OtomotifZone.com – Bandung. Sirkuit aspal permanen untuk road race di Indonesia dapat di hitung jumlahnya. Lihat saja di jawa, hanya ada lima sirkuit. Itupun hanya di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Lantas Jawa Tengah dan Jogjakarta kemana. Padahal Jogja gudangnya bengkel balap serta pembalap. Pembangunan sirkuit tidak ada ruginya. Kita lihat lingkungan sekitar dibalik pembangunan sirkuit. Banyak sisi positif disana. Salah satunya adalah membangun ekonomi orang-orang setempat. Mengurangi tingkat pengangguran paling utama. Seperti yang pernah diutarakan Halimah, warga di seputaran sirkuit sentul. “Alhamdulillah suami saya dapat pekerjaan di sentul walaupun jadi tukang bersih-bersih. Dan saya juga bisa berdagang kalau ada balap disini,” ucapnya saat OZ membeli minum di tempat ibu ini. Lain halnya dengan Pak Dodik yang dapat pekerjaan sebagai marshall sirkuit. “Lumayan kalau ada balap seperti ini. Sehari lima puluh ribu. Kalau event asia seperti ini kan tiga hari, tinggal dikalikan,” ujar Dodik saat ARRC berlansung di Sentul.
Itu baru di dalam sirkuit, diluar sirkuit masih ada tukang parkir, penjual minuman, aksesoris, baju, dll. Banyak lahan untuk mencari pemasukan bagi warga sekitar. Mari bapak-bapak di pemerintahan, kita bangun ekonomi masyarakat indonesia dengan membangun sirkuit permanen.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid


