OtomotifZone.com-Shah Alam, Malaysia. Mungkin sebagian orang menganggap judul diatas lebay atau cari sensasi, tapi kenyataan yang selalu ditonjolkan, bukan cari sensasi atau malah naikin rating, bukan lho…tapi ini asli, fakta dan nyata.
Ya…107 lap atau putaran sudah dilakoni Prassetyo Hardja dilaga X30 SEA, ajang gokart se Asia Tenggara meski pesertanya dari Asia ini menjadi prestasi yang cukup spektakuler, rangkaian demi rangkaian race yang dijalaninya membuat angka 107 adalah real, sebelum berita ini dilanjutkan, ayoo siapkan kalkulatonya dulu yah…yaahh…

Mari kita berhitung. Prassetyo diajang ini mengikuti 2 kelas, baik kelas senior dan kelas Shifter, kelas keduanya tentunya mempunyai tahapan-tahapan yang ditentukan oleh promotor even, baik practice atau latihan resmi, Time trial, heat hingga final, semuanya ada hitungannyanya.

Laga kelas Senior Prassetyo Hardja menghabiskan total 78 lap, hasil terebut terakumulasi dari Practice melahap 6 lap, Qualifying hanya melahap 3 lap, kemudian melahap 24 lap untuk 2 heat, disusul 18 lap untuk prefinal dan 20 lap saat race final, sebelumnya melahap 8 lap jelang prefinal, betul tidak jumlahnya 70 lap.

2 kali kelas senior usai diikutinya, baik prefinal dan final, Prass tidak mempunyai waktu untuk tarik nafas, langsung turun kembali dikelas Shifter, Prassetyo Hardja harus kembali mengumpulkan jam terbang sepanjang 29 putaran, jumlah tersebut diakumulasi dari 3 lap saat Time Trial itupun karena harus pasrah putus rantai, 12 lap diRace 1 dan 14 lap dirace 2.

total 107 lap memang sangat menguras tenaga pelajar SMU Kesatuan, seluruh team turun tangan memberi dukungan penuh, Bandrio dan Godel sebagai mekanik memberi support dan tidak sungkan-sungkan memberi service plus dengan pijatan didgrid, Handi Hardja sang Ayah dan mentorpun memberi dukungan semangat, apalagi Prazz pernah berujar kiat apa bisa ikut 2 kelas dalam satu race dan sukses. Jumlah akan bertambah jika warm up kelas shifter dia ikuti.

“saya hanya berusaha sekuat tenaga untuk bermain tenang dan tak emosi saat diovertake lawan, saya harus konsisten jaga race agar tidak ada kesalahan sedikitpun agar tetap menyelesaikan race, apalagi race 1 saya mendapat point penuh, sehingga race 2 kelas shifter, saya menjaga jarak aman dan mengamankan point”,papar Prazz.
Mepetnya waktu race tanpa jeda antara kelas senior dan Shifter memberi pelajaran,betapa fisik prima sangatlah dibutuhkan.
Emang tenaga banteng..
photo :Edi Batrawan




