OtomotifZone.com-Sentul. Teriknya matahari yang menggelayuti Sentul International Karting Circuit Bogor Minggu kemaren (2/8) kalah membaranya dibanding aroma persaingan dan strategi gelaran final Rotax Max Challenge round 4 dikelas Junior Max.
Kelas Junior Max menjadi salah satu kelas yang paling mendapat sorotan publik karting selama gelaran 2 seri RMC yang digelar beruturan selama 2 hari kemaren, meski kelas Kadet 60 cc juga banyak peserta namun aroma perang strategi menjadi perbincangan paling seru jelang race final digelar.
Keanon “the Dragon Boy” Santoso dari TKM Racing sebagai pemimpin klasemen sementara hingga round 3 dengan perolehan point teratas mengungguli juara Nasional Eshark Karting 2014 M Ferrel Fadhil (UI Racing) dan juga rival dikelas Junior lainnya Muhammad Harits (Go Motorsport) berjuang keras untuk semakin memperlebar jarak demi menggapai tahta juara RMC Indonesia 2015, karena hanya mereka bertigalah yang berlaga sesungguhnya, sementara pegokart lainnya mengikuti irama dan aroma persaingan karena perolehan point pun selisihnya cukup jauh kalau melihat hitungan matematis, apalagi selisih perolehan point antar juara 1 dan seterusnya hanya beda 3 point dengan juara 2 dan seterusnya berkurang hingga juara dibawahnya.

Kalau tidak terjebak diantara persaingan mereka selepas tikungan pertama, harusnya Agi Borneo dari MBG Racing Kalteng bisa mengambil keuntungan dari persaingan ini dan melejit sendirian seperti yang diraih saat Prefinal sebelum akhirnya tersusul pegokart lain, namun keraguan dan kegamangan putra Bupati Barito Utara ini sempat merumput dan harus memperbaiki tungganganya dan kemudian masuk kembali ke lintasan setelah terlewat 3 putaran, dengan kejadian tersebut pembalap asuhan Budi Rusman harus puas finish dirutan 8 dan perolehan point sementara berada diposisi 5.

Persaingan keras race final akhirnya dimenangkan M Ferrel Fadhil dengan perjuangan keras setelah beberap lap awal harus mendapat perlawanan keras dari Nabil Hutasuhut (TKM Racing) sebelum berganti mendapat ancaman dari teammate Gezha Sudirman, Keanon Santoso tidak mencoba push untuk merebut posisi pertama, Â adik Kezia Santoso berpikir cerdas untuk lebih menjaga point tetap aman meski berada diposisi runner up, karena gelaran RMC ini juga merupakan penggabungan point hingga 5 seri digelar.
Setelah melihat panas dan sengitnya persaingan dikelas ini, diyakini round 5 sebagai ajang pamungkas gelaran RMC Indonesia 2015 yang akan digelar 6 September mendatang perjuangan lebih keras akan dilakukan Ferrel Fadhil dan M Harits, sementara Keanon Santoso hanya mencari posisi aman agar tetap finish dan tidak terpancing persaingan dan tidak terlempar dari lintasan hingga bendera finish dikibarkan.

Strategi dan Team Order menjadi trending topic santer terdengar Minggu kemaren (2/8), dan apakah kata gaul itu akan mengemuka diseri akhir, kita tunggu bulan depan brosis, terlepas dari pro dan kontra semua kita kembalikan kepada interpretasi masing-masing. Junior Max menjadi kelas yang paling dinanti setelah kepastian kelas  Senior Max dan Master Max tidak mendapat jatah berlaga di Grand Final Rotax mendatang juga menjadi penyumbang sepinya gelaran tahun ini.
Penulis dan Photo : Edi Batrawan

