Otomotifzone.com-Aragon, Spanyol. Setelah Marc Marquez jatuh dan Jorge Lorenzo ngacir di depan selama hampir last lap berkutat dengan gap 3 detik. Sorot kamera terus tertuju dengan pertarungan Rossi-Pedrosa. Tegang sampai lap akhir pak. Terlihat dari udara pertarungan ketat tak bisa lepas karena kelebihan masing-masing pacuan bukan karena kesamaan pacuan. Pedrosa menang kencang, Rossi menang late brake. Pertarungan terlihat nyata saat memasuki R1 terakhir yang parabolik. Sebelum tikungan itu ada straigh panjang makanan Honda Rc213v. Motor tunggangan Rossi udah kepentok ngejar body kecil si Dani. Namun masuk lagi tikungan selalu mocong M1 Rossi nempel pantat motor Pedrosa.

Pertarungan balik kartu terjadi jelang 1 lap. Rossi gemes gasnya kepentok Pedrosa terus. Makanya sesekali jurus “Ngeblongnya” diterapkan, ternyata belum ampuh hadapi Pedrosa yang makin Pe-De didepan publik Spanyol. “Benar-benar sulit untuk memperolehnya karena ini juga menjaga catatan waktu. Vale lebih cepat di beberapa sudut. Aku berusaha untuk tidak kehilangan terlalu banyak tapi dalam 10 lap terakhir itulah yang benar-benar sulit. Saya memiliki kurang grip di lap-lap terakhir. Saya bisa merasakan mesin belakang. Aku mencoba untuk terus berada di depan.” kata Dani.

Vale pembalap tuir inipun geleng-geleng hadapi Pedrosa di sirkuit Aragon. “Saya mencoba segalanya tapi Dani bisa mendapatkan kembali. Aku mencoba lain kesempatan tetapi ia kembali. Saya senang, itu adalah podium dan balapan yang bagus. Bisa sampai di posisi 2 saya pikir itu tidak mungkin.” ucap Vale.Juaranya sih Jorge, tapi yang motogp mania pasti pertarungan sesungguhnya ada di Rossi dan Pedrosa.
Penulis : Hafid | Foto : Motogp

