BerandaInternasionalIAME Asia Langkawi 2019 : Prassetyo Hardja Juara Lagi dikelas Senior

IAME Asia Langkawi 2019 : Prassetyo Hardja Juara Lagi dikelas Senior

OtomotifZone.com-Langkawi Malaysia. Setelah lebih kurang 14 tahun sirkuit Morac Karting Circuit tidak digunakan paska Grand Final Rotax Max challenge 2005 silam, Sabtu-Minggu ini 3-4 Agustus 2019 kembali dihelat gelaran internasional ajang IAME Asia series 2019 putaran 5.

Dan Prassetyo Hardja menjadi penerus keperkasaan pegokart Indonesia saat Satya Sunarsa menjadi juara dunia 14 tahun silam dan Rama Danindro runner up kelas Junior Max, dimana Special Boy menjadi pembalap Indonesia yang meraih kemenangan.

Prass mendapat support mekanik dan pembalap cadet Indonesia

Prassetyo Hardja memenangi pertarungan dikelas Senior penuh kerja keras, cuaca terik  menyengat membuat Prass terus menerus melakukan komunikasi dengan Bandrio sebagai kepala mekanik dibantu dede HN sebelum dan sesudah race, cara-cara dan ramuan jitu yang diracik mekaniknya, membuat Prass digdaya Pre Final dan final meski hasil kurang maksimal diraih saat sesi qualifying dimana mahasiswa tingkat awal Universitas Binus Alam Sutra Serpong ini hanya menempati posisi 7, kemudian mampu meraih posisi 2 diheat 1 dan melorot dan melorot diheat 2 dengan menempati posisi 5.

Handi Hardja, menunjuk keatas simbol terima kasih sama yang di ATAS

Hasil penggabungan 2 heat, saat prefinal Prass start diposisi 3 dan mampu finish diposisi pertama setelah sebelumnya sempat melorot diposisi 6 saat race baru dimulai, namun lambat laun Prass mampu menyusul satu demi satu hingga 18 putaran dan menempati posisi depan saat bendera finish dikibarkan.

Sirkuti Langkawi mempunyai keunikan tersendiri, track sepanjang 1400 meter dengan 18 karakter tikungan varitatif ini membuat pembalap yang berada di grid terdepan untuk memilih posisi start, karena biasanya grid pertama selalu disisi dalam tergantung tikungan pertama belok arah mana, Prass memilih menempati grid 2 meski sebetulnya Prass menempati grid pertama  disebelah kiri karena tikungan pertama kearah kiri, namun jebakan setelah melalui tikungan pertama langsung dihadang tikungan parabolik kearah kanan, dan Prass lebih memilih posisi kanan meski memasuki tikungan pertama berada diluar, tapi mempunyai keuntungan langsung masuk bagian dalam tikungan 2, dan pilihan tersebut sangat pas dan jitu.

Prassetyo Hardja podium tertinggi kelas Senior

Prass langsung  melesat tajam  meninggalkan lawan-lawannya hampir tanpa tersentuh sedikitpun, Lester So pembalap asal Hongkong yang selama race selalu membuntuti dibuat kalang kabut dan malah duel dengan  Ayato dan Dick Yu dan Akheela Chandra dari indonesia.

Prassetyo Hardja bertahan selama 20 lap tidak tersentuh dan meninggalkan gap lawan dibelakangnya 4.768 detik dari tekan satu team Stratos Motorsports Ayato Iwasaki asal Jepang.

“Perjuangan keras ini membuahkan hasil, Kerja keras seluruh team mengantarkan saya menjadi juara dengan Chassis CRG, jurus-jurus jitu disaat penting dikeluarkan Bandrio dan godel, Terima kasih untuk team stratos Motorsports, Merlin untuk enginenya, saya dan team tinggal mengatur strategi di seri akhir Sepang September depan”. Papar Prass.

Rasa syukur juga menyeruak pada seluruh team, mekanik saling berpelukan dalam suasana haru bahagia, tak luput Handi Hardja, orang tua Prass yang selalu setia menemani disetiap race menunjuk ke langit secara berucap, “disamping kerja keras Prass, mekanik dan team, pertolongan Tuhan juga menjadi salah satu kunci kemenangan Prass, dukungan dan doa keluarga di rumah serta doa-doa para karyawan menjadi penguat Prass.”

Kerja keras tidak menghianati hasil, dan itu berlaku untuk Prassetyo Hardja, dengan chassis CRG mampu membuat kemenangan disaat pembalap lain eksodus ke merk lain.

Selamat Special Boy… tinggal selangkah lagi, juara Asia segera direngkuh kembali, tetap semangat.

penulis dan photo : Edi Batrawan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot