Beranda blog Halaman 140

Unik! Juara Umum Ex-Rider di Tolak Miskin Road Race Boyolali Bakal Bawa Pulang Seekor Kambing

0
Juara Umum Ex-Rider di Tolak Miskin Road Race Boyolali Bakal Bawa Pulang Seekor Kambing

​OtomotifZone.com, Boyolali – Ada pemandangan unik yang bakal tersaji di gelaran Tolak Miskin Grand Final Road Race Championship 2025 Round 2 yang siap dihelat di Sirkuit Boyolali, 27-28 Desember 2025 mendatang.

Bukan cuma soal raungan mesin dan kepulan asap knalpot, perhatian penonton dipastikan bakal tertuju pada hadiah yang tergolong “nyeleneh” namun menggiurkan: Satu ekor kambing untuk juara umum kelas Ex-Rider!

​Langkah YR2 Management ini terbilang sangat kreatif untuk mengapresiasi para pembalap veteran yang masih memiliki semangat tempur tinggi di lintasan balap.

​Selain memanjakan para legenda balap (Ex-Rider), ajang ini juga menjadi “rumah” bagi para pecinta otomotif yang biasanya hanya nongkrong di jalanan.

​Kelas Ex-Rider yang Penuh Gengsi
​Khusus untuk kategori Ex-Rider yang memperebutkan hadiah kambing tersebut, tersedia tiga kelas poin yang bisa diikuti:

​Bebek 2Tak STD 116cc Ex Rider
​Bebek 2Tak STD 125cc Ex Rider
​Bebek 4Tak TU 130cc Ex Rider (Spec Ex MP2)

​Bagi para “Suhu” balap yang ingin membuktikan taringnya dan membawa pulang hadiah kambing tersebut, pendaftaran sudah dibuka dengan biaya Rp600.000 (Online) atau Rp650.000 (On The Spot) untuk kategori Kelas Umum.

​Pendaftaran & Info: Danoeng (+62 899-1358-787).
​Transfer: Bank BCA 8175542490 a.n. Danung Prasetyo.

​Jadi, jangan sampai terlewatkan! Siapkan fisik dan motor terbaikmu, karena akhir pekan ini di Boyolali, kemenangan tidak hanya berbuah trofi, tapi juga seekor kambing untuk dibawa pulang!

Regulasi Usia 2026 Tuai Polemik, Kupret Tegaskan Bicara Data dan Fakta

0

OtomotifZone.com – Bogor, Regulasi baru yang tengah digulirkan kembali memantik perdebatan di dunia balap motor Indonesia. Meski belum lama Frans Tanujaya selaku pejabat terkait sudah membuka suara mengenai arah regulasi ke depan, ketidakpuasan dari para peserta dan pelaku balap masih terasa kuat di lapangan.

Sorotan utama tertuju pada regulasi usia pembibitan di kelas Beginner. Dalam regulasi rencana musim 2026, kelas Beginner akan diikuti pebalap dengan rentang usia 11 hingga 14 tahun. Aturan ini dinilai menyimpang dari pakem yang selama ini berjalan, mengingat sejak kelas Beginner diperkenalkan, usia peserta berada di kisaran 8 hingga 12 tahun.

Perubahan ini pun menuai sanggahan. Sejumlah peserta lomba menilai celotehan yang menyebut aspek keselamatan justru tidak sepenuhnya relevan dengan fakta di lintasan. Pasalnya, pebalap pemula usia 8–12 tahun selama ini memang menggunakan motor bebek dengan bobot mendekati 120 kg, bahkan ada yang naik ke motor sport 150 cc dengan bobot hampir 140 kg. Namun hal tersebut bukan tanpa kajian.

Sanggahan tegas datang dari Suhartanto atau Kupret, engine builder yang telah lama menangani berbagai tim balap di Indonesia. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan tidak berdasar pada data nyata.

“Dari zaman dibukanya kelas Beginner, belum ada pebalap usia 8 sampai 12 tahun yang mengalami insiden serius. Regulasi mesin juga sudah dikaji, power dibatasi sesuai aturan, jadi tidak besar dan masih pas digunakan. Dan untuk 2025 itu regulasi berat 132 untuk Beginner dan 137 untuk Rookie. Itu sudah termasuk dengan pebalap,” ujar Kupret.

Kupret menegaskan pendapatnya bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan pengalamannya yang konsisten mengikuti perkembangan balap motor nasional. Ia mengingatkan agar regulasi baru tidak justru berdampak negatif terhadap ekosistem balap.

Kupret

“Jangan sampai dengan regulasi baru ini, Kejuaraan Nasional justru semakin sepi,” tambahnya.

Di sisi lain, banyak pihak menilai bahwa regulasi lama terbukti efektif dalam pola pembibitan pebalap. Sejumlah pebalap Indonesia yang kini berkiprah di ajang internasional lahir dari jenjang balap motor bebek, bahkan sejak kelas Beginner. Artinya, sistem yang sudah berjalan selama ini dinilai telah memberikan fondasi kuat bagi regenerasi pebalap Tanah Air.

Dengan berbagai masukan dari pelaku langsung di lintasan, wacana regulasi usia Beginner diharapkan bisa kembali dikaji secara menyeluruh. Tujuannya agar keselamatan tetap terjaga, tanpa mengorbankan proses pembibitan dan masa depan balap motor Indonesia.

Dari Iseng Jadi Ancaman, HSI Makin Nyaman di Drag Bike

0

OtomotifZone.com – Lumajang, Berawal dari sekadar coba-coba, langkah HSI justru berlanjut ke jalur prestasi. Tim besutan Husni ini kembali turun di ajang Bupati Cup Drag Bike yang digelar pada 21 Desember di Sirkuit NP JLT, Lumajang, Jawa Timur, dan sukses mencuri perhatian.

Sebelumnya, sang engine builder Husni memang mengakui bahwa keterlibatannya di dunia drag bike bermula dari rasa iseng. Ia bahkan menyebutnya sebagai “ke jalan yang lurus”.

Maklum, nama Husni selama ini lebih akrab dikenal sebagai mekanik road race, yang kerap melanglang buana bersama berbagai tim di Indonesia menangani motor-motor road race kompetitif.

Namun siapa sangka, ketertarikan yang awalnya hanya coba-coba itu kini berbuah hasil. Dalam dua event drag bike yang diikuti, termasuk event akhir pekan lalu di Lumajang, HSI justru pulang membawa banyak penghargaan.

“Awalnya memang iseng-iseng. Terus kemarin ada event di Lumajang. Karena bengkel di Lumajang jadi ikut. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ujar Husni kepada tim redaksi.

Tak main-main, sederet podium berhasil diraih HSI di ajang tersebut. Di antaranya juara 1 kelas F1ZR Sunmori 125 Lokal, peringkat 4 dan 5 kelas F1ZR Sunmori Karisidenan, serta peringkat 3 dan 4 kelas Ninja Frame Standar Terbuka.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Husni tidak hanya piawai memoles mesin road race, namun juga mampu menerjemahkan keahliannya ke dunia drag bike yang memiliki karakter dan kebutuhan teknis berbeda.

Dari sekadar iseng, kini HSI mulai menunjukkan konsistensi di lintasan lurus. Bukan tak mungkin, langkah Husni dan HSI ke depan akan semakin serius dan menjadi ancaman nyata bagi para pemain lama di dunia drag bike nasional.

Rayakan Anniversary ke-16, Komunitas Honda Motor Bogor Gelar Camping Paguyuban

0
Komunitas Honda Motor Bogor Gelar Camping Paguyuban

Keluarga Besar Komunitas Honda Motor Bogor (Khombo), paguyuban klub dan komunitas sepeda motor Honda di wilayah Bogor, menggelar kegiatan camping bertajuk “AnniCampsary” dalam rangka memperingati hari jadi ke-16. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Sari Camp Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mengusung tema “Road to Nature, Ngariung Paguyuban”, AnniCampsary menjadi momentum untuk mensyukuri kebersamaan yang telah terjalin selama 16 tahun. Melalui camping bersama di alam terbuka dengan suasana sejuk pegunungan, para bikers menikmati berbagai kegiatan seru yang dirancang untuk mempererat kebersamaan. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan antaranggota, sekaligus menumbuhkan semangat baru dalam menyambut tahun yang akan datang.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 klub dan komunitas Honda yang berada di bawah naungan paguyuban Khombo di wilayah Bogor Raya.

Komunitas Honda Motor Bogor Gelar Camping Paguyuban dalam Rangka Perayaan Anniversary ke-16

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum paguyuban, founder Khombo, serta para ketua klub dan komunitas. Sebagai simbol perayaan, dilakukan prosesi pemotongan kue ulang tahun ke-16 Khombo, kemudian ditutup dengan acara makan bersama dan kegiatan bakar ikan yang menambah keakraban seluruh peserta.

Ketua Umum Khombo, Bro Apid, menyampaikan, “Mendirikan sebuah paguyuban mungkin tidak terlalu sulit, namun menjaga kebersamaan, keguyuban, dan keharmonisan hingga 16 tahun tentu bukan hal yang mudah. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Khombo yang telah hadir dan mendukung anniversary ke-16 ini.

Semoga Khombo semakin kompak dan terus berjaya. Khombo, bisa bisa bisa!”

Komunitas Honda Motor Bogor (Khombo) didirikan bertepatan dengan pelaksanaan Honda Bikers Day (HBD) pertama di Pantai Katapang Doyong, Pangandaran, 16 tahun silam. Hingga kini, Khombo aktif berkolaborasi dengan Main Dealer Honda Jawa Barat serta konsisten mengampanyekan keselamatan berkendara melalui semangat #Cari_Aman. Sampai tahun 2025, paguyuban Khombo menaungi ratusan bikers dari 18 klub dan komunitas Honda di wilayah Bogor Raya.

Frans Tanujaya Angkat Suara Prihal Kegaduhan Regulasi Baru

0
Frans Tanujaya selaku Technical Delegate Pra PON.

OtomotifZone.com – Jakarta, Regulasi baru yang dikeluarkan melalui hasil Rakernas IMI 2025 terkait masuknya kelas MP 7 Minimoto Sport menuai beragam tanggapan di kalangan pecinta balap motor nasional. Menanggapi hal tersebut, Frans Tanujaya, selaku Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat, memberikan klarifikasi sekaligus penjelasan mendalam mengenai latar belakang dan tujuan utama dibukanya kelas tersebut.

“Izin mengklarifikasi, kelas MP 7 Minimoto Sport yang dipermasalahkan ini merupakan program dan concern Ketua Umum IMI Pusat terhadap faktor safety dan pembinaan pembalap muda Indonesia,” ujar Frans.

Frans menjelaskan bahwa kelas Minimoto Sport sejatinya bukanlah hal baru di Indonesia. Program serupa pernah dijalankan pada periode sebelumnya dengan menggunakan motor rakitan AP10, yang mengombinasikan sasis lokal dan mesin asal China. Namun, program tersebut hanya bertahan satu tahun dan terhenti karena sejumlah kendala yang tidak dijabarkan secara detail.

Frans Tanujaya mantan crosse yang rindu akan prestasi crosser nasional
Frans Tanujaya ingin Crosser Indonesia bangkit kembali

“Untuk saat ini, perkembangannya jauh lebih baik. Sudah ada tiga brand yang memproduksi dan menjual motor Minimoto Sport, yaitu Lenka, Daytona, dan Ohvale. Bahkan Lenka memiliki harga yang lebih murah dibanding motor bebek 150 cc standar sebelum modifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Frans menegaskan bahwa dasar pemikiran diaktifkannya kembali kelas MP 7 Minimoto Sport—yang pada tahun 2026 akan dijalankan terlebih dahulu di Region B—adalah untuk mengakomodir pembalap usia 8–12 tahun. Pada usia tersebut, rata-rata pembalap memiliki postur tubuh dan berat badan sekitar 20–30 kg, sehingga membutuhkan sepeda motor yang sesuai dengan fisik mereka.

“Motor Minimoto Sport memiliki bobot di bawah 70 kg, ini jauh lebih aman dan sesuai dengan postur pembalap muda. Faktor safety menjadi pertimbangan utama,” tegas Frans.

Ia juga menyoroti hasil evaluasi musim balap sebelumnya, di mana pembalap pemula usia 8–12 tahun terpaksa menggunakan motor bebek yang bobotnya mendekati 120 kg, bahkan motor sport 150 cc dengan bobot hampir 140 kg.

“Ini sangat riskan dan berbahaya bagi generasi pembalap muda kita ke depan,” tambahnya.

Menurut Frans, kelas MP 7 Minimoto Sport bersifat terbuka untuk berbagai brand, termasuk brand lokal. Konsep ini sejalan dengan pembinaan di Eropa, seperti Junior GP, yang saat ini juga menjadi jalur pembinaan pembalap Indonesia seperti Ramadhipa dan Veda.

“Mungkin ini yang belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian pihak. Padahal visi dan misinya sama, yaitu memajukan pembalap muda Indonesia,” ujarnya.

Sebagai penutup, Frans menegaskan bahwa IMI sangat serius dan peduli terhadap keselamatan serta masa depan pembalap muda nasional.

“Intinya, IMI sangat peduli terhadap safety dan pembinaan pembalap muda Indonesia, serta mengarahkan mereka pada program dan riding style yang selaras dengan Program FIM Road to MotoGP. Semoga ini bisa menjadi informasi yang membangun agar balap motor Indonesia semakin maju,” pungkas Frans.

KABISA Feat IBM Open Road Race 2025 Siap Digelar di Majalengka

0
KABISA Feat IBM Open Road Race 2025

OtomotifZone.com, Majalengka – Ajang balap motor Kabisa Feat IBM Open Road Race 2025 siap memanaskan penghujung tahun balap nasional. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Desember 2025 dan akan digelar di Sirkuit Cibatu, Majalengka, Jawa Barat.

Open Road Race ini dipastikan menjadi magnet bagi pembalap lokal hingga regional, dengan beragam kelas yang dibuka mulai dari matic lokal, mix rider, hingga bebek 2-tak dan 4-tak, serta kelas khusus matic Aerox standar kirian.

Ragam Kelas yang Dipertandingkan

Panitia membuka kelas-kelas menarik yang terbagi dalam beberapa kategori utama, antara lain:

Kategori Lokal Majalengka

  • Matic 115cc STD
  • Matic 130cc STD
  • Matic 150cc Tune Up

Kategori Lokal Wilayah

  • Matic 115cc STD
  • Matic 130cc STD
  • Matic 150cc Tune Up
  • Matic FFA

Kategori Mix Rider

  • Matic 115cc STD
  • Matic 130cc STD
  • Matic 150cc Tune Up
  • Bebek 2T 116cc
  • Bebek 2T 125cc
  • Bebek 4T 130cc TU ex MP2
  • OMR Satria 2T 125cc STD

Selain itu, kelas Matic Aerox STD Kirian turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta balap matic harian.

Hadiah Menarik & Juara Umum

Event ini juga menyediakan hadiah uang tunai dan trophy dengan nominal yang kompetitif.

Hadiah Mix Rider:

  • Juara 1: Trophy + Rp 1.500.000
  • Juara 2: Trophy + Rp 1.000.000
  • Juara 3: Trophy + Rp 800.000
  • Juara 4: Trophy + Rp 600.000
  • Juara 5: Trophy + Rp 500.000

Hadiah Kelas Lokal:

  • Juara 1: Trophy + Rp 1.200.000
  • Juara 2: Trophy + Rp 900.000
  • Juara 3: Trophy + Rp 700.000
  • Juara 4: Trophy + Rp 600.000
  • Juara 5: Trophy + Rp 400.000

Panitia juga menyiapkan tiga kategori Juara Umum, yang dipastikan bakal menjadi incaran tim-tim besar maupun pembalap privat.

Informasi Pendaftaran

Pendaftaran dibuka mulai 1 Desember hingga 26 Desember 2025 dengan biaya Rp 450.000, dan 27 Desember hingga OTS sebesar Rp 500.000.

Info Pendaftaran:

  • 📞 0812-1556-4411 (AAM ZHIMEH)
  • 📞 0822-1416-5626 (Pak Imat)

Dengan dukungan berbagai pihak serta antusiasme komunitas balap Jawa Barat, Kabisa Feat IBM Open Road Race 2025 diprediksi menjadi salah satu event penutup tahun paling meriah dan kompetitif di wilayah Majalengka dan sekitarnya.

Catat tanggalnya dan siapkan mesin terbaikmu—28 Desember 2025, Sirkuit Cibatu Majalengka!

Regulasi Umur IMI 2026 Dinilai Salah Arah: Willy Octra Buka Data Lama, Pertanyakan Kajian Lapangan

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Polemik regulasi usia balap motor yang direncanakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) berlaku mulai musim 2026 kian memanas. Mantan Ketua Komisi Pembinaan Prestasi (PP) IMI, Willy Octra, kembali angkat bicara dengan nada lebih tegas. Ia menilai regulasi tersebut tidak hanya prematur, tetapi juga bertentangan dengan hasil kajian dan keputusan resmi yang telah disepakati dalam forum Rakernas IMI.

Menurut Willy, ramainya perdebatan soal regulasi Motor Prix (MP) justru mendorong dirinya membuka kembali data dan arsip hasil perlombaan nasional dari tahun 2021 hingga 2025. Dari sana, ia menemukan bahwa batas usia pembinaan yang selama ini berjalan tidak pernah berubah dan terbukti efektif.

“Melihat situasi yang lagi rame soal regulasi MP, akhirnya saya buka lagi file-file lama dan hasil lomba dari 2021 sampai 2025. Terkait umur yang diributkan ini seharusnya dilakukan analisa dan kajian di lapangan, bukan hanya melihat kepentingan tertentu. Saya bicara berdasarkan data dan kajian lapangan,” tegas Willy.

Willy memaparkan, selama dirinya menjabat, regulasi usia pembinaan tidak pernah diubah. Beginner tetap di usia 8–12 tahun, Rookie 10–16 tahun, Novice 14–20 tahun, dan Expert 16–50 tahun. Aturan tersebut, kata Willy, selalu dikaji dari tahun ke tahun dan dinilai paling cocok dengan kondisi pembinaan balap motor di Indonesia, baik untuk tim privat maupun pabrikan.

Pada Rakernas IMI akhir 2025, Willy yang juga menjadi peserta Komisi C mengungkapkan bahwa pembahasan regulasi sudah dilakukan secara resmi dan melibatkan usulan dari berbagai provinsi. Dalam materi yang dibahas, komisi mengusulkan:

Expert: 16–50 tahun
Novice: 14–23 tahun
Rookie: 10–16 tahun
Beginner: 10–12 tahun

Termasuk di dalamnya pembahasan penambahan kelas Motor Prix (MP). Namun secara tegas, Komisi C saat itu justru meminta agar regulasi usia dan kelas MP dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam
Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam

“Alasan pertama, dengan empat kelas saja peserta masih sepi, apalagi kalau ditambah jadi tujuh kelas. EO bisa nombok, apalagi hadiahnya non-kuota,” ungkap Willy.

Alasan kedua, lanjutnya, berdasarkan data dan kajian yang ia pegang, jumlah pembalap pembinaan di tiap region Indonesia masih belum mencukupi. Menurutnya, kondisi peserta baru mulai ramai dan justru tidak ideal jika regulasi usia diubah secara mendadak.

Tak hanya itu, Willy juga menyinggung usulan kelas tambahan Women yang saat itu hanya disetujui untuk region Jawa, karena memang baru wilayah tersebut yang memiliki jumlah peserta perempuan signifikan.

Seluruh pembahasan Komisi C, kata Willy, telah dirumuskan dan disahkan dalam Rakernas. Namun yang menjadi tanda tanya besar, kini justru muncul regulasi usia baru yang berbeda dari materi resmi Rakernas, seperti Novice 15–23 tahun, Rookie 12–16 tahun, dan Beginner 11–14 tahun.

“Pertanyaannya, anak-anak sekolah balap yang umurnya di bawah 11 tahun mau balap di mana? Ini yang harus dijawab Pembalap Indonesia saat ini balapanya sampai ke dunia Internasional awalnya balap dengan motor bebek baru naik ke sport. Kembalikan saja regulasi tahun sebelumnya. Biar MP bisa rame kembali, ” kritiknya.

Willy menilai, jika regulasi ini diterapkan tanpa kajian lapangan yang matang, justru berpotensi merusak sistem penjenjangan yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Saran saya sederhana. Kalau belum ada kajian nyata dan belum melihat realita di lapangan, tidak usah diubah. Regulasi ini malah berpotensi merusak sistem penjenjangan. Kembalikan saja seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong komisi IMI yang baru dilantik untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan melibatkan tim besar, tim kecil, pabrikan, pengurus lama, serta penyelenggara Kejurnas MP.

“Duduk bersama, diskusi tanpa kepentingan. Kita bicara masa depan balap motor Indonesia,” ujarnya.

Menariknya, Willy juga mengungkap hasil diskusi dengan sesama komisaris dan penyelenggara MP, khususnya terkait kelas Novice. Menurutnya, banyak masukan agar pembalap yang sudah menjuarai kelas Novice diwajibkan naik ke Expert, meski usia belum mencukupi, atau diberikan toleransi penangguhan maksimal satu tahun.

“Justru di situ penjenjangan bisa jalan sehat,” tutup Willy

2-Stroke High Voltage Wonogiri : 116 Gaya Bebas Jogja Masih Jadi Pemborong Dyno Contez

0

OtomotifZone.com – Karanganyar. Salah satu spot yang selalu tersaji dalam acara party rekan-rekan mesin dua langkah adalah Dyno Contez. Dalam event 2-Stroke High Voltage – Tak Terkendali berlokasi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri 21 Desember 2025 peserta dalam lomba adu power ini seperti tempat pelampiasan adu dyno yang sudah mereka lalui di event-event sebelumnya.

Terbukti pasukan 116 Gaya Bebas Jogja hadir di event perdana kongkow-kongkownya user 2T berbagai penjuru kota ini. Menurunkan beberapa spek motor andalan yang mayoritasnya adalah spek bebek. Yang pasti spek 2T to ya…..

“Ada lima motor yang bertarung di tiga kelas tersaji 2-Stroke High Voltage. Bebek 125 Std Sunmori Juara 2 dan 3, Bebek 125 TU Juara 1 dan 3 terakhir Bebek 130 TU Juara 1 dan 2. Istimewa pokoknya..” ucap Deon yang mengkoordinir pasukan 116 Gaya Bebas Jogja yang di bagian mekanik tetap di percayakan Rhisdianto.

“Terima kasih support dari Heaven Spa, Raden Roro, AJB Project, Kendar Karburator. Tak lupa knalpot D2T yang selalu kami andalkan selalu ada risetan terbaru untuk motor kami,” tutup mereka. 2026 berharap bisa konsisten tetap dalam persaingan dyno battle..

Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang

0
Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang
Daffa SK

OtomotifZone.com, Subang – Honda Daya Jayadi Racing Team, tim balap binaan PT Daya Adicipta Motora, tampil pada ajang Kejurda Road Race IMI Jawa Barat Seri 3 atau seri terakhir yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di Sirkuit Gery Mang Subang. Pada seri ini, dua pebalap muda DAM, Dafa SK dan Agam Abdillah Pratama, tampil membawa semangat kompetitif meski harus menghadapi tantangan lintasan basah akibat hujan.

Mengandalkan performa Honda Supra GTR 150, Dafa SK turun di kelas Bebek 4T 150cc Rookie, sementara Agam Abdillah Pratama memperkuat tim di kelas Bebek 4T 150cc Beginner. Pada sesi kualifikasi, Dafa SK berhasil mengamankan posisi start kedua di kelas MP3 Rookie, sedangkan Agam Abdillah memulai balapan dari grid ketujuh di kelas MP3 Rookie dan grid kedua di kelas MP4 Beginner.

Race 1 berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Di kelas Rookie yang menempuh 12 lap, Dafa SK sempat berada di posisi ketiga pada awal balapan, sementara Agam Abdillah sempat naik ke posisi lima di pertengahan lomba. Namun, Dafa SK harus mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan, sedangkan Agam Abdillah menyelesaikan balapan di posisi keenam.

Sementara itu di kelas Beginner yang menempuh total 10 lap, Agam Abdillah tampil impresif dengan langsung memimpin balapan hingga lap keempat. Sayangnya, insiden terjatuh membuatnya sempat merosot ke posisi ke-11. Meski demikian, Agam menunjukkan determinasi tinggi dengan kembali melanjutkan balapan dan berhasil finis di posisi ketujuh.

Memasuki Race 2 yang kembali digelar dalam kondisi lintasan basah, Dafa SK tampil lebih konsisten di kelas Rookie dan berhasil finis di posisi keempat. Di sisi lain, Agam Abdillah harus kembali mengalami insiden terjatuh di kelas Rookie sehingga gagal menyelesaikan balapan. Namun, Agam Abdillah berhasil menutup akhir pekan dengan hasil positif di kelas Beginner.  Pada Race 2, ia tampil kompetitif dan sukses mengamankan posisi kedua hingga garis finis di sirkuit sepanjang 1,2 kilometer tersebut.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Handi, menyampaikan apresiasinya atas perjuangan para pebalap. “Balapan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Meski menghadapi kondisi lintasan yang sulit, para pebalap tetap menunjukkan semangat juang dan mental kompetitif. Hasil yang diraih menjadi bekal evaluasi untuk meningkatkan performa di musim depan,” ujarnya. 

Ingin Kembalikan Marwah Balap Jabar, H. Kusmana “Tus” Kolaborasi Bersama JMM di Kejurda Seri 3

0

OtomotifZone.com – Subang, Kejurda Jawa Barat Seri 3 yang digelar pada 21 Desember 2025 di Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jawa Barat, menjadi momentum penting bagi kebangkitan dunia balap motor Jawa Barat. Putaran ketiga ini terbilang istimewa karena menjadi ajang kolaborasi antara TuS Racing dan JMM, yang dipelopori langsung oleh Drs. H. Kusmana Hartadji, MM.

H. Kusmana Hartadji yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, serta pernah mengemban amanah sebagai Penjabat (PJ) Wali Kota Sukabumi periode 2023–2025, dikenal luas sebagai salah satu pegiat otomotif Jawa Barat. Jiwa otomotif memang telah mengalir kuat dalam dirinya sejak lama. Dua anaknya juga merupakan Pebalap Jawa Barat.

Sebagai Owner TuS Racing, peran H. Kusmana di Kejurda Jawa Barat Seri 3 sangatlah krusial. Tak sekadar sebagai pendukung, kehadirannya justru menjadi penggerak utama terselenggaranya putaran ketiga ini. Ia secara langsung terlibat dalam upaya menghidupkan kembali atmosfer kompetisi balap motor yang sempat meredup di Jawa Barat.

Kepeduliannya terhadap perkembangan otomotif, khususnya balap motor, tak pernah pudar. H. Kusmana dikenal selalu aktif mengamati dinamika dunia balap Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat yang dahulu sempat menjadi barometer nasional dalam mencetak pebalap dan tim papan atas.

Ternyata, keterlibatan H. Kusmana di Kejurda Jawa Barat Seri 3 bukan tanpa tujuan. Ia memiliki misi besar untuk mengembalikan kejayaan balap Jawa Barat seperti masa keemasannya di masa lalu.

“Saya hanya ingin membangkitkan gairah balap Jawa Barat lagi seperti 15 tahun terakhir. Dulu Jawa Barat selalu menjadi barometer pebalap dan tim. Semoga dengan demikian, gairah balap Jawa Barat bisa terus bangkit seperti sediakala,” ujar H. Kusmana Hartadji kepada tim redaksi.

Dengan semangat tersebut, Kejurda Jawa Barat Seri 3 diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan kembali dunia balap Jawa Barat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.