Beranda Internasional MotoGP Toprak Razgatlioglu Akui Kelelahan, Namun Mulai Temukan Ritme di Jerez MotoGP 2026

Toprak Razgatlioglu Akui Kelelahan, Namun Mulai Temukan Ritme di Jerez MotoGP 2026

0
59

OtomotifZone.com – Jakarta, Penampilan Toprak Razgatlioglu di seri Spanish Grand Prix MotoGP 2026 menjadi cerminan tantangan besar yang ia hadapi di musim debutnya di kelas utama. Meski mengaku kelelahan dan tidak menikmati balapan secara keseluruhan, pebalap Pramac Yamaha itu mulai menemukan secercah harapan di lap-lap akhir.

Kembali ke sirkuit Jerez—lintasan yang sudah cukup familiar baginya sejak tampil di World Superbike—Toprak tetap kesulitan beradaptasi dengan karakter motor Yamaha di MotoGP. Ia bahkan harus menerima penalti long lap usai insiden dengan Lorenzo Savadori pada Sprint Race.

Dalam balapan utama, Toprak hanya mampu finis di posisi ke-19, terpaut hingga 44,5 detik dari pemenang, dan hanya berada satu posisi di depan test rider Yamaha, Augusto Fernandez.

Masalah utama yang dihadapi Toprak sepanjang akhir pekan adalah engine braking pada motor Yamaha YZR-M1. Ia mengaku kesulitan mengendalikan motor, terutama saat memasuki tikungan dan melakukan pengereman.

“Satu-satunya masalah saya ada di engine brake. Kami harus segera menemukan solusinya. Saya lelah, dan hari ini saya tidak menikmati balapan,” ungkap Toprak.

Ia menambahkan bahwa motor yang ditungganginya belum bekerja sesuai harapan, membuatnya sulit merasa nyaman di lintasan. Namun, ada sisi positif yang mulai ia rasakan di penghujung balapan.

“Di lap-lap terakhir, saya mulai kembali menikmati balapan. Itu memberi saya kepercayaan diri, karena saya merasa mulai bisa mengendarai seperti pebalap top, meskipun sudah terlambat,” lanjutnya.

Toprak juga mengakui bahwa masalah yang sama terus berulang di setiap seri, sehingga menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan tim sebelum berbicara lebih jauh soal performa menikung dan traksi.

Ia menyebut Jerez sebagai salah satu akhir pekan terberatnya musim ini, bahkan sejak seri Thailand dan Brasil. Namun demikian, ia tetap mengambil pelajaran penting dari balapan tersebut.

Di awal lomba, Toprak kesulitan menemukan ritme, terutama dengan ban baru yang membuat motor sulit dihentikan saat pengereman. Namun seiring berjalannya balapan dan degradasi ban belakang, ia justru mulai menemukan feeling yang lebih baik.

“Di akhir balapan, feeling saya meningkat. Bahkan catatan waktu saya lebih baik di lima hingga enam lap terakhir. Kami menganalisis perbedaan antara awal dan akhir balapan untuk memahami apa yang berubah,” jelasnya.

Dengan peningkatan performa di fase akhir balapan, Toprak kini mulai memahami potensi ban depan dan bagaimana memaksimalkannya. Hal ini menjadi bekal penting bagi sang pebalap untuk menghadapi seri-seri berikutnya di MotoGP musim 2026.