
OtomotifZone.com – Yogyakarta. Semestinya ada jeda waktu paling tidak dua minggu setelah lebaran kegiatan balap motor kembali digelar, namun jadwal yang dikejar target maka harus segera di jalankan. Itulah yang di rasakan beberapa event seperti Kejurnas Motoprix Region 2 Seri 6 Yogyakarta yang musti dilakoni dengan target selesai bulan september.
Mengenai hal tersebut, ada beberapa tanggapan seperti yang dikatakan Arief MBG, “Saya sendiri sebenarnya kasihan. Pertama transportasi sulit, jalanan macet. Mereka capek di jalan. Kedua hotel mahal mau makan juga mahal. Belum lagi harus antri kalau mau ini itu. Yah, mau gak mau harus digelar. Promotor hanya menjalankan perintah, selebihnya urusan jadwal dari pusat.”

Saat OtomotifZone menghampiri ke area paddock beberapa crew mengeluh dengan kondisi jalan. “Jalan Solo – Jogja padat merayap mas,” ungkap Juki crew Putra Anugrah. Disebabkan ada pengalihan jalan arus balik menuju ibu kota lewat jalur selatan. Otomatis jalur selatan ramai total. Belum lagi kemarin adalah week end. Jogja selalu menjadi tujuan utama wisatawan. Ya bisa ditebaklah bagaimana kondisinya.
Tanggapan pembalap beda lagi. “Jum’at (1/8) sore sampai di Jogja, Sabtu (2/8) langsung pegang motor. Ini teman-teman banyak yang gak maksimal, yang penting gas saja.” kata Fedri Efendi yang mudik ke rumah orang tuanya di Riau.
Memang dari dulu peserta menjadi korban. Coba kalau ada asosiasi seperti di MotoGP. Jadi team, pabrikan dan promotor bisa berembuk mengatur agar balap terasa nyaman dilakoni.
Penulis : Hafid | Foto Hafid

