OtomotifZone.Com – Merauke. Dua jawara kontes Merauke pada kelas berbeda harus relakan posisinya tergeser keposisi kedua setelah point nilainya dipenalti oleh ketiga juri pada gelaran MGMC Modification Contest 2022 yang berlangsung di GOR Hiad Say Merauke, akhir pekan lalu (26-27/3).
Setiap modifikator tentunya punya harapan dan ambisi besar untuk bisa meraih predikat juara saat mengikuti ajang gelaran kontes modifikasi sebagai bentuk apresiasi, yang akan menambah pengalaman serta jam terbang selain tentunya kebanggaan tersendiri akan hasil karya mereka.
Meskipun ajang kontes MGMC Modification Contest 2022 hanya setingkat lokal namun panitia beserta juri sepakat tetap menerapkan aturan sesuai regulasi serta memberikan sanksi pemotongan point kepeserta yang melanggar aturan, hal itu wajib agar para peserta lokal dapat menjunjung tinggi sportifitas lomba,serta juri secara obyektif bisa menilai secara maksimal.
“kami coba tegas disini untuk mengedepankan regulasi dan itu diwajibkan baik bagi peserta maupun juri untuk bisa komitmen,contohnya kalau sudah ditetapkan loading terakhir sekitar pukul 14.00 misalnya, ya harus tegas. Tidak boleh lagi ada dispensasi untuk peserta termasuk memberi sanksi apalagi tidak mengikuti sesi pemeriksaan kendaraan, melewati jam yang sudah disepakati, meski penjurian belum dimulai. Peserta tersebut wajib kena sanksi pemotongan poin 10 sampai 50 poin. Begitupun kreteria penilaian, juri harus lebih jeli dan obyektif ,” ujar Dayat,salah satu Juri.


Tampilan motor kedua peserta cukup eye catching dan mendominasi kreteria penilaian. Melihat tampilan dari Si Pitung Garapan Omega motor yang berkelir hitam polos berbasis mesin Honda Win membuat pandangan mata yang menyaksikan langsung, jadi terasa nyaman dan betah saat memandanginya. Karena nampak tidak berlebihan pada penggunaan aksesoris, secara detail mendapatkan sentuhan cukup rapi berkat paduan modif dibeberapa panel, yang membuatnya terlihat lebih harmonis serta tetap mengedepankan fungsional,C70 milik Febri harus puas bertengger dipodium kedua pada kelas Fashion Style kategori Bebek/metic.

Begitu pula Kawasaki Ninja R garapan Tyo Paint cukup tampil pede untuk dapat menuangkan imajinasi serta kreasinya dengan memilih konsep yang tepat pada ubahan modif nya pada dua kelas yang diikuti. Lihat saja tampilan maksimal dari motor lansiran tahun 2015 tersebut yang kini nampak pangling dan berkesan lebih dinamis serta sporti dengan penerapan peranti detail yang pas dibeberapa sudut bagiannya.
Untuk finishingnya, Tyo melaburi seluruh permukaan body Si Ninja dengan cat berkelir biru candy lembut dan tidak terlalu ngejreng, juga bagian pernishnya dilapisi lagi sebanyak 3 kali biar hasilnya maksimal.

Tema yang dipilih oleh M.Firmansyah pemilik motor ini memadukan model sporty ala thailook yang identik dengan aksesoris berbau racing look, tidak ada ubahan yang berlebihan pada ninja berkelir biru ini masih tetap pertahankan tampang aslinya. Kreatifitas dari tim Tyo Paint ini patut diacungi jempol saat merestorasi beberapa bagian bidang motornya, karena berusaha mengerjakan sedetail mungkin pemasangan dan pemilihan aksesoris yang digunakan dan tentunya faktor kebersihan menjadi perioritas utamanya.
Mendengar keputusan dewan juri saat pengumuman hasil pemenang Kontes merauke, modifikator Tyo iklas menerima putusan “Ini yang seharusnyanya dijalankan setiap event di Merauke lebih mengedepankan regulasi, dan saya rasa keputusan atau penilaian dari juri bukan berdasarkan selera tetapi berdasarkan aturan yang ada pada buku panduan lomba, saya berharap event seperti sekarang dapat diteruskan kedepannya, soal keputusan pemenang saya juara kedua di kelas Airbrush,diterima dengan iklas lah” Pungkas Tyo.
Penulis | Foto : Alpacino

