BerandaRacing Roda 2GrasstrackGtx Lokal Tangkal Balap Liar Ulah Promotor Nakal

Gtx Lokal Tangkal Balap Liar Ulah Promotor Nakal

lead

OtomotifZone.com-Cianur Selatan. Perjalanan menuju lokasi yang terjal penuh rintangan karena jalan yang rusak dan berliku jauh lebih ringan dibanding perjuangan para penggerak Grasstrack Jawa Barat lewat kerjakeras para insan Komisi GTX IMIĀ  Jabar dan pelaku garuk tanah yang memang benar-benar murni dalam hatinya untuk membangun olahraga ini menjadi semakin lebih baik.

Perlu diketahui bersama Jawa Barat bagian Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Majalengka dan Tasikmalaya masih sering terjadi balap liar yang kadang mengatasnamakan Latihan bersama atau kata Arif MBG selaku Komisi GTX Pusat menyebut kumpul bareng komunitas ini perlu penanganan sangat serius dan tuntas.

Gagasan brilian akhirnya muncul dengan menggelar event Grasstrack dengan klasifikasi kelas tarkam atau lebih kerennya GRADE C akhirnya bisa digelar sudah 2 x penyelenggaraan, kesemuanya diwilayah Cianjur yang dalam pembagian masuk region 1 meliputi Bandung, Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

sebelum berm

DFM Bronx Oseano Muspika 2014 digelar Sabtu-Minggu 12-13 April 2014 di sirkuit Angkola Cibinong Cianjur Selatan adalah seri 2 dari rencana 3 seri di region 1 menjadi salah satu proyek pembibitan para pembalap pemula lokal untuk berprestasi dengan bertanding dengan lawan yang sepadan tanpa harus takut kalah sebelum perang karena melihat lawannya sudah malang melintang diduni ini.

Perjuangan keras komunitas membuahkan hasil dengan sukses menyedot lebih dari 264 starter dari 7 kelas yang dilombakan dan kesemuanya menggali potensi pembalap lokal. 2 busur kesuksesan ini adalah dengan semakin banyak bermunculan pembalap murni lokal kecamatan sekitar event dan semakin membuka mata para penyelenggara lokal yang belum mengerti dan pura-pura tidak mengerti akhirnya sudah mulai merapat untuk menggelar event dengan meminta rekomendasi dari pengprov IMI Jabar.

Kemudahan Grade C ini sangat meringankan beban promotor lokal dengan hanya membayar rekom jauh lebih murah, surat ijin hanya sampai tingkat PolsekĀ  dan Polres hanya sekedar pemberitahuan, asuransi peserta dan penonton serta hanya mengirim satu juri lomba.

dudi fm

Ramainya gelaran kelas lokalan ini justru menarik perhatian para sponsor non nasional turut support mensukseskan event ini lho bro. DFM gallery asal Bandung yang jago memproduksi Arm Klx, step trail dan beberapa asesories trail serta apparel inipun sangat antusias mensupport event lokalan.“Saya sangat puas melihat gelaran ini, meskipun kelas lokalan, tapi event ini sangat ramai dan antusias penontonpun begitu semangat melihat para jagoan lokalnya beraksi dan juara, disamping saya support di event ini sekalian mentoring Vindy Am sang adik yang ikut dikelas pemula, mudah-mudahan kedepannya bisa support seluruh seri, sementara masih melihat dulu peluangnya ikut support di 4 seri ini” terang Dudi FM dengan senyum khas bintang film Hongkong.

dadang ruyana

Hal senada juga dilontarkan sang Boss BRONX Oceano Dadang Ruyana,” Tujuan saya ikut support karena kegemaran saya didunia ini, agar grasstrack Jawa Barat semakin maju, baik pembalapanya, mekaniknya dan juga panitia lokalnya agar balapan liar semakin menipis dan terus menghilang sehingga tidak ada event bentrok yang akhirnya juga akan merugikan mereka juga. Disamping ituĀ  juga tujuan Bronx nyemplung sebagai proses pembibitan pembalap pemula untuk kita usung dievent lebih besar nantinya dengan mengirim 20 pembalap terbaik untuk diadu digrand final 3 region, tentunya tidak hanya prestasi tapi juga tingkah lakunya juga dinilai agar kedepannya tidak menjadi pembalap profesional” jelas bapak dari Prabu Renanda yang event kali ini turun dikelas Mini moto 8 sampai 10 tahun sabet juara 2 dan minimoto 10 sampai 13 tahun rebut posisi 4.

Tanggapan positif lainnya juga terlontar dari Juri Pengprov Jamaludin atau lebih dikenal Edy Banda, ” dengan gelaran ini sangat terasa sekali proses pembibitan dan pembinaan, dari yang awalnya pembalap main slonong tanpa melalui proses scrutinering sekarang sudah mulai mengerti, dan para promotor yang tadinya sering menggelar event liar sudah mulai tertarik dengan gelaran super hemat ini”.

pelopor

Semoga proses pembibitan dari kampung ke kampung akan semakin memberi semangat lebih bagi pembalap lokal kecamatan untuk semakin berprestasi dan promotor lokalpun turut melirik event tanpa harus curi-curi gelar event liar.

Penulis: Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot