OtomotifZone.com – Jakarta — Dunia balap tanah air kembali dikejutkan oleh munculnya talenta muda yang luar biasa. Hanin Dhiya Humaira, pebalap wanita berusia 10 tahun asal Jawa Barat, menjadi sorotan setelah tampil menggila sepanjang 2025. Bocah yang akrab disapa Hanin didikan pelatih fenomenal Octane Racing School ini sukses mengukir prestasi fenomenal di ajang bergengsi Pocket Bike, Lenka Shaquille Aldyjaya Cup Prix 2025, dengan menyabet predikat Juara Umum.
Tidak berhenti di situ, Hanin yang bernaung di tim Al28 Racing Team juga menjadi pemuncak klasemen tertinggi di kelas Max 12 tahun, bersaing dan bahkan mengungguli banyak pebalap pria. Pencapaian ini membuat namanya terus diperbincangkan sebagai prospek besar pebalap wanita Indonesia di masa depan.
Proyeksi Karier Hanin di 2026
Saat berbincang hangat dengan tim redaksi, kedua orang tua Hanin mengungkapkan bahwa mereka sudah menyiapkan konsep dan arah perkembangan karier sang anak untuk tahun depan.

“Untuk tahun depan, Hanin rencana akan kita naikkan tingkat dengan menggunakan motor Ohvale dan motor bebek untuk latihannya. Selain itu peningkatan fisik juga akan dilakukan. Rencana akan turun di event FIM dan Kejurnas. Sebab kita berharap Hanin akan menjadi pebalap wanita perwakilan Indonesia,” ujar orang tua Hanin.
Langkah tersebut menjadi sinyal jelas bahwa perjalanan Hanin tidak hanya berhenti di level pocket bike. Keikutsertaannya dalam event FIM dan Kejurnas akan membuka jalan menuju panggung internasional yang lebih besar.

Skill Luar Biasa di Usia Belia
Meski masih sangat muda, sepak terjang Hanin tidak bisa diremehkan. Ia menunjukkan kemampuan teknik tinggi, keberanian di lintasan, serta konsistensi performa yang bahkan berada di atas rata-rata pebalap pria seusianya.
Kecepatan, racing line rapi, hingga ketenangannya saat duel wheel-to-wheel menjadi alasan banyak pengamat menilai dirinya sebagai calon superstar balap Indonesia.
Dengan dukungan orang tua, kualitas latihan yang tepat, serta mental berlaga yang sudah terbentuk sejak dini, Hanin Dhiya Humara menjadi representasi nyata bahwa pebalap wanita Indonesia mampu bersaing dan mendominasi dunia motorsport.
Tahun 2026 akan menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana bintang muda ini akan bersinar. Dunia balap patut menaruh perhatian khusus pada perjalanan karier Hanin.

