OtomotifZone.com – Bogor. Luar biasa! Setelah 13 tahun vakum, ajang drag race moge kembali digelar di Indonesia. Indonesian Big Bike Drag Race Championship 2017-2018 (IBBDRC) yang disponsori Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta telah menyelesaikan Seri-1 di Lanud Den Bravo-90 Paskhas TNI-AU, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (28-29/10).
IBBDRC yang mengusung tema besar ‘The Legend is Back’ ini rencananya akan dilakukan 8 (delapan) seri. Yaitu Seri-1 di Bogor (sudah dilaksanakan), Seri-2 Malang, Seri-3 Yogyakarta, Seri-4 Medan/Lahat, Seri-5 Cirebon, Seri-6 kembali ke Yogyakarta dan Seri-7 Sentul, Bogor.
Untuk Seri-1 diikuti 154 starter, dengan 116 dragster yang bernaung di bawah 23 tim balap. Diantaranya tim TKM HDCI, MBC Karawang, Monochrome Performance, Termo HOG Jadoel, Bimo Custom Bikes, Patiunus, Evo Cycle Work, Sporster Indonesia – Garasi 19, FBL Racing Team, Street Junkie, Knight Biker MC, OldCrack Cycle, FOG, Sak Madyo dan lainnya.
Drag race championship ini memperlombakan 8 (delapan) kelas. Yaitu Street s/d 750cc, Sportster s/d 1200cc, Dyna & Softail s/d 1550cc Evolution & Twin Cam Engine dan Dyna & Softail s/d 1900cc Twin Cam engine.
Lalu kelas Touring s/d 1550cc Evolution & Twin Cam Engine, Touring s/d 1900cc Twin Cam Engine, FFA Harley-Davidson Street, Sportster, Dyna, Softail, Touring & Vrod, serta kelas FFA Umum untuk semua tipe dan merek kendaraan bermotor roda dua 600cc ke atas.

Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta mengatakan sebagai Dealer HD di Indonesia, Anak Elang sangat mendukung ajang ini. Menurutnya IBBDRC sangat menarik antusiasme masyarakat di dunia otomotif.
“Di Indonesia mungkin jarang mendengar drag race moge, khususnya HD. Padahal di negara asalnya, HD terkenal di dunia drag race. Salah satunya lewat HD Street Rod yang tipe terbarunya hadir di Indonesia Agustus 2017,” papar biker senior ini.
Suherli, Direktur Harley Owners Group (HOG) Anak Elang of Jakarta Chapter menyatakan sebagai biker, khususnya dari HOG, sangat mendukung acara ini. Selama ini bikers melakukan kegiatan gathering, touring sambil baksos dan lainnya.
“Bikers juga punya sisi lain, yaitu prestasi. Tak mudah menjadi dragster maupun membangun motor drag race. Seri perdana ini sekaligus pembuka pintu nostalgia bagi bikers yang pernah ikut di ajang serupa pada tahun 2004,” urainya.
Bimo Hendrawan, builder Bimo Custom Bikes yang menjadi peserta mengaku pernah ikut drag race 2004 lampau. Menurutnya antara drag race 2004 dan yang sekarang, ‘ngulik’ nya jauh lebih gila yang sekarang.
“Tapi secara teknologi lebih simpel. Tinggal naik ke dyno test, cek berapa horse power, lalu main rasio saja. Saya gak perlu tuning-tuning, coba sana-sini kayak jaman dulu. Kalau di trek Rumpin ini, mengingat cuaca agak mendung, bensin agak saya ‘cekik’ dan ban kempesin sedikit,” ujar Bimo yang turun di kelas 750cc, 1900cc dan FFA HD.
Selain sportivitas, IBBDRC juga utamakan profesionalitas dan unsur safety. Regulasi balap sesuai aturan Ikatan Motor Indonesia (IMI) diterapkan. Sabtu (28/10) agenda diisi scruittenering, technical meeting dan latihan. Sedangkan Minggu (29/10) diisi kegiatan utama drag race dan pengumuman pemenang.
Dikarenakan cuaca sangat buruk, sehingga tak mungkin melanjutkan drag race. Hanya 3 kelas yang selesai lomba di Seri-1 IBBDRC. Adapun 5 kelas yang belum dilombakan akan dilakukan di Seri-2 Malang, Januari 2018.
“Pada Seri-2 nanti selain 8 kelas, akan ditambah 5 kelas sisa Seri-1 ini,” ucap Donny Mahardjono, Ketua Komisi Balap Motor IMI, sebagai Safety Officer. Didampingi Tb. Roy Fachroji Basuni, Ketua dan sejumlah anggota Pengprov IMI Banten.
Naskah & Foto : Alun Segoro




