Mosi Tidak Percaya Entry Klub Ajukan Musprov

890
ketok palu
sss

OtomotifZone.com-Bandung. Belum genap 1 minggu usai pelantikan Bamsoet sebagai Ketua IMI Pusat, dunia otomotif digegerkan dengan sebuah keputusan tentang diperpanjangnya masa bakti ketua Pengprov IMI se Indonesia hingga Desember 2022. mendatang.

Keputusan tersebut telah diketok palu Bamsoet saat Rapat pleno perdana tanggal 15 Februari kemaren dengan alasan karena pandemi berkepanjangan dan mundurnya PON XX Papua yang sedianya digelar Oktober 2020 lalu diundur menjadi Oktober 2021, sontak keputusan tersebut ditanggapi beragam oleh para pelaku otomotif diberbagai provinsi, karena beberapa pengprov sudah habis SK dan masa baktinya, sehingga banyak klub didaerah banyak yang sudah mulai melakukan penggalangan kekuatan menuju Musprov masing-masing merasa kaget.

OtomotifZone.com langsung menghubungi M Riyanto, Waketum bidang Organisasi IMI Pusat, dalam penjelasannya mengatakan, “kami mengadakan rapat tersebut karena adanya usulan dari Badan Pengawas tentang hal tersebut, dan setelah kami pertimbangkan, pa Bamsoet sebagai ketua mengetok palu atas usulan dan pertimbangan tersebut, kecuali Jawa Tengah”.

Saat penulis menanyakan apakah Musprov bisa digelar dalam tahun ini karena gejolak dipengprov dan klub menyatakan mosi tidak percaya?, “silahkan klub dipengprov tersebut mengajukannya ke IMI Pusat, kami akan pertimbangkan apakah bisa kami terima atau tidak tergantung situasi didaerahnya, kalau ada konfik akan dipertimbangkan, sementara ini kami sangat mematuhi keputusan rapat tersebut, Mosi tidak percaya adalah hak klub yang mempunyai hak suara”. tambah M Riyanto.

Mungkin hampir semua pengprov tahun 2020 sudah habis masa baktinya, karena hampir serentak Pengprov digelar akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017 silam, jika melihat dan mencermati terbitnya SK, sesuai AD/ART masa bakti bisa diperpanjang maksimal 6 bulan saja, dan kasus Jawa Tengah dengan pengecualian, bisa jadi dipengprov lain juga seperti itu cuma dengan kasus dan riak yang berbeda.

Mau sabar atau ganti, tergantung klub didaerah yang memenuhi syarat keanggotaan dengan aktifnya TKT dan KTA minimal 15 anggota, silahkan berunding sesuai kepentingan dan kebutuhan pengprov masing-masing, karena ada yang sudah tidak mau diperpanjang lagi karena kesibukan, ada yang ingin ambisi maju kembali dan ada juga karena dipercaya oleh klubnya.

Penulis : Edi Batrawan | photo : dok