OtomotifZone.com-Sentul. Lahirnya pembalap F1 top Dunia banyak muncul dari dunia karting, dan lahirnya pembalap top Indonesia dimulai dari lahirnya bibit-bibit baru pembalap tanah air juga ternyata sudah kembali dimulai dengan munculnya kelas Entry Level.
Kelas pembibitan dan pembinaan ini hadir digelaran Eshark Rok Cup Indonesia, sejak seri 1 hingga seri pamungkas Minggu kemaren (4/9), partisipasinya semakin menunjukan amino besar terhadap perkembangan dan munculnya bibit-bibit baru karting Indonesia.
Proses ini sangat tepat dilakukan Karting Indonesia, Entry level dibuatkan kelas sendiri, tidak digabung dengan kelas cadet ataupun mini, karena jam terbang dan skill juga sangat berbeda.
10 peserta diseri 6 kemaren, dimana diseri-seri awal hanya terisi 6-7 pembalap sudah menunjukan greget positif, harapan regenerasi karting Indonesia terbuka dan kompetisinya akan sangat seru tahun-tahun berikutnya jika melihat kelas Junior juga sering minim peserta, hadirnya kelas ini membawa angin segar tentunya.

Apa sih yang mendasari lahirnya kelas Entry Level, Ade Satya dari Eshark Rok Cup Indonesia memberi penjelasan, “Tujuan dibukanya kelas entry level adalah untuk menjembatani pembalap-pembalap belia umur 6 hingga 13 tahun yang ingin berkarir didunia karting tanpa harus bertarung dengan pembalap Cadet/Mini dalam 1 race, entry level tentunya untuk memberi ruang pembibitan pembalap baru mengenal go kart, tapi jika dalam kurun waktu 1 tahun kompetisi dirasa sudah cukup, bisa melanjutkan dikelas level lebih tinggi, bisa Mini maupun Junior, tergantung usia disaat pembalap tersebut sudah dianggap bisa dan mampu berkompetisi dikelas tersebut”.

Nada positif juga muncul dari Direktur OnRoad R4 PP IMI saat dimintai pendapat tentang kelas Entry Level, “Dari minat pembalap baru di kelas entry level cukup baik dan menggembirakan, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara, tapi pembinaannya masih diserahkan ke parent dan sponsor masing-masing, karena kembali ke masalah klasik yaitu dukungan finansial, ada beberapa pembalap muda yang sudah mulai tinggal dan sekolah di Europe karena disana event dan kompetisinya lebih banyak dan lebih ketat, sehingga bisa meningkatkan skill dan prestasi mereka, semoga Entry Level menjadi pintu lahirnyaa banyak pegokart Indonesia potensial”, tutur Anthony Sarwono.
Sedikit tambahan, Perlu tidak sih event karting tidak hanya digelar di satu sirkuit saja?, “Menurut saya dari sisi promotor sedah baik dan bisa menjamin kesinambungan penyelenggaraan, hanya perlu ada tambahan sirkuit laen supaya suasana tidak monoton dan bisa menambah gairah pembalap-pembalap baru untuk bisa menekuni balap karting, juga bagi pembalap existing ada venue baru yg lebih challenging…dan menambah semangat”, tambah Meneer Wono.

