Beranda Internasional MotoGP Ducati Lenovo Team Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Catat Rekor Buruk yang...

Ducati Lenovo Team Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Catat Rekor Buruk yang Tak Diinginkan

0
46

OtomotifZone.com – Jakarta, Musim 2026 menjadi awal yang sulit bagi tim pabrikan Ducati Lenovo Team. Setelah menutup musim 2025 dengan hasil mengecewakan, tim asal Italia itu kini justru mencatat rentetan statistik negatif yang mengingatkan pada masa-masa sulit mereka di masa lalu.

Memasuki seri terbaru, Ducati tercatat menjalani delapan balapan tanpa kemenangan maupun podium sejak Japanese Grand Prix 2025. Padahal, pada balapan tersebut, Marc Marquez sukses mengunci gelar juara dunia, sementara Francesco Bagnaia tampil dominan dengan meraih pole position, kemenangan Sprint, dan Grand Prix.

Namun, situasi berubah drastis hanya sepekan kemudian di Indonesian Grand Prix 2025. Bagnaia mengalami kecelakaan, sementara Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi yang membuatnya mengalami cedera tulang selangka dan bahu. Cedera tersebut memaksa Marquez absen dalam lima balapan terakhir musim 2025, sementara Bagnaia juga gagal menyelesaikan sebagian besar balapan, meski sempat memenangkan Sprint di Sepang.

Memasuki 2026, performa Ducati belum sepenuhnya pulih. Marquez memang mampu memenangi dua Sprint, namun gagal finis di dua dari empat Grand Prix awal musim. Ia juga harus puas kalah dari Fabio Di Giannantonio dalam perebutan podium di Brasil, serta kehilangan peluang akibat insiden di Sprint Texas.

Di sisi lain, Bagnaia justru kesulitan menemukan performa terbaiknya. Pebalap Italia itu belum mampu bersaing di barisan depan dan sudah dua kali gagal finis, masing-masing di Spanyol dan Brasil.

Hasil ini membuat Ducati Lenovo Team kini mencatat sembilan balapan beruntun tanpa podium—menggabungkan lima balapan terakhir 2025 dan empat awal musim 2026. Ini menjadi rentetan terburuk mereka sejak periode 2012 hingga 2014, saat Ducati sempat menjalani 24 balapan tanpa podium.

Dari sisi pabrikan, Ducati juga sempat mengalami paceklik kemenangan dalam lima balapan terakhir. Situasi ini nyaris menyamai rekor buruk mereka pada periode 2020–2021.

Menariknya, rekor tanpa kemenangan tersebut akhirnya dipatahkan di Sirkuit Jerez, bukan oleh tim pabrikan, melainkan oleh Alex Marquez dari tim satelit Gresini Racing.

Menjelang seri berikutnya di Le Mans, peluang Bagnaia untuk bersaing dalam perebutan gelar mulai diragukan akibat minimnya performa. Sementara itu, Marquez kini tertinggal 44 poin dari Bezzecchi di puncak klasemen, membuat jalan menuju gelar juara dunia semakin berat.

Kondisi ini menjadi ujian besar bagi Ducati, yang dalam beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu kekuatan dominan di MotoGP. Kini, mereka dituntut segera bangkit sebelum musim 2026 semakin menjauh dari harapan.