Beranda Headline Grand Finals Portugal : Prassetyo “Special Boy” Hardja Menjadi Pusat Perhatian Rotax...

Grand Finals Portugal : Prassetyo “Special Boy” Hardja Menjadi Pusat Perhatian Rotax Dunia

0
11862
Prassetyo Hardja kibarkan Merah Putih
Prassetyo Hardja kibarkan Merah Putih

OtomotifZone.com-Portugal. Awal keikutsertaan dikancah Rotax Asia saja sudah menjadi pusat perhatian saat juara Asia Junior Max 2016 langsung loncat 2 kelas sekaligus saat tahun 2017 turun dikelas para raja Rotax, DD2 Senior, bukan bertahap menapaki kelas Senior Max.

Menjadi semakin menjadi perbincangan, tatkala pemuda belia tersebut bisa menyandingkan 2 gelar sekaligus tahun ini diajang berbeda, dimana putra Juara Master Max dan DD2 Veteran Handi Hardja ini menyabet gelar juara Asia Senior X30 dan juara Asia DD2 Senior, keduanya diraih ditahun yang sama dan tahun pertama turun dikelas tersebut.

Berakhirkah memperbincangkan seorang pelajar SMU Kesatuan Bogor kelas 11 IPS ini, tentunya tidak, selang 2 minggu setelah keikutsertaan diajang IAME International Finals 2017 Le Mans Prancis minggu ke-2 Oktober lalu, awal bulan November ini, tepatnya 4-11 November, langsung mengikuti ajang Rotax Dunia yang digelar di Portimao Portugal.

Prass dan Bandrio
Prass dan Bandrio

Disinilah seorang Prassetyo Hardja menjadi trending topik ajang Rotax Grand Finals 2017, kenapa…?? disamping menjadi satu-satunya pegokart termuda yang turun dikelas DD2 Senior, ternyata dirinya menjadi satu-satunya pegokart Asia yang lolos babak final.

Tidak berhenti sampai disitu, saat dirinya meraih posisi 8 saat Prefinal sebetulnya awal perbincangan tersebut dimulai, namun kita melanjutkan kehebohan perhatian Rotax Dunia terhadap dirinya, Race commentator berkali-kali menyebutkan dirinya, mampu meraih posisi 20 dunia meski start diposisi 30 hasil akumulasi perhitungan qualifying heat hingga Prefinal, kemudian semakin menjadi pusat perhatian saat dirinya mampu “mengasapi” 2 kali  juara dunia DD2 senior 2015 Portimao dan 2016 Sarno Itali asal Hungaria, Ferenc kancsar yang hanya menempati posisi 27 dunia.

Target masuk babak final memang target awal, namun tidak begitu berlebihan awalnya, namun kenyataan dilapangan, Prass mampu memberikan yang terbaik untuk dirinya, keluarga, mekanik dan juga Bangsa, jika performa engine dan chassis sudah ketemu setingan sejak awal, hasil maksimal akan berbicara, namun dengan jujur kita katakan, kondisi suhu dan aroma balap Eropa sangat jauh berbeda dengan kondisi saat berlaga di Asia, itu yang diakui Bandoko, selaku chief mechanic mengatakan, “kondisi track, suhu, aspal di kita beda dengan di sini (Eropa), butuh konsentrasi tinggi untuk mendapatkan setingan yang yahud, dan ketemunya baru di Prefinal dan Final, tapi itulah balapan, apapun bisa terjadi, saya dan Godhel sudah memberikan yang terbaik untuk Prass”.

Handi Hardja, orang tua Prassetyo Hardja
Handi Hardja, orang tua Prassetyo Hardja

“kami selaku orang tua awalnya juga tidak punya target muluk-muluk, asal masuk babak final sudah cukup bagi Prass untuk mengukur kemampuan dirinya dikancah dunia, Puji Tuhan target terlampaui, dan kenyataan Prass berada diranking 20 dunia itulah hasil maksimal yang diraih Prass, semoga tahun depan bisa meraih hasil maksimal”. papar Handi Hadrja, orang tua Prassetyo Hardja.

Patut diacungi jempol untuk seorang Prassetyo Hardja, diawal penampilannya dikancah Rotax Dunia mampu memberikan yang terbaik.

Congrats Prass.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses