OtomotifZone.com – Singapura. Semangat berinovasi serta konsistensi riset para mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, kiranya mampu menginspirasi banyak pihak. Di antaranya inspirasi untuk ikut serta, mendukung aktifitas generasi muda penerus bangsa tersebut.
Salah satu konsistensi riset dan inovasi tersebut adalah antusiasme para mahasiswa, dalam mengikuti kompetisi kendaraan hemat energi. Apa yang dilakukan para mahasiswa tadi kiranya mendorong PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR. SRI terpacu untuk ikut melakukan riset dan inovasi, terkait teknologi ban motor.
Dalam ajang kompetisi kendaraan hemat energi Shell Eco Marathon (SEM) 2018 yang di gelar 8-11 Maret di Changi Exhibition Center, Singapura, FDR kembali memberi dukungan. Lewat penyediaan ban prototipe berteknologi Eco Smart Tire (EST) pada sejumlah tim peserta asal Indonesia.

“Sebuah kebanggaan bagi kami, jika tim dari Indonesia bisa juara. Apalagi dengan memakai ban FDR,” kata Dikkie Darwanto, Direktur Marketing SRI. Pihaknya pun berharap, sejumlah tim Indonesia yang menjadi peserta SEM 2018 bisa mengharumkan nama bangsa, dengan menjadi juara di SEM 2018 Singapura.
Ban FDR Mampu Menambah Jarak Tempuh
Pada ajang SEM 2018, lebih dari 120 tim mewakili 18 negara ikut serta. Indonesia sendiri diwakili 26 tim dari 20 perguruan tinggi yang ikut berkompetisi. Adapun 8(delapan) tim di antaranya menggunakan ban prototipe FDR. Keikutsertaan FDR, dalam mendukung tim Indonesia berkompetisi di ajang SEM, telah dilakukan sejak tahun 2012.
“Awalnya saat pertama kali ikut, tak banyak perubahan yang kami lakukan pada ban FDR,” kata Jimmy Handoyo, Technical Development Department Head SRI. Namun melihat semangat para mahasiswa Indonesia selaku peserta dan input dari mereka, akhirnya SRI melakukan pengembangan. Hingga terciptalah ban FDR berteknologi EST yang memiliki low rolling resistance atau tahanan gelinding rendah.

Garuda UNY Team dari Univ. Negeri Yogyakarta, menjadi salah satu yang didukung FDR. Ilham Nofi Yoga, Manajer Garuda UNY Team coba membuktikan, perbedaan antara menggunakan ban biasa dengan prototipe FDR.
“Sebelum memakai ban FDR, kendaraan kami hanya mampu menghasilkan jarak tempuh (gelinding) sejauh 180 meter. Setelah menggunakan ban FDR pada prosedur yang sama, gelindingnya tak kurang dari 350 meter. Bobot total kendaraan juga berkurang signifikan,” ucapnya.
Sedangkan Billy Firmansyah, Manajer Non Teknis tim Sapu Angin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengatakan, ban prototipe FDR membuat setingan Vehicle Dynamic jauh lebih baik. “Sehingga konsumsi bahan bakar kendaraan tim kami bisa jauh lebih baik,” ucap Billy.
Ia menambahkan ban prototipe FDR bukan hanya digunakan di kompetisi tingkat Asia. “Ban prototipe FDR ini telah kami bawa hingga kompetisi tingkat dunia, di Driver’s World Championship (DWC), London,” kata Billy. Ban prototipe FDR juga telah mengantarkan sejumlah tim mahasiswa Indonesia, menjadi juara di SEM tahun-tahun sebelumnya.
Perlu diketahui, tahun 2018 merupakan partisipasi ke-2 Garuda UNY Team di SEM. Tahun pertama ikut SEM, tim tersebut langsung menyabet podium juara. “Tahun 2017 dengan kendaraan UG-17 memakai ban FDR, kami berhasil meraih prestasi Juara 3 Urban Concept ICE dan Runner Up Safety Award,” terang Ilham. Maju terus mahasiswa Indonesia!
Naskah : Alun Segoro Foto : FDR Tire

