OtomotifZone.com – Ciamis. Langkah awal pertarungan para rider terbaik di lintasan tanah asal Jawa Barat bakal tersaji dalam Kejurda Grasstrack IMI Jabar Seri 1 yang akan bergulir di sirkuit Gunungsari Pasisian, Desa Kaso, Tambaksari, Ciamis, akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (20-21/7). Dan yang paling menyorot perhatian adalah kelas Senior, karena saat ini kelas tersebut mulai terlihat meredup dan kalah pamor dibanding kelas Pemula maupun Junior.
Hal itu dikarenakan para rider yang statusnya di level Senior saat ini, mulai berkurang sehingga menjadi kurang greget lagi. Apalagi pada ajang Kejurda selalu melombakan kelas Senior dan bukan Open, seperti yang biasa diadakan di balapan club event.
Selepas masa F. Chimon serta Tommy MJ yang lebih anteng dengan bisnis barunya dan sudah tidak aktif lagi dalam gelaran balap grasstrack, membuat peta persiangan dan juga jumlah pembalap Senior Jabar terus surut. Dari sekian yang masih tersisa di kelas Senior hingga saat ini dan paling sering aktif serta terus berkiprah dalam setiap ajang balapan Kejurda hingga tingkat Nasional, diantaranya adalah Chikal Faizal, Sandi Irawan, Irsan Tikno dan Cep Sena. Sisanya lebih memilih berlaga dilevel event klub, dimana sering bertarung dengan pembalap Pemula dan Junior dikelas Open.
Melihat ini semua beberapa pembalap garuk tanah yang asli berstatus Senior pun beri masukkan dengan semakin minimnya rider yang ada di kasta tertinggi ini. Hal itu untuk dapat menambah jumlah dari pembalap yang punya potensi bagus agar bisa ikut mengisi kategori Senior supaya kembali jadi favorit lagi dengan banyak pembalap.

“Harus segera ada pembenahan untuk bisa menjaring potensi pembalap lain yang punya bakat dan sering juara terutama di kelas Junior, agar bisa naik ke Senior. Di pemula juga sudah banyak potensinya, tinggal ikut naikkan juga ke Junior. Apalagi banyak yang sudah berprestasi di semua ajang balap, jadi mesti segera naik kelas. Supaya pembalap Senior bisa terisi lagi jumlah kuotanya,” ujar Chikal Faizal.
“Benar-benar sedikit sekali pembalap Senior Jabar sekarang ini, dan sebagian besar diantaranya sekarang ini seolah jadi terpecah karena sering adanya event yang sama meski beda lokasi balapan karena adanya sistem region yang terbagi jadi 3 wilayah di Jabar. Coba saja kalo hanya ada satu ajang balap dalam satu pekan, mungkin pembalap senior akan terlihat ramai karena bisa berada di satu event. Semoga saja di seri 1 Ciamis nanti ada banyak pembalap Senior dan bikin balapannya jadi seru dan kompetitif,” ungkap Sandi Irawan.

Lebih lanjut juga disampaikan oleh F Chimon, Abdullah Butet dan Cep Senna. “Adanya pembagian region di Jabar turut berpengaruh pada jam terbang dan jadi greget. Harusnya kompetisi jadi ketat dan penuh tapi apa yang diharapkan malah tidak ditemukan, karena dalam satu minggu bisa ada 2 atau 3 event bersamaan. Pembalap juga lebih memilih event yang memberikan hadiah besar dan deket dengan tempat tinggal. Ini juga ikut berpengaruh dan penyelenggara balapan kadang merugi karena peserta sedikit. Mudah-mudahan masalah ini bisa dievaluasi lagi terutama dengan adanya region,” kompak ketiga rider Senior ini.

Jika dibandingkan dengan event grasstrack di Jawa Tengah, mereka selalu fokus pada satu gelaran setiap minggunya, sehingga pembalap dan tim juga bisa lebih konsentrasi di satu event. Ini membuat gelarannya jadi semakin kompetitif. “Grasstrack di Jateng tidak akan bentrok dengan event serupa di daerah yang sama, karena fungsi dari regulatornya memberikan aturan yang jelas dan bisa dipahami oleh club penyelenggara. Jika ada yang bentrok, penyelenggara ini sudah membuat kesepakatan masing-masing,” papar tokoh Otomotif lintasan tanah di Jawa Tengah yang tidak mau disebutkan namanya ini.

Imbasnya yang paling jelas adalah jika kita lihat aksi dari pembalap Jabar saat ini seperti keteteran kala mengikuti balapan level Kejurnas, terlebih dengan pembalap asal Jateng. Setidaknya hal ini ada pengaruhnya dari segi event yang selalu ramai diadakan di Jabar namun malah terlihat kurang kompetitif. Semoga nanti akan ada langkah jitu dalam segi pembenahan dan perhatian lebih pada regenerasi pembalap Jabar yang produktif dan berprestasi bagus di tingkat Kejurda maupun level Kejurnas.
Penulis : Tim OtomotifZone | Foto : Dokumentasi




