
OtomotifZone.com – Makassar. Subhan Aksa akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengprov Sulawesi Selatan untuk masa periode 2012-2016, pada Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Sulsel yang digelar di Hotel Grand Clarion, Minggu 24 Februari melalui pemilihan suara terbanyak. Pemilihan ketua melalui voting tertutup tetap dilakukan, tanpa pendukung salah satu kandidat, Yasir Mahmud yang sebelumnya memutuskan keluar dari forum setelah menilai pemilihan sudah tidak demokrasi dan tidak ada netraliasasi dari pimpinan sidang. Dari total 64 klub otomotif, hanya 40 klub yang memberikan hak suara. 24 klub lainnya memilih walk out. Namun 40 suara dari klub otomotif mendukung Subhan dan dinyatakan sebagai ketua formature IMI Sulsel periode 2012-2016. Meski dalam pemilihan dihujani intrupsi dari kubu Yasir Mahmud, pimpinan tetap tak bergeming dan tetap melanjutkan proses musprov dengan tahapan perhitungan. Dari total 64 suara dari klub otomotif, Ubang meraih 40 suara. Adik kandung dari Ketua Umum PSM Makassar, Sadikin Aksa itu menyisikan saingannya, Yasir Mahmud yang meraih 26 suara namun tidak mengikuti proses pemilihan.
Ubang mengungkapkan, dengan terpilihnya dia sebagai ketua umum IMI Sulsel periode 2012-2016, dirinya akan berusaha mengembangkan IMI Sulsel lebih baik kedepan sesuai visi dan misi yang telah dicanangkan. “Saya tetap bertekad menjadikan IMI Sulsel sebagai Pengprov terbaik di Indonesia. Itu sudah menjadi niat saya nanti,”katanya usai dinyatakan sebagai ketua IMI. Selain itu, Ubang juga mengaku bahwa dirinya tetap kepada para klub otomotif yang telah mempercayakan saya untuk memimpin IMI Sulsel empat tahun kedepan.”Sebagai atlet Otomotif Sulsel, saya berjanji akan mengembangkan IMI Sulsel jauh lebih baik,” kata Ubang. Menurut Ubang, hal yang paling sensitif atau penting dilakukan di masa kepengurusannya adalah pengadaan sekretariat dan sirkuit yang sudah menjadi program kerjanya untuk mengembangkan IMI kedepan. “Proses demokrasi memang cukup alot, tapi kita akan tetap rangkul
seluruh klub otomotif yang ada di sulsel,”terangnya. Terkait dengan klub yang menyatakan dukungan kepada kandidat lain, Ubang mengaku bahwa dirinya tetap akan merangkul seluruh klub dan menambah klub tanpa ada perbedaan dengan klub lainnya yang tidak memberikan dukungan.
“Kami akan tetap merangkul mereka dan ini bukan lagi persoalan klub ini dukung siapa, ini saatnya memperbaiki IMI,”ungkapnya. Sementara itu, pengurus DPP IMI, Billi Marbum, yang menjadi peninjau Musprov Sulsel, mengungkapkan, bahwa proses telah dijalankan sesuai dengan aturan yang ada meski ada beberapa klub yang tidak sepakat dengan proses tersebut namun menurut dia proses telah dijalani sesuai dengan aturan yang ada.
“Ini sudah sesuai dengan proses yang telah ada jadi tidak ada yang dilanggar,”ungkapnya. Billi menambahkan, tugas kedepan ketua terpilih yakni tetap merangkul seluru klub yang ada tanpa melakukan pembedaan dan melakukan
konsolidasi untuk menambah klub dibawa naungan IMI Sulsel. “Saya minta ketua terpilih merangkul semua klub motor yang lainnya karena mereka merupaka bagian dari IMI Sulsel.”Tegasnya.
Sementara, Yasir Mahmud yang juga maju menjadi calon ketua mengaku bahwa musprov yang berlangsung cacat hukum dimana terdapat beberapa pasal yang tidak dibahas sehingga dirinya merasa dirugikan dan keberpihakkan pimpinan sidang Firdaus Sebbu. “Panitia dan pimpinan sidang jelas sekali berpihak pada salah satu calon, ada pasal yang tidak dibahas dan pimpinan sidang sendiri menggunakan pin milik satu calon,”terangnya.
Yasir mengaku menarik seluruh pendukungnya lantaran sidag pemilihan ketua umum terkesan memaksakan kehendak dengan tidak memberikan ruang kepada pihaknya untuk menyampaikan saran yang jelas telah dilanggar. “Kami manarik seluruh pendukung kami karena pimpinan sidang memaksakan bahwa akan melakukan pemilihan secara terbuka tapi kami ingin secara pemilihan dilakukan secara terutup agar lebih demikrasi,”terangnya. Meski demikian, Yasir mengaku akan tetap menerima keputusan yang ada meski dirinya dinyatakan kalah dari pemilihan tersebut,”Mau kalah atau menang kami akan terima asalkan itu dilakukan secara fair tanpa ada tendensi dari pihak manapun. Kami bertarung dengan tahapan dilakukan dengan benar kalau keputusannya apa kita akan terima asalkan dilalui dengan benar.
Penulis : Erick | Foto : Erick

