OtomotifZone.com – Jakarta. Indonesia memang pernah mencatatkan sejarah yang sangat membanggakan dalam perhelatan ajang balap motor level dunia dengan menggelar kejuaran Grand Prix (sebelum berganti menjadi MotoGP) yang saat itu memasuki seri ke-14 di sirkuit Sentul pada tanggal 28 September 1997.
Namun setelah itu semuanya seakan menjadi kenangan terakhir karena tidak pernah lagi bisa menggelar ajang balap motor paling bergengsi yaitu MotoGP.
Sedikit asa sempat tersirat pada beberapa waktu lalu dengan adanya opsi atau wacana jika Indonesia akan kembali mengadakan balap MotoGP dengan penataan ulang sirkuit Sentul dan bahkan juga mengenai rencana pembangungan sirkuit internasional lainnya di Sumatera Selatan serta info yang terbaru datang dari wilayah Nusa Tenggara Barat (Mandalika).
Tapi semua kabar itu sepertinya belum dapat dipastikan lebih rinci mengenai kejelasannya dan juga banyak yang berasumsi hanya isapan jempol semata tanpa bermaksud meremehkan tujuannya untuk bisa menyelenggarakan kembali balap MotoGP di Indonesia.
Yang bikin miris di tahun 2018 lalu justru Negeri Gajah Putih Thailand yang lantas berkesempatan untuk menjadi tuan rumah balap MotoGP dengan menyodorkan lintasan megah bernama Chang International Circuit di Buriram.
Dan kini setelah Thailand yang secara resmi akan menjadi pendamping Malaysia untuk wilayah Asia Tenggara sebagai penyelenggara MotoGP malah semakin diperkuat dengan kabar mengenai negara Filipina yang juga tengah membangun sirkuit internasional untuk dapat mengadakan ajang balap serupa.
Hal ini pula yang lantas menjadikan Indonesia seolah semakin jauh dari perhelatan balap motor dunia sekelas MotoGP dan mungkin bisa dibilang menjadi mimpi semata dalam tidur panjangnya setelah tahun 1997 silam.
Adalah Pradera Verde Racing Circuit (PVRC) yang bakal menjadi sarana sirkuit tingkat dunia di Filipina dengan standarisasi FIA Grade 2 yang artinya hanya bisa untuk penyelenggaraan MotoGP saja dan belum dapat menggelar balapan Formula 1 atau F1.
Dibalik pembangunan PVRC ini ternyata ada sosok Herman Tilke, yang notabene merupakan arsitek asal Jerman yang kerap mendesain sirkuit balap kelas dunia.
Tahap pembangunan PVRC ini sudah berjalan dengan panjang sirkuitnya mencapai 5 km lebih dan bisa terbagi jarak antara 430 meter, lalu 2,762 km dan juga sampai 4,461 km.
Untuk total jaraknya bisa tembus hingga 5,013 km dengan 22 tikungan yang terbagi dalam 12 ke kanan dan 10 ke kiri.
Dari segi kapasitas penontonnya bakal sanggup untuk dapat menampung hingga 80.000 lebih dan proses pengerjaaan sirkuit ini rencananya akan rampung dalam masa waktu selama 18 bulan serta kemungkinan besar tahun 2021 mendatang sudah bisa digunakan.

