OtomotifZone.com-Malaysia. Hitungan kertas, sebenarnya Indonesia kembali mengulang sukses dengan sapu bersih semua kelas ajang Asia Max Challenge 2015 seperti yang dilakukan team Indonesia di seri 2 Sepang bulan lalu.
Kesempatan besar itu setelah di 2 race final kelas Micro Max Indonesia menempatkan 3 pegokarta podium dimana Duo maut TKM Racing Akmal Ashibli dan Rava Mahpud menempati podium 1 dan 3 sementara Sergio Noor asal Riser Shadaff Kratingdaeng Motorsport berhasil podium 5.

Hasil maksimal yang diraih dikelas Micro dilengkapi dengan perkasanya Julio Prost asal MBG Racing Kalteng yang mampu meninggalkan jauh lawanya diatas 3 detik dan melenggang sendirian tanpa tersentuh hingga garis finish dan bendera Merah Putih kembali berkibar. Tidak hanya Julio Prost, pembalap Indonesia lainnya asal Stratos Motorsport Silvano Christian berhasil finish diposisi 3, sementara 4 pegokart Indonesia lainnya seperti Jethro, David dan Kezia Santoso menempati posisi 9,10 dan 12, sementara Aria Bima harus masuk paddock sejak lap 2.

Sebelum Senna SN menutup dengan kemenangan ketiga bagi dirinya selama 3 putaran digelar, juga merupakan prestasi pegokart Indonesia yang berhasil mengibarkan Merah Putih di Speedway Elite Plus Circuit Malaysia yang juga tampil sangat perkasa dan sempurna.
penampilan pembalap Riser Shadaff Kratingdaeng Motorsport sebenarnya akan menjadi gong penutup keperkasaan pembalap-pembalap Indonesia yang berlaga seri 3 AMC, namun pertarungan dan persaingan seru difinal kelas junior dimana posisi terbaik hingga sebelum tragedi tikungan terakhir, 3 pegokart Indonesia sudah menempati posisi 1,2 dan 4 dimana Darriel Wenas menempati posisi pertama disusul Presley Martono diurutan 2 dan Barrichello Noor diposisi 4.

Harapan besar hampir seluruh crew Indonesia, akan kembali sapu bersih podium mengulang kembali keperkasaan Indonesia diseri sebelumnya, namun ternyata Darriel Wenas yang jelang tikungan terakhir berada diposisi pertama harus mengubur Impian Podium setelah bersinggungan dengan Presley Martono yang berada diposisi kedua berusaha overtake, namun keduanya harus nyangkut dan tersusul pembalap dibelakangnya membuat Adam Haikal dan Barri yang sudah pasrah diposisi 3 dan 4 ketiban rejeki dengan mampu menghindar dari “last corner Tragedy” dan mampu finish diurutan 1 dan 2, sementara Prassetyo Hardja yang berada pada urutan 7 akhirnya mampu finish diposisi 3.
Seandainya tidak terjadi tragedi tersebut, Indonesia pasti menempatkan 3 pembalapnya ditangga juara, namun karena nafsu sesaat akhirnya Presley dan Darriel harus gigit jari dengan hanya finish posisi 6 dan posisi 11.
Mimpi Indonesia mengulang sapu bersih harus tertunda hingga seri 4 yang akan digelar di sirkuit yang sama. Semoga menjadi pelajaran berharga. lebih baik podium daripada tidak sama sekali, karena point akhirlah yang menjadi penentu kemenangan.
Penulis : Edi Batrawan |Photo : Edmol

