OtomotifZone.com-Sentul. Rencana awal hanya akan mengikuti 1 kelas saja diajang kejurnas Eshark Rok Cup putaran ke-2, namun setelah melihat banyaknya pegokart senior yang turun, membuat niatnya urung hanya turun dikelas Gearbox saja namun dalam satu event turun di 2 kelas berbeda.
Disinilah teknik dan fisik sang pembalap diuji, tidak mudah untuk menjaga fisik jika dalam satu event mengikuti 2 kelas sekaligus, apalagi jika race yang disusun penyelenggara sangatlah padat dan ketat, siap-siap persiapan yang sudah disusun rapi akan berantakan tanpa hasil maksimal.

Namun itu tidak berlaku bagi juara Asia Max Challenge kelas Junior2016, kelas gearbox yang menjadi target juara nasional Gearbox 2016 ini akhirnya juga ikut meramaikan kelas Senior Rok setelah disitu turun pegokart Asal Singapore Romain Leroux, Danial Prost, sementara pegokart Nasional yang turun dikelas ini ada Zahir Ali, Ferrel Fadhil yang baru turun dikancah Eshark Rok Cup membuat Prass semakin bersemangat. turun di 2 kelas berbeda dalam 1 event.

Hasil podium 4 dikelas Senior rok bukanlah hasil yang buruk, apalagi tanpa persiapan selain turun dikelas gearbox, hasil kurang maksimal di Qtt hanya menempati posisi 7 kemudian naik satu peringkat diposisi 6 hasil heat dan kembali turun diposisi 7 hasil prefinal, rupanya dijadikan pembalap Hard racing untuk bermain maksimal dan ngotot sebelumnya akhirnya mampu podium 4.
Sementara dikelas Gearbox, Prassetyo Hardja sapu besih seluruh race dan menyandang podium tertinggi dan mengulang sukses diseri perdana Januari lalu sebagai pegokart belum terkalahkan.
Selamat Prass.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

