BerandaRacing Roda 2Drag BikeKelas Bracket 9 Detik Jadi Primadona di Jawa Barat

Kelas Bracket 9 Detik Jadi Primadona di Jawa Barat

Bracket 9 Detik Jadi Primadona di Jawa Barat
Bracket 9 Detik Jadi Primadona di Jawa Barat

OtomotifZone.com – Cimahi. Gelaran balap trek lurus 201M hadir di Sirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi, Jawa Barat, Minggu (2/10) kemarin. Acara hajatan dari Pengrov IMI Jabar dengan TDS Otomotif Racing Management bertitle Kejurda Drag Bike IMI Jabar 2014 Putaran 1 dan TDS Idemitsu Oil Open Drag Bike Putaran 3 ini disesaki 400 starter. Para pembalap drag bike nasional pun turut meramaikan gelaran tersebut, seperti Imam Ceper, M Saiman, Hardiawan, Asep Robot, Ardiansyah Ucil, Sani Kedot, Ocky Camat dan masih banyak lagi pembalap lainnya.

Saeful Hidayat, Sumber Agung Rizki, Hertanti, dan Dandy Elvandi
Saeful Hidayat, Sumber Agung Rizki, Hertanti, dan Dandy Elvandi

Dari 400 starter yang turut andil dalam 19 kelas diperlombakan kelas bracket paling banyak diminati para pembalap drag bike. Tercatat di kelas bracket 9 detik yang menjadi primadona saat ini di Jawa Barat dibanjiri peserta hingga 41 starter, kedua terbanyak ada dikelas bracket 8 detik di angka 34 starter.

“Sejak dibuka di Jawa Barat kelas bracket 8 dan 9 detik terus memperlihatkan grafik yang meningkat dari jumlah starter. Kelas bracket juga memberikan kesempatan kepada pembalap-pembalap pemula. Spesifikasi dan jenis motor juga bebas dari matik hingga sport. Terpenting catatan waktu tidak boleh dibawah 9 detik untuk bracket 9 detik, sedangkan untuk bracket 8 detik tidak boleh dibawah 8 detik,” ujar Saeful Hidayat, Hertanti, dan Dandy Elvandi penyelenggara dari TDS Otomotif Racing Management.

Ocky Camat dari tim Ngeplays Cilengon Feat ADH 158 Cenlung
Ocky Camat dari tim Ngeplays Cilengon Feat ADH 158 Cenlung

Dibuka kelas bracket 9 detik ini salah satunya untuk menampung pembalap-pembalap pemula sebagai jembatan nantinya bisa ikut berkompetisi di kelas yang bergengsi. Mereka di tuntut untuk belajar dan memahami tentang lampu start, cara start dan mengasah skill pembalap.

“Kelas ini selalu ramai peserta, disini bukan kecepatan motor yang dilihat tapi ketepatan waktu. Joki papan atas aja belum tentu bisa menang, jadi semua peserta mempunyai kesempatan untuk menang tinggal bagaimana para pembalap mengatur strategi di lintasan, ” ungkap Ocky Camat dari tim Ngeplays Cilengon Feat ADH 158 Cenlung.

Taufik SP, Chief  Mekanik KRS CV Giri Cilik SP76 MTR D2T
Taufik SP, tuner KRS CV Giri Cilik SP76 MTR D2T

“Bukan cuma rame, tidak perlu biaya mahal untuk ikut di kelas ini. Di kelas bracket 9 detik rata-rata motor yang ikut dari kelas Satria FU, Matic TU s/d 155cc, dan Bebek  4T dan 2T TU 130cc,” tutup Taufik SP tuner KRS CV Giri Cilik SP76 Motor D2T saat ditemui OtomotifZone.com.

Penulis : Indra Gunawan | Foto : Indra Gunawan

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot