OtomotifZone.com – Berau. Sebagai sebuah kabupaten yang terus berkembang, Berau di Kalimantan Timur terus menunjukkan kemajuan. Termasuk di dunia otomotif. Pembalap semakin banyak mengikuti event yang dibuat. Pemula mulai bermunculan. Namun terkendala lokasi yang bisa dijadi sirkuit non permanen.
Seperti Kejurprov Road Race Seri 4 Kaltim yang digelar di trek Kakaban Aquatic, Jln Gatot Subroto, Sei Bedungan, Tanjung Redeb, Sabtu-Minggu (8-9/10) lalu. Lokasi ini menuai protes karena ada titik berbahaya bagi pembalap. Buktinya ada dua korban saat balapan lalu yang diusung Aditama Motor Sport.
“Trek di Kakaban Aquatic tidak layak, sehingga ada 2 pembalap mengalami cedera, yakni Gilang Akbar Roland dan M Sapril. Saya dapat pengakuan dari Gilang, dia pakai ban IRC Fasti 2, sebagian tikungan masih berpasir,” ungkap Zidan Pradana, pemerhati balap motor yang tinggal dekat lokasi.

Padahal racer lokal Berau mulai menunjukkan tajinya. Sebut saja seperti M Rizal Afandy, M Khafi dan M Rafik Masud. “Di Berau animo balap cukup tinggi, starter selalu ramai. Sayang gak ada sarana tempat latihan. Mana bisa menambah skill balap,” sebut Indra Teguh, Ketua Berau Borneo Motor Club (BBMC).
Indra serius ingin memajukan road race di daerahnya. “Saking senangnya dengan road race, saya sempat panggil pelatih PON pakai dana pribadi. Kasihan Berau, kelihatan diluar saja hebat dan megah,” lanjut Indra yang tau persis kondisi.
Aditama selaku promotor event tentunya tak salah. Masalahnya tak ada lagi lokasi lain yang layak buat gelar balap motor di Berau. Padahal Berau memiliki potensi. Apalagi ada banyak perusahaan batubara dan sawit. “Sudah pernah dibicarakan, namun tidak ada tanggapan,” kesal Indra. H.M Al Hamid selaku Ketua KONI dan AKP Nur Kholis, SiK sebagai Kasat Lantas Polres Berau ikut turun tangan.
Seharusnya dengan adanya event balap bisa mengangkat ekonomi masyarakat setempat. “Usai balap pembalap tamu biasanya wisata ke pulau Derawan Sangalaki Biduk. Tentunya menjadi pemasukan kas daerah,” lanjut Indra.
Bahkan pernah balap digelar di Jalan Poros Provinsi. Terpaksa Kapolres setempat turun langsung inspeksi kelayakan jalan yang dipakai road race. Saat itu animo penonton Bupati Cup Race membludak.
Lalu apa solusinya? “Sebaiknya duduk bersama berbagai pihak untuk mencari jalan keluarnya. Pengprov IMI Kaltim diminta menjadi mediator,” pinta Indra. Tentunya H. Muharram dan Agus Tantomo selaku Bupati dan Wakil Bupati Berau menjadi fasilitator. Tanpa itu, potensi yang dimiliki bakal hilang begitu saja. Ayo bantu!
Penulis: Noverry Darwin |Â Foto: BBMC

