BerandaNewsKejurnas MotorPrix Region 1 Aceh Timur: Abdul Malik Double Winner

Kejurnas MotorPrix Region 1 Aceh Timur: Abdul Malik Double Winner

OtomotifZone.com – Aceh. Putaran Kejurnas MotorPrix di Region 1 Sumatera sudah berjalan 5 seri dari 7 yang diagendakan musim kompetisi 2016. Aceh Timur menjadi seri ke-5 jika diurutkan dari event yang telah digelar. Meski demikian, tetap dinamakan Putaran 7 sesuai dengan agenda yang telah disusun saat Rakernas PP IMI di Surabaya, Februari 2016 lalu.

Tahun ini lokasinya bukan lagi di Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh, tapi di komplek Pusat Pemerintahan Bupati Aceh Timur di Idi Rayeuk pada Sabtu-Minggu (21-22/5). Justru disinilah menariknya, trek memiliki karakter high speed. Cocok buat hajatan kejurnas.

Seru untuk membuktikan motor mana terkencang disini? Tambah ketat, karena beberapa kelas sedang kompetitif meraih poin kejuaraan untuk menjadi juara region Sumatera. “Bagus sirkuitnya. Boleh disebut, sirkuit NP Laguna Seca-nya Sumatera,” puji Adi Murphi dari team RPM Sumut.

Trek sepanjang 1.150 meter dengan lebar 10 meter ini bisa digeber hingga gaspol. Saat QTT hari Sabtu (21/5) racer tuan rumah #45 Abdul Malik dari Honda Capella FIF Astra NHK Racing Team tercepat pakai Honda Sonic. Best speed yang diraihnya 93,715 km/jam. Terkencang dari semua seri berlalu.

Bahkan pole position kelas MP1 dikuasai motor berlogo ‘Sayap Tunggal Mengepak’. Dari 7 terdepan, 6 racer mengendarai Honda. Hanya ada satu Yamaha MX King menyempil di pole ke-4, ditunggangi rider Sumbar #97 Renggi Lukmana, tim privateer dari Canasta Racing Team.

Catatan sama juga bisa dilihat dari hasil QTT di kelas MP5. Dua posisi terdepan ditempati rider Honda Sonic, yakni #60 Deri Satio Sunarso (Sumut) dan Bima FA (Kepri). Dibelakangnya baru ada #29 Ananda Mugti (Sumbar) pakai Yamaha MX King dan #33 Afi Capirossi (Sumsel) andalkan Suzuki Satria FU. Namun itu semua hasil kualifikasi. Balapan hari Minggu tetap jadi penentu.

Inilah hasilnya. Di kelas MP1, terjadi fight seru antara racer tuan rumah #45 Abdul Malik dengan #56 Zefri Adi dari Sumut sejak start hingga finish. Keduanya sama menunggangi Honda Sonic. Abdul Malik seperti tak ingin malu di kampungnya, podium pertama berhasil diraihnya. “Selamat buat Abdul Malik telah memberikan kebanggan bagi daerah. Bravo IMI Aceh,” senang Ibnu Rusdi, Ketua Pengprov IMI Aceh.

Sementara Zefri Adi harus puas di podium kedua dan #97 Renggi Lukmana rider Sumbar dari tim privateer Canasta RBRT NHK Ohlins di undakan ketiga. Renggi yang mengandalkan Yamaha MX King hanya mampu membayangi duo rider Honda di depannya. Finisher ke-4 dan 7 kembali diisi rider Honda.

Nah, dari hasil ini semakin terbukti, Honda Sonic lebih unggul jika race di sirkuit permanen, seperti Manna (Bengkulu), Bangkinang (Riau) dan Aceh Timur. Trek Aceh karakternya sama dengan sirkuit permanen. Namun sebaliknya, bila balapan di trek buatan, seperti seri Padang (Sumbar) dan Muara Tebo (Jambi) giliran Yamaha MX King merajai.

Sukses dekgam Abdul Malik yang diandalkan Aceh jadi atlet PON berlanjut di kelas MP2. Podium pertama juga menjadi miliknya. Lengkap sudah, double winner ada di tangannya. Tentun saja menjadi kebanggaan warga Aceh. Spontan Bupati Aceh Timur, H. Hasballah bin H.M Thaib naik ke podium menyerahkan trophy. Aceh Timur memang bereh!!

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Oesman Ghazali

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot