OtomotifZone.com-Sentul. Eshark Rok Cup Indonesia seri 1 2023 yang sudah usai digelar Sabtu-Minggu, 28-29 Januari 2023 di International Karting Circuit Bogor regulasi baru promotor sontak bikin event semakin greget.
Beda dari tahun-tahun sebelumnya, gelaran Eshark Rok Cup Indonesia yang sudah memasuki tahun ke 10, dimana pertama kali dicetuskan tahun 2013 lalu dengan titel Eshark National Karting Championhsip dan kemudian menjadi Eshark Rok Cup Indonesia ini bikin gebrakan baru ditahun 2023, event yang selama ini digelar sehari, mulai tahun ini event digelar Sabtu dan Minggu, jelas kompetisi semakin ketat.
Namun yang bikin paling gemes dan mendebarkan adalah diadakannya 2 kali final untuk kelas utama, tergantung tentunya jumlah peserta dan grid, dan seri perdana yang menerapkan aturan Final A dan final B adalah kelas Mini Rok dan Senior Rok, karena jumlah peserta dikelas tersebut banyak pembalap hampir memenuhi gird.
sistem penerapan 2 sesi final dengan aturan finisher 1 hingga 6 difinal A, akan dibalik posisinya saat final B, anggap A finish pertama difinal A akan menempati grid 6 difinal B, begitu seterusnya hingga finisher diposisi 6 saat final A akan menempati grid terdepan saat final B, aturan tersebu memang bikin semua mempunyai peluang dan kesempatan untuk meraih podium.

Karena apapun hasil final A dan final B tetap akan meraih trophy kejuaraan mengikuti race yang diikutinya jika saat race tidak ada kendala dan menempati top 5 ditiap race dan kelasnya. Respon positif datang dari Anthony Sarwono, chief steward event perdana, “Dengan adanya regulasi baru mengenai dua kali final race menurut saya cukup memberikan kesempatan bagi yang tidak kebagian podium di final A, apalagi dengan dibaliknya posisi start di 6 besar, peluang menjadi lebih terbuka, seperti balapan dengan race 1 dan race 2, keuntungan lain dari 2 sesi final ini, Pembalap harus bisa lebih memanage ban karena jumlah lapnya bertambah, jadi ajang adu strategy untuk memaximalkan tyre grip sampai lap terakhir, disitu juga memberi kesempatan mekanik untuk set up”.

Race makin panjang dan lama, sebetulnya tidak juga, karena dievent lainnya diberlakukan 2 heat, justru sisi kompetisinya semakin menarik dan menantang, hal tersebut disampaikan Ade Satya dari Eshark Rok Cup menjawab pertanyaan penulis, “Kenapa akhirnya kita membuat aturan baru 2 kali final, kita memberi kesempatan kepada pembalap untuk berkompetisi penuh dan mempunyai peluang finish dan raih podium juara, karena dengan ganti posisi top 6 saat final A dan Bi, kami memberi peluang dan kesempatan pembalap yang tidak finish didepan jika mampu memanfaatkan kesempatan ini terbuka lebar untuk meraih podium, biar balap makin menarik dan memberi kesempatan pembalap juga untuk terus berprestasi”.
Sebuah terobosan yang sangat menarik, jika kita melihat di road race atau garuk tanah, ada Moto 1 dan Moto 2, dan saat diterapkan digokart sangat menarik, mekanik dan pembalap juga bisa diskusi dan atur strategi, set up chassis dan engine dan tyre, pokoknya memang punya greget keren.

