Istilah dan Arti Macam Rintangan Disirkuit Motocross

159
motocross
motocross

OtomotifZone.Com – Jayapura. Seperti pada ajang balapan motor pada umumnya, motocross merupakan salah satu olahraga yang cukup beken, dan Indonesia telah menjadi tuan rumah dua seri event motocross dunia yakni MX GP beberapa waktu lalu,serta pada PON Papua nanti motocross merupakan nomor cabor yang perdana dilombakan pada Pesta Olah Raga empat tahunan bulan Oktober 2021 di Kota Merauke,Papua, namun banyak istilah rintangan disirkuit motocross yang banyak orang awam belum tahu.

Ada banyak ragam rintangan pada lintasan Motocross
Ada banyak ragam rintangan pada lintasan Motocross

Balapan memakai motor trail juga punya beberapa istilah yang dinamai disetiap lintasannya. Tentunya para pembalap, penghobi, atau pecinta motocross wajib tahu, ada banyak ragam rintangan pada lintasan khusus untuk motocross. Biasanya dengan medan atau rintangan yang bervariatif mulai dengan belokan datar,belokan tajam,trek yang curam dan gundukan tanah sehingga membuat pembalap harus jumping dengan mengatur ritme kecepatan motor yang berbeda.

Tikungan  seperti di bidang balap flat track
Tikungan seperti di bidang balap flat track

Nah, Otozoner yang mengaku memiliki hobi motocross, ada baiknya untuk mengetahui istilah-istilah rintangan di sirkuit motocross. Berikut istilah dan arti macam rintangan di sirkuit motocross :

  1. Bermed Corner – Sudut tikungan dimana sisi luar tikungan terdapat tanah agak tinggi yang sering dimanfaatkan pembalap untuk melahap tikungan dengan cepat dan kecepatan cukup tinggi untuk overtaking.
  2. Step On – Sebuah lompatan kecil yang mendahului Table Top atau ‘punuk’ sebagai media bagi pembalap sebelum melibas table top.
  3. Table Top  Gundukan tanah yang tinggi dan cenderung datar pada bagian atasnya yang mampu mengangkat pembalap sebelum terjun ke seksi selanjutnya.
  4. Step Off  Sebuah tumpuan tanah kecil selepas Table Top. Step On dan Step Off ini hampir selalu ada bersama-sama. Sederhananya Step On untuk persiapan melompat Table Top dan kemudian dari Table Top landingnya ke Step Off.
  5. Flat Corner – Sebuah tikungan yang datar tanpa berm, yang  cukup licin dan menyerupai tikungan seperti di bidang balap flat track.
  6. Rollers Sedikit bagian dari trek yang menyerupai bukit-bukit kecil, biasanya sebagai awalan perbedaan elevasi tanah yang lebih tinggi.
  7. Ski Jump  Sebuah drop-off panjang setelah bagian yang tinggi pada trek. Makna dari drop-off sendiri adalah turunan terjal dimana sepeda motor harus melompat turun bukan hanya meluncur turun.
  8. Double  Dua ‘punuk’ lompatan besar berturut-turut dimana pembalap biasanya mendarat di sisi turunan pada tanah yang kedua. Pembalap mampu melompat berkat perbedaan tinggi dan dalam kecepatan serta pada jarak tertentu dengan melompati dari seksi yang pertama.
  9. Sharp Turn  Tikungan yang sempit dimana hanya menawarkan sedikit ruang untuk kesalahan (susah mengoreksi racing line) dan biasanya memperlambatan kecepatan signifikan dan perlu skill dan teknik tinggi.
  10. Turn Sweeping  Bagian trek yang lebih luas dimana sering digunakan untuk overtaking dan juga mengoreksi kesalahan pembalap pada tikungan sebelumnya. Serta pada bagian tersebut memungkinkan pembalap untuk mempertahankan kecepatan .
  11. Whoops – Pada dasarnya beberapa gundukan kecil-kecil yang cukup banyak, dapat mempercepat laju.Seringnya para pebalap melaju dengan kecepatan tinggi dan melompati beberapa gundukan tersebut bukan dengan melewati satu persatu.
  12. Three  Tiga gundukan besar berturut-turut. Kebanyakan pebalap mendarat di downside dari bagian lompatan yang kedua dan meluncurkan kembali pada bagian ketiga, akan tetapi beberapa banyak yang berhasil dengan melompati bagian yang kedua dan mendarat di downside dari lompatan ketiga.
  13. Rhythm Section  Sebuah versi berbeda dari Whoops dengan puncak kurang dramatis dan sisi ‘lembah’ dari perbagian ‘punuk’ yang digunakan kebanyakan pengendara sebagai melompat untuk melompat lebih dari dua atau tiga ‘punuk’ pada satu waktu.
  14. Sand Section Bagian berpasir dan cukup dalam dimana fungsinya untuk memperlambat pembalap.
  15. Quad  Empat lompatan berturut-turut besar. Seperti Three section.
  16. Off Camber – Sebuah sudut tanpa tanggul atau berm dan pada sisi dalam tingginya normal sedangkan pada sisi luar punya ketinggian lebih rendah ketimbang sisi dalam.
  17. S Curve – Sebuah bagian trek berpola “S”. Mirip dengan Chicane namun ini versi off road.
  18. Step Up – Mendahului sebuah Table Top tapi tidak curam dan biasanya dibuat menempel dengan tabel top. Sebagai langkah awalan meskipun sebagian besar pengendara menggunakannya untuk mendapatkan kecepatan yang cukup ketika di table top.
  19. Step Down – Ada setelah table top dan menempel dengannya. Dikarenakan panjangnya step down, mayoritas rider mendarat di sisi akhirnya.
  20. Step Over / Dragon Back – Untuk section jenis ini biasanya hanya terdapat pada trek balapan Supercross, Step Over atau punggung Naga (dragon back) menyerupai bagian Rhythm tetapi menyerupai gulungan ke atas dan ujungnya ada  di ketinggian dengan diakhiri dengan sebuah lompatan kecil.
  21. Down Hill – Bagian trek yang menurun, biasanya dibuat cukup curam dan lurus, membuat motor melaju kencang sehingga bagian ini menjadi lebih tricky.
  22. Talladega Corner – Sebuah tikungan berkecepatan tinggi dengan bank (seperti berm kecil).
  23. Split Lanes – Bagian dari track yang menawarkan dua (atau leobih) jalur yang berbeda di arah yang sama. Memberikan kesempatan bagi pebalap untuk overtaking juga disini.
  24. Booter – Satu lompatan yang benar-benar besar. Mampu memberikan waktu lama untuk rider ‘terbang’ dan berada tepat sebelum atau di garis Finish Line sebagai sisi untuk rider mendarat.