Beranda Headline Karting : Bandrio, Mekanik Lokal Prestasi Dunia

Karting : Bandrio, Mekanik Lokal Prestasi Dunia

0
380
bersama Bandoko sang mekanik
Bandoko (tengah) diapit pembalapnya

OtomotifZone.com-Jakarta. Sukses tidaknya seorang pembalap hingga perprestasi ditingkat internasional dan dunia, diakui atau tidak, peran seorang mekanik sangatlah penting, tentunya bakat dari pembalap itu sendiri tidak boleh dikesampingkan, keduanya harus mempunyai ikatan kuat untuk menterjemahkan informasi menjadi sebuah ramuan dahsyat dalam setiap kejuaraan.

Bandrio adalah salah satu contoh mekanik yang sangat mengerti sekali keinginan pembalap, meski kadang input yang disampaikan bersebarangan, bahkan keterbatasan komunikasi bisa diakali dengan bahasa mesin dan cerita pembalap usai race.

mekanik asal kota Magelang ini sudah melahirkan banyak pembalap, baik dari Indonesia maupun negara lain, OZ sendiri sudah menyaksikan dan mengikuti kiprahnya beberapa tahun belakang, pembuktian prestasi mekanik satu ini memang jempolan, masuknya Satya Sunarsa dalam “Wall of Fame” Rotax Dunia adalah salah satu peran Bandrio melahirkan Satya Sunarsa, pegokart  Jawa Tengah menjadi juara dunia kelas 125 Max Masters Grand Final Rotax Max Challenge di Langkawi Malaysia tahun 2005, itu salah satu prestasi dunia yang dihasilkan seorang Bandrio.

Shahan, pembalap Micro max asal India juga menjadi juara diajang Karting India juga berkat polesan tangan dingin dirinya, Kevin Susilo, Zulfikar Fahmi, Felix Lintang, Handi Hardja serta Prassetyo Hardja adalah pembalap yang sudah ditangani Bandrio, dan nama terakhir hingga saat ini masih dalam pegangannya. Zulfikar Fahmi menjadi  juara Junior Asia dan Felix Lintang, Handi Hardja menjadi juara Asia DD2 veteran 2016, Prassetyo Hardja menjadi juara Asia dikelas Junior Max 2017, juara Asia DD2 Senior 2017 dan Juara Asia X30 kelas Senior juga berkat polesan tangan dingin mekanik penuh semangat dan totalitas saat bekerja.

Bandrio, mekanik bertangan dingin
Bandrio, mekanik bertangan dingin

Mekanik spesialis pesawat terbang ini sebetulnya awalnya bergabung di team MBG Racing Jogjakarta adalah awal lahirnya Bandrio diajang karting, dimana 1999 adalah pertama kalinya mengenal dunia karting saat event digelar di Bandara Husein Satranegara, Bandung, dari situlah perjalanan kariernya dimulai hingga saat ini.

“Sebagai mekanik ya harus serius menjalani profesinya, tabah menerima kenyataan saat tiba-tiba trouble race, kita harus tetap prihatin dan terus bekerja agar pembalap kita bisa berprestasi maksimal disetiap race, kita harus total dan sabar menghadapi keluhan pembalap dan kita harus peka terhadap suara mesin, sehingga bisa dikombinasikan kembali saat setup engine dan chassis”, ujar Bandrio.

Bandrio mendapat ucapan selamat dari Handi Hardja
Bandrio mendapat ucapan selamat dari Handi Hardja

Meski hanya mekanik lokal, namun torehan prestasinya sudah kelas internasional bahkan dunia.

Mantap Cao, terus lahirkan pembalap-pembalap dengan prestasi dunia.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edmol

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses