BerandaRacing Roda 2Drag BikeDrag Bike 2014 Sukoharjo - Bracket 9 Detik vs Bracket 8 Detik

Drag Bike 2014 Sukoharjo – Bracket 9 Detik vs Bracket 8 Detik

lead 2 copyOtomotifZone.com – Sukoharjo. Hajatan balap 201 meter kembali digelar bertempat di Yonif 413 Bekonang Palur Sukoharjo. Event ini mendapatkan support penuh dari pihak Yonif 413, dari sini terlihat bahwa drag bike menunjukkan prestasi bagus di ajang balap motor. Tercatat 455 starter meramaikan event ini.
dari kiri Letda Senopati Yudho tengah Drs Lilik Kusnandar copyPatut diakui perkembangan drag bike menunjukkan tren positif. Nilai positifnya adalah penambahan di kelas bracket, dimana pada biasanya kelas bracket hanya 8 detik sekarang ditambah bracket 9 detik. Sebetulnya penambahan kelas 8 detik sudah ada waktu drag bike di Purworejo seri SSC. Waktu dibuka kelas baru 9 detik antusias dragbiker sangat bagus, kenapa bisa dibilang bagus? karena kesempatan semakin terbuka terutama di kelas bebek bebek 4tak 155ccc, dikelas ini catatan waktu yang bisa dicapai rata-rata 9 detik keatas. “Kelas bracket 8 detik yang sering menjadi juara pasti pengguna motor FU dan Ninja Sport, nah dengan kelas bracket 9 detik akan memberikan kesempatan lebih besar kepada dragbiker untuk menjadi juara,”terang Joko Pujiono Komisi Teknik IMI Jateng. Terbukti dengan dibukanya kelas ini dragbiker yunior dan senior dibuat tak berdaya. Hanya Rully PM dan Hendra Kecil yang bisa menjaga performance di bracket ini yang lainnya harus gigit jari karena harus break time alias time out.
Galih Dwi New Comer Best Time 155ccPenampilan sangat ciamik ditunjukkan pendatang baru yaitu Galih Dwi, dari 18 kelas yang dilombakan Galih Dwi bisa menyabet podium pertama di 3 kelas mengalahkan dragbiker senior seperti Eko Sulistyo, Dwi Batank dan Hendra Kecil. Kelas yang bisa dibilang bergengsi di kelas bebek 4T TU 155cc Galih Dwi mencatatkan rekor di 07.912 yang biasanya Hendra Kecil selalu menang. “Event ini sekalian untuk mencoba motor baru bebek 4tak 155cc, ternyata ikut pertama kali langsung menang, semoga dewi fortuna selalu kudapat di event berikutnya,”ungkap Galih Dwi dragbiker Boyolali dengan mata berbinar.
Kali ini Dwi Batank harus mengakui kehebatan pendatang baru. “Aku senang setiap event balap digelar muncul dragbiker yang layak diperhitungkan, aku pastinya harus lebih berlatih keras,”jelas Dwi Batank dragbiker asal Semarang. Jika Dwi Batank kurang beruntung, nasib Rully PM sedikit lebih mujur, karena di kelas bebek standart 155cc Rully PM naik podium pertama dengan catatan waktu 08.786.”Bersyukur di kelas bebek standart aku dapat podium pertama, persaingan di event sangat berat banyak sekali dragbiker lokal yang bagus-bagus,”jelas Rully PM dragbiker asal Kebumen.
Sebagai catatan besar buat IMI Jateng untuk segera membuat regulasi baku tentang drag bike di Jawa Tengah, sehingga dragbiker akan semakin tertib. Belajar dari event ini seharusnya bisa sebagai acuan untuk drag bike lebih baik.

Penulis : Batra | Foto : Batra

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot