OtomotifZone.com-Kuningan. Nada suara keharuan campur aduk ketika samg ketua IMIK menyampaikan kata sambutan setelah sang Bupati Kuningan Hj., Utce CH Suganda. Mata berkaca-kaca juga terlihat ketika Yayan Olly menyampaikan laporan tentang kegiatan Grand Final IMI Open Road Race 2015 Minggu Kemaren (13/12) di Sirkuit Terminal A Kertawangunan Kota Kuningan, Jawa Barat.

Ya memang pantas sebenarnya apa yang dirasakan pegiat balap motor kota Kuda ini, meski diterjang aksi pemboikotan sepihak dengan tidak dikeluarkan ijin gelaran event pamungkas yang sedianya akan digelar di sirkuit simpang tiga Cijoho, langganan gelaran event IMIK dan mundur hingga waktu yang tidak jelas, namun akhirnya Kadishub Kabupaten Kuningan memberi lahan terminal aktif untuk digunakan gelaran tersebut.

“siapa lagi yang perduli dengan kegiatan positif generasi muda kita kalau tidak kita sendiri..??? kita harus mengapresiasi IMIK yang sudah mewadahi kegiatan generasi anak bangsa Kuningan khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, dengan event resmi semacam ini kan bagus juga mengurangi aksi balap liar dijalanan yang membahayakan, apalagi Ibu Bupati juga menyerahkan sepenuhnya bagaimana baiknya agar event final ini bisa terlaksana dengan suskes”, jelas Drs. Jaka Chaerul, Kadishub Kabupaten Kuningan.
Ketika OZ coba tanya lebih dalem, dengan nada diplomatis, Jaka menjawab ringan, “intinya kami akan selalu support kegiatan positif anak muda, terminal ini bisa dipakai untuk kegiatan ini selama positif untuk kemajuan otomotif Kuningan, kita harus Bangga Kuningan bisa dipercaya untuk menggelar event besar seperti ini, betul tidak”.
Proyek sangkuriang dong bro..?? hal tersebut ketika OZ tanyakan kepada Yayan Olly setelah OZ mendengan bahwa hingga gelaran usai, ijin dari pihak kepolisian pun tidak kunjung turun. “ya Alhamdulillah, Bu Bupati dan Kadishub cukup merespon kegiatan ini selama IMIK menggelarnya, kami sangat berterima kasih sekali atas semuanya, kalau tidak ada peran serta pejabat terkait gelaran ini tidak akan sukses, ini memang proyek sangkuriang brad, hanya 2 hari kami menghadap langsung ditanggapi serius oleh kadishub dan memberi ijin terminal ini bisa digunakan.” haru Yayan Olly.

Solomon Manalu, Brand Manager Corsa selaku sponsor utama gelaran juga mempunyai sudut pandang yang hampir sama, “Jabar sebagai salah satu barometer road race Indonesia membuat kami lebih menitikberatkan promo di Jawa Barat, apalagi Persib sebagai Icon Jabar juga kami dukung juga sebagai corong kami kepublik, begitu juga dengan otomotif, semakin banyak kegiatan positif untuk generasi muda dilintasan balap, kita berkewajiban juga mengapresiasinya dalam bentuk dukungan seperti ini, tinggal kita menjaga kualitas penyelenggaraan dan juga mendepankan faktor safety, kita harus mewadahi kegiatan positif ini.”

Dimanapun, hanya pemerintah dan Instansi Militerlah yang mempunyai lahan representatif untuk menggelar event otomotif disirkuit non permanen, tanpa peran serta dan keterlibatnnya, siapapun akan kesulitan menggelarnya, karena selama ini kegiatan otomotif sering dijadikan kampanye terselubung pejabat, banyak janji akan membikin sirkuit permanen namun hingga saat ini tidak ada yang terelasiri di wilayah Jabar, kecuali Majalengka yang tanpa gembar gembor, tahu-tahu sudah ada sirkuit permanen.
Semoga para Pejabat pemerintahan memberi ruang khusus untuk kegiatan otomotif positif demi memerangi dan mengurangi aksi balap liar dijalan raya, hanya satu kata, FASILITASI, agar setiap gelaran, faktor safety jauh lebih diutamakan.
penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

