BerandaHeadlineJujur Usia Untuk Kelas Pemula Grasstrack

Jujur Usia Untuk Kelas Pemula Grasstrack

OtomotifZone.Com – Bandung. Jujur usia, itulah yang harus dilakukan para bibit pembalap pada kelas pembinaan atau pemula batas usia pada grasstrack. Pasalnya pada kelas tersebut masih banyak temuan pembalap yang usianya tidak sesuai dengan batas usia kelas tersebut.

Padahal, panitia penyelenggara atau Racing Comitee (RC) sudah menegaskan untuk batas usia pada kelas pembinaan harus sesuai dan melampirkan identitas. Sering terdapatnya temuan usia melebihi batas ketentuan itu pada kelas pemula batas usia 17 tahun.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu juri Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat (Jabar), Bubun Nurjaman. Menurut pria yang juga akrab dengan sapaan Abung BR itu membenarkan masih adanya oknum pembalap yang tidak jujur usia. “Masih ada temuan pembalap yang tidak jujur terkait dengan usia, padahal kami tegaskan harus melampirkan akte kelahiran,” jelas Abung.

abung br juri imi jabar
Abung BR Juri IMI Jabar

Menurut Abung yang juga mengantongi lisensi A itu, di lapangan panitia memberikan kelonggaran dengan terlebih dahulu menerima pendaftaran. “Kami foto form pendaftaran dan juga hasil scrut, kemudian nanti menunggu bukti autentik yaitu akte kelahiran,” ungkap Abung. Jika pembalap atau tim tidak dapat menunjukan atau terbukti usia melebihi, maka pembalap itu akan diskualifikasi.

Jujur Usia Untuk Karir Pembalap

Abung juga menyampaikan, jujur usia itu sangat bermanfaat untuk  pembalap itu sendiri, karena jika terbukti akan diskualifikasi. Selain itu, adanya diskualifikasi, panitia memberikan kelonggaran karena terdapat beberapa alasan tidak membawa akte kelahiran misalnya tertinggal.

“Kami berikan kelonggaran pada pembalap, karena kadang alasannya tertinggal, asalkan nanti saat pengumuman juara harus sudah di panitia,” tegas Abung. Sehingga, Abung menyarankan agar pembalap jujur sejak awal karena akan merugikan dirinya sendiri dan juga kerugian lainnya seperti biaya.

Selain merugikan pembalap itu sendiri, hal tersebut juga bisa merugikan pembalap lainnya yang usianya memang sesuai dengan ketentuan. Mewakili Tim JMS Speed asal Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Zaenal yang juga pernah merasakan adanya oknum pembalap yang usianya lebih ketentuan.

zenal dari karangnunggal
Zenal Karangnunggal

“Pembalap kami bersaing dengan pembalap yang usianya melebihi ketentuan, sehingga kami pun protes,” ungkap Zenal. Zenal pun berterimakasih pada panitia karena menanggapi protesnya, dan menindaklanjuti pembalap yang melebihi batas usia dan diskualifikasi.

verifikasi usia pembalap
Protes Usia

Zenal pun mengajak kepada tim atau pembalap lainnya untuk disiplin dan mematuhi ketentuan yang berlaku terutama pada batas usia. Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan karena adanya oknum pembalap yang mengelabui panitia tentang usia. “Marilah kita disiplin, jujur usia agar tidak merugikan yang lain, karena yang rugi bukan hanya oknum saja,” pungkasnya.

Penulis: Yeyep                  Foto: Yeyep

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot