OtomotifZone.com – Berau. Ada satu tim balap motor asal Berau, Kalimantan Timur yang disegani lawan di pulau Borneo. Meski bukan tim pabrikan, namun dalam setiap aksinya, pembalapnya sering naik podium dan memboyong trofi.
Bukti terbaru dalam event Kejurprov Road Race Kaltim Seri 4 minggu lalu di Berau, 18 piala berhasil diamankan Aditama Racing Team untuk menambah koleksi trofi kemenangan. Untuk mencapai semua itu tentunya ada ‘the man behind the gun’. Siapakah orang penting yang berada di balik sukses tim balap ini?

Dialah Juniar Rizal. Pria berusia 36 tahun ini baru membentuk tim balap Februari 2016. Sejumlah racer berbakat dari beberapa kategori ikut gabung. Ada Sonda Alpha Risonda dan Dody Yusri jadi andalan di seeded. Lalu, Ahmad David dan Rhijal Afandy kategori Pemula A. Sedangkan Reza Febrian siap mengorbit dari Pemula B.
Hasilnya luar biasa. Meski baru eksis, dari 4 seri Kejurprov yang diikuti di Kaltim, Aditama sabet Juara Umum dua kali. Lalu Kejurnas Motorprix Region 4. “Tim tak lepas dari juara. Bangga juga bisa dipercaya penuh menjadi Team Manager. Apalagi sang pemilik sangat loyal dan langsung turun ke sirkuit kasih support,” ungkap Akmal yang mengelola tim Aditama.
Dari base camp tim di Jln Batu Miang, Berau berembus angin segar. “Rencana tahun depan full ikut rangkaian Kejurnas Motorprix Region 4 dengan motor injeksi. Cuma belum tau, mau pakai merk Honda atau Yamaha,” beber Juniar.
Kabar baik datang dari IRC tire. Merek sikulit bundar ini akan menjadi sponsor tim. “Masih ada sponsor lain yang nyatakan siap support,” ungkap Akmal. Tentunya sponsor tak asal melirik. Hanya tim balap potensial bakal didukung.
Sesuai namanya, PT Aditama Putra Grup ada di belakang mendanai kegiatan balap. Ini adalah salah satu nama perusahaan besar di Kaltim, milik Juniar. Sejumlah ajang balap jelang akhir tahun telah diagendakan.
“Kami konsen dulu main di Kejurprov dan kejuaraan terbuka. Berikutnya tampil di Sirkuit Kalan, Samarinda,” pungkas Akmal yang sukses gelar Aditama Cup pekan lalu di sirkuit Kakaban Aquatic, Sei Bedungan, Tanjung Redeb.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Aditama

