Agi Agassi menuju panggilan dengan menggunakan unit KTM tanpa sengaja menyenggol Along.

Adanya senggolan tersebut memanaskan kembali tungku emosi di Paddock. Hingga akhirnya terjadi keributan antara Agi dan Along berujung melayangnya bogem mentah yang dilakukan Agi Agasi, jika keadaan itu tidak diantisipasi dengan cermat, pihak Along sudah melakukan tindakan pelaporan kepada pihak kepolisian, dan tidak lama langsung mendatangi sirkuit untuk melakukan tindakan visum et repertum, namun urung dilakukan.

Carut marut seperti ini sudah sangat lama sekali terjadi namun masih belum ada ketegasan dari pihak tertinggi IMI. Sayang kan kalau pembalap-pembalap yang masih mencari jati diri mereka akan tetapi salah menirukan panutan mereka.

Kemenangan adalah utama, sportifitas adalah prioritas.

Penulis : Ajie Nur Syamsi | Foto : Dok OZ