
OtomotifZone.com – Blitar. Seri perdana Kejurda Dragbike IMI Jatim akhirnya digelar juga di kawasan bendungan PLTA Jegu Lodoyo kabupaten Blitar (15/5). Meski digelar tidak hari minggu namun animo para pembalap utamanya lokal karesidenan Kediri cukup besar dan penontonnya juga bejibun. Lokasi sirkuit yang baru kali ini dipakai dragbike itu memang sangat sepi dan lurus dan terletak tidak jauh dari kecamatan Lodoyo Blitar. “ Setelah hampir tiga kali batal dan pindah lokasi, maka disepakati seri awal ini dipilih disini dan hari Kamis bertepatan Hari Waisak mengingat padatnya jadwal balap IMI Jatim “ buka Rudi Subagyo Kabid Organisasi IMI Jatim.

Kejurda Dragbike seri perdana ini lebih menarik karena digarap oleh semua para personil pengurus IMi Jatim. Dari mulai COC, Steward dan RC semua terlibat. “ Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia para pengurus IMI dilibatkan untuk menggarap Kejurda Dragbike IMI Jatim, karena selama ini yang ada pengurus IMI diutus untuk Pimpinan, pengawas atau Juri lomba saja, sedangkan pelaksananya adalah club dibawah naungan IMI Jatim “ lanjut Bambang Haribowo ketua Umum IMI Jatim.

Para pembalap senior seperti Tony Cupang, Alfan Cebong, Dadang Jarong absen di seri aal ini kejurda ini karena persiapan hari sabtu mengikuti Dragbike garapan Trendy Promo Mandira. Praktis pembalap pendatang baru utamnya karesidenan Kediri Berjaya. Bisa dilihat para pembalap yang naik podium malah para pendatang baru seperti Darma Permana, Rizky Maruchiel dan Putra Bochil, sedangkan pembalap senior seperti Agung Unyil, Yopi, dan Ricko Bocel gagal penguasai semua kelas secara maksimal karena terjaring sensor jumpstart. Lebih parah lagi nama Agung Unyil tak satupun naik podium karena jumstart karena seri ini memakai timing sistim beda. “ Memang untuk seri perdana ini timing yang dipakai biasanya Bols Em Tech tetapi sekarang pakai punya SDC ( Surabaya Drag Community ), dan alasan para pembalap belum terbiasa menterjemahkan sensor Stage dan Pre stage sekalian lampu kuning, hasilnya meski tidak jumstart tetapi angka RT ( reaction time ) nya sangat jelek “ terang Donny Mahardjono biro olahraga balap motor IMI Jatim sebagai ketua penyelenggara.
Sedangkan hasil lomba masih manual dengan mencatat dari scoring board LCD. Kelemahan ini masih menjadi kendala untuk gelaran seri selanjutnya yang rencananya akan digelar menjelang bulan ramadhan di kota Banyuwangi. “ Ini seri pembuka masih banyak kendala terutama soal pencatatan waktu dan data entry list, jadi pihak penyelenggara dari rekan IMI Jatim bekerja keras secara manual, seri ke 2 mudah – mudan Bols Em Tech sudah usi dipakai di kejurnas dragbike Mamuju region 5. Jadi mohon maaf atas kekurangan ini “ pungkas Donny Mahardjono.
Penulis : Diki | Foto : Diki

