Beranda blog Halaman 213

Opini: Bila Balap Roda Dua Dikonsepkan Seperti Sepak Bola Bagaimana?

motoprix

OtomotifZone.com – Jakarta. Banyak cerita dan opini dalam otomotif. Perbincangan Otomotifzone dengan beberapa belah pihak mengenai balap roda dua di Indonesia. Bila saja balap motor dikonsepkan seperti Sepak bola di Indonesia bagaimana?

Awal mula cerita mengenai mulai sedikitnya minat balap di kasta tertinggi. Ada opini bila cabang balap di Indonesia disamakan dengan sepak bola bagaimana ?

Maksudnya? Jadi seperti ini. Dalam sepak bola Nasional, banyak sekali tim sepak bola yang berlaga di Liga 1, Liga 2, Liga 3 ataupun Liga Nusantara. Yang mana liga liga ini merupakan kompetisi yang dinaungi PSSI sebagai induk organisasi tertinggi di Indonesia.

Dalam sepak bola, pemain hanya berhak bermain dalam satu liga. Tapi pemain boleh bermain diajang sepak bola “tarkam” selama liga belum berjalan. Dan di Liga, tim yang berhak naik ke liga selanjutnya buka hanya pemain. Pemain naik ke Liga tergantung tim yang mengontrak.

Kenapa dibikin levelling grading, agar tiap event tidak ada tumpang tindih pemain. Regulasi tiap kasta juga harus berbeda. Lalu kalau balap dibuat seperti sepak bola bagaimana?

Siapakah Kandidat Ketua IMI Pusat Periode Berikutnya..!!!????

IMI Award 2019

OtomotifZone.com-Jakarta. Masa bakti kepengurusan IMI Pusat dibawah kepempininan Bamsoet akan segera berakhir tahun 2025 ini setelah diperpanjang 1 tahun dari 4 tahun 1 periode sebelumnya, namun sudah santer sepoi sepoi angin dipagi hari, siapakah calon ketua IMI Pusat berikutnya.

Dari gosip gosip yang berawal dari obrolan ringan saat Rakernas IMI Pusat awal tahun ini, saat duduk santai sambil ngopi disela sela cofee break, terlontarlah satu nama yang tidak asing ditelinga kita, LetJend (purn) A.M Putranto, nama mantan Dan Kodiklat TNI AD ini yang sekarang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam Kabinet Merah Putih ini pernah santer terdengar saat Munas PP IMI sebelumnya.

Ya… nama tersebut menjadi salah satu kandidat yang disuarakan beberapa pengprov saat bincang santai, hal tersebut dikonfirmasi Helmi Umar, ketua Pengprov IMI Sulawesi Tengah kepada penulis.

“Iya betul, tahun 2025 adalah masa bakti ketua Bamsoet, dari hasil obrolan saat Rakernas, sudah banyak Pengprov yang minta Putranto kembali, selain Putranto ada juga calon dari kalangan anak muda yang siap maju dan lebih seru lagi santernya nama Sandiaga Uno untuk memimpin PP IMI kedepan”.

Sementara digrup WhatsApp Region D, Munculnya RMS, Rusdie Masse ketua Pengprov IMI Sulawesi Selatan juga menjadi perbincangan hangat, dan desakan untuk berdialog dan mengagendakan untuk mematangkan hal tersebut muncul. Abdul Kadir salah satu pegiat otomotif diwilayah Pengprov Papua Barat dan angggota Polri pehobi otomotif ini sangat bersemangat, dan disambut oleh beberapa pengurus lintas pengprov region D.

“Saya juga setuju juga kalau kita region D bisa kompak mengusulkan siapa yang bisa menampung keluh kesah kita dan diharapkan bisa diakomodir dalam sebuah aturan yang kiranya tidka mengorbankan tim-tim privater maupun lokal dimana sebagian besar dalam event kita di wilayah timur mereka yang merupakan animo terbesar dalam kegiatan”, tanggapan Arya, wakabid R2 IMI pengprov Papua.

Siapa calon ketua yang pantas menurut kaca mata sang wakabid R2 IMI Papua?, “Sebenarnya mau ketua dari Barat atau Timur sama saja, selagi kita-kita yang didaerah jauh ini tidak terlalu banyak dirugikan, apalagi buat para peserta ini,, sehingga mungkin animonya bisa banyak dalam setiap event dan tetap mengabaikan pembinaan daerah setempat, Karena jangan sampai meskipun ketuanya dari wilayah timur tapi diperjalanan tidak berpihak juga sama saja.” tambahnya.

Siapakah calon ketua ideal menurut versi pelaku otomotif yang bisa membawa organisasi otomotif Indonesia lebih kedepan, apakah keberlanjutan Bamsoet bergulir dan digulirkan atau ada wajah baru sebagai pemimpin nakhoda IMI Pusat??

Kita tunggu Munas IMI Pusat sambil menunggu jadwal kapan kegiatan rapat tertinggi otomotif ini digelar.

Maju terus otomotif Indonesia.


Supra X 125 FI, Dari Motor Bapak-bapak Jadi Spesialis Adventure

Honda Supra X 125 menjadi salah satu series motor bebek yang paling sukses dalam sejarah penjualan AHM di Indonesia yang laris manis bak kacang goreng dipasaran. Tapi siapa sangka, motor yang identik motor bapak-bapak ini berhasil diubah menjadi spesialis adventure oleh Mas UG, builder asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mas UG pointline sepertinya tahu betul bagaimana menciptakan suatu karya seni. Lewat jam terbang dan skill modifikasinya, Honda Supra X 125 Fi tahun 2014 ini diubah total menjadi motor yang benar-benar baru yang dinamai dengan TS 125.

Konsep motor  ini juga ikut didasari pada hobi touringnya menjelajah alam Jawa Barat dan sekitarnya.
Kombinasi antara konsep adventure dan paduan warna coklat, pasti membuat pecinta motor konsep langsung jatuh hati. Untuk mendukung konsep modifikasinya, Mas UG melakukan beberapa penyesuaian pada tunggangannya.  Bagian rangka yang dibentuk ulang menggunakan plat baja serta menambahkan tiang dudukan baru untuk semakin menciptakan kesan kokoh.

Pada sisi kaki-kaki, Mas UG mempercayakan sektor peredam kejut dengan shock breaker depan comotan dari Honda Sonic 150R untuk mempertegas kesan ‘kokoh’ sedangkan bagian belakang mengunakan shock breaker milik New Supra x 125 FI. Masuk ke bagian roda, velg yang digunakan masih standar ting-ting dikarenakan sang owner ingin mengusung gaya baru “Adventure CW”, sedangkan di bagian pengereman, Mas UG masih mempercayakan disk brake depan belakang dengan kaliper 2 piston Nissin OEM AHM.

Penambahan rangka untuk memperkokoh kesan adventure

Di sektor kemudi, modifikasi dilakukan dengan mengusung konsep setang telanjang dari produk after market merk day berbahan alumunium aloy dan tambahan raiser Honda Verza original dan untuk spidometer menggunakan model digital dan ditopang oleh headlamp 5,7 inci.

Bagian knalpot juga turut dirombak habis, Pemasangan knalpot full system bahan stainless yang di custom sendiri oleh sang builder yang ditambah dengan pelindung anti panas pada bagian kaki pengendara dan boncenger supaya lebih safety. Penambahan Rack leg shield dibagian tengah dan rak belakang sebagai dudukan Box di ujung boncengan juga dilakukan oleh Mas UG.

Konsep knalpot kolong yang dilengkapi oleh pelindung knalpot

Mas UG dapat dihubungi melalui workshopnya di Pointline Custom Work yang berlokasi di jalan Jl. Ciawi Tali Ciluluk cikalage peuntas No.01, RT.01 Hegarmanah, Kec. Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat atau melalui telp di 0812-8846-1922 dan juga bisa melalui Instagram di @pointline.official.

Motor Bapak-bapak jadi Spesialis Adventure

Spesifikasi:
Bahan: Honda Supra X 125 FI 2014
Ban: Mizzle power tread dual purpose depan 275/17 dan 300/17 belakang
Knalpot: Custom
Body: Custom (bahan fiber glass)
Shock breaker depan: Honda Sonic 150R
Shock breaker bepakang: New Honda Supra x 125 FI
Spidometer: AM model digital
Swing Arm: Standart

Percaya Target Tepat Sasaran, Spekulasi Sponsor Support Di IMI Jateng Mini Race Boyolali

OtomotifZone.com – Boyolali. IMI Jateng Mini Race Sirkuit Boyolali 16 Februari 2025 meskipun mungkin ada yang meragukan tentang proyek pencarian talent rookie kalangan road race, namun ternyata banyak dukungan oleh para kawan-kawan sponsor.

Event yang di garap bidang balap motor IMI Jawa Tengah tersebut boleh di katakan langsung mendapat dukungan. Baik yang sudah berkomunikasi ataupun dadakan seperti event kemarin di sirkuit permanen kebanggaan Boyolali dan Soloraya ini.

Ada knalpot, sparepart, jasa dan produk di luar balap. Intinya bersyukurlah acara kecil-kecilan ini bisa mendapatkan support. “Kami juga dadakan ikut hadir ke Jateng Mini Race ini. Meskipun mendadak yang penting kami bisa berpartisipasi memberi sedikit gift untuk para juara,” ucap Sony Suarta perwakilan dari MCR Racing Part yang sedang getol riset kampas kopling balap.

Ada juga knalpot Jetz, produk lokal dari Boyolali.  Ada FIM Piston, TK2BRT Klaten dan beberapa nama lain.

IMI Jateng Mini Race Boyolali, Gebrakan Baru Mendulang Talenta Terpendam

OtomotifZone.com – Boyolali. Melanjutkan ulasan event perdana balap khusus memberikan ruang para pembalap yang selama ini masih mencari podium di luar para pembalap pro selesai di selenggarakan hari ini. Pemula Mini Race Sirkuit Boyolali 16 Februari 2025 cukup banyak di serang para pembalap pemula non pro. Ternyata dihadiri oleh banyak Rider baik dari Jateng maupun luar Jateng.

Bisa dilihat dari beberapa kelas di perlombakan dan rider yang hadir juga list di hasil juara. Para pembalap-pembalap yang ada di sana kemarin pagi sampai sore adalah starter yang masih berjuang di barisan depan namun masih dalam keterbatasan. Ide ini hampir mirip dengan drag bike rookie yang sudah di kerjakan. Intinya mewadahi talenta “lain” pembalap non pro.

Ide IMI Jateng membuat event perdana ini di luar perkiraan juga. Namanya juga kelas pemula, hampir semua yang hadir team privater. Uniknya meski bernama Jateng Mini Race isinya bak event nasional. Jogja hadir, Jatim Hadir..

“Aku ngawal bibit baru pemula dari Magetan, ya cobain aja serunya balap,” ucap Alhdila Eka Dharma, mantan pembalap asal Magetan  yang pernah juara nasional Motoprix sepuluh tahun silam. Sembari menunggu sirkuit Parang jadi dia membawa anak buah coba langsung rasanya balap di Jateng Mini Race.

Tak hanya di nikmati oleh peserta dari kalangan balap saja tapi dari komunitas cornering juga ikut mendapatkan tempat untuk menyalurkan hobi di event resmi. Bukan hanya sekali namun event ini akan berlangsung empat kali di 2025. Pendaftaran cukup murah, di sertai transpoder.

So, putaran selanjutnya akan kami informasikan lebih cepat.



16 Pengprov Resmi Menolak Adendum PNOKB, Yang Setujupun Dengan Catatan

Motoprix Region B sukses digelar karena dipegang Pronas

OtomotifZone.com-Bandung. Event Kejurnas 2025 belum digelar, diterpa ramainya regulasi tambahan berupa adendum dan amandemen PNOKB 2025, pro dan kontra menjadi topik hanya awal tahun ini dan membuat 16 Pengprov secara resmi melayangkan surat secara resmi penolakan terhadap aturan lama tapi baru tersebut.

16 Pengprov yang secara resmi menolak adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, sementara Sulawesi Utara hingga berita ini release belum ada jawaban meski secara resmi penulis sudah melakukan komunikasi.

Sumber awal berita PNOKB : https://otomotifzone.com/adendum-pnokb-pp-imi-wajib-ditaati-tindakan-tegas-jika-melanggar/

Semantara region B yang tegas menolak adalah Banten, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur, Secara personal dari pejabat yang kompeten, Bali juga menolak tapi belum secara resmi karena butuh tanta tangan ketuannya,dan region A Sumatera yang melayangkan surat penolakan adalah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Riau, sementara Aceh belum memberi informasi saat penulis mencoba menghungi dan Kepri masih sibuk dengan event dan paska seminar jadi menunggu info lebih lanjut, sementara penulis belum mendapat informasi dari region Kalimantan.

Artikel relevan : https://otomotifzone.com/imi-banten-tolak-keras-usulan-adendum-dan-amandemen-pnokb-2025-kenapa/

Salah satu kunci penolakannya adalah bab tambahan dimana event yang digelar disalah satu pengprov, hanya boleh diikuti oleh pembalap dimana pengprov ini berada, pembalap luar pengprov tidak diperbolehkan mengikuti kejuaraan tersebut, dasar penolakannya karena tidak semua pengprov mempunyai asset pembalap, tetap butuh pembalap luar pengprov untuk menarik antusias gelaran dan juga tontonan.

Selain 16 pengprov yang menolak secara resmi, ada beberapa pengprov juga pada dasarnya menolak tapi berdalih masalah tersebut akan diputuskan setelah melalui rapat pleno atau rakerprov, sementara beberapa pengprov lainnya hanya sekedar memantau dan masih dibahas ditingkat internal pengprov.

Artikel pendukung : https://otomotifzone.com/adendum-dan-amandemen-pnokb-2025-penuh-sisi-positif-menurut-pegiat-otomotif/

Selain pengprov yang menolak, Sumbar salah satu pengprov yang setuju aturan tambahan itu, namun dengan catatan Pembagian region sumatera yang terbagi menjadi : 1.Sumbagut (Aceh,Medan Kepri) 2.Sumbagteng ( Sumbar,Riau,Jambi) 3.⁠Sumbagsel ( Sumsel, Babel, Bengkulu, Lampung) sementara untuk jawa bisa dibagi menjadi 3 region 1. Jabar, DkI dan Banten 2.Jateng dan DIY 3.⁠Jatim, Bali, NTB dan NTT begitupun untuk Sulawesi dan Papua menjadi 1 region dan Kalimantan. Alasan tersebut sebagai salah satu alternatif agar semua event tetap berjalan tanpa takut kehilangan peserta atau starter, karena bagaimanapun pengprov tetangga menjadi penyangga pengprov lainnya, karena mereka selalu berkoordinasi sebelum membuat event, itu yang disampaikan Nasta Oktavian, SH, M.Kn selau ketua Pengprov.

Sumatera Utara menunggu rapat pleno pengurus, namun H.Sabra Buana selaku Kabid R2 IMI Sumut setuju,
“Tapi, secara umum kita mendukung apabila tujuannya untuk memajukan dan mencari bibit pembalap muda dan meramaikan kejunas, tapi kalo tujuannya untuk menarik dana/ biaya dari IMI provinsi ke IMI pusat kita menolaknya bang”.

Ada hal lain yang menjadi pertimbangan, “Tapi agak dilema juga sih bang, Contoh.. kita di Sumut kalo buat klub event selalu kordinasi dengan IMI tetangga kita, agar saat kita balapan diikuti juga dengan pembalap tetangga, begitu juga IMI tetangga, selalu kordinasi untuk jadwal agar bisa ramai peserta“.

Adapun kenapa Adendum itu lahir dan ditegaskan, karena salah satu dasar pertimbangannya adalah Motoprix region B hampir mati atau mungkin dimatikan, sementara kejurnas MX dan GTX pun tahan nafas, sementara event setara kejurnas banyak diminati peserta, ada apa?

Pro dan kontra pasti selalu ada, apapun alasannya semua punya dasar pemikiran dan pijakan masing-masing, plus minus sebuah aturan akan mengerucut jika pada akhirnya duduk bersama dalam forum resmi.

Maju terus otomotif Indonesia.

Hasil Pemula Mini Race Jateng Sirkuit Boyolali 2025

OtomotifZone.com – Boyolali. Event perdana balap khusus memberikan ruang para pembalap yang selama ini masih mencari podium di luar para pembalap pro selesai di selenggarakan hari ini. Pemula Mini Race Sirkuit Boyolali 16 Februari 2025 cukup banyak di serang para pembalap pemula non pro. Kami up lebih dulu hasil racenya.

Final KejurNas Time Rally 2024, Start di Pertamina Mandalika International Circuit

Final KejurNas Time Rally 2024, Start di Pertamina Mandalika International Circuit

OtomotifZone, Mandalika. Final Kejuaraan Nasional (KejurNas) Time Rally 2024, start di Pertamina Mandalika International Circuit.

Final Kejurnas Time Rally 2024 merupakan seri terakhir 2024 yang dilaksanakan hari ini 16 Februari 2025 di Pertamina Mandalika Intermational Circuit, diikuti oleh berbagai team dari seluruh Indonesia antara lain Protect Sport Pertamina Patra Niaga, Menanjak 84 Club, TSDC Jawa Timur, YR2 Rally Jawa Timur, Daihatsu sport, dan lain lain. Ajang Kejurnas Time-Rally ini juga diikuti oleh 12 peserta komunitas lokal NTB yang mengikuti kejuaraan Fun Rally sebagai supporting class.

Sebelum memasuki track, para peserta Final Kejurnas Time Rally 2025 di briefing terlebih dahulu oleh Denny Pribadi selaku Manager Motosport Pertamina Mandalika International Circuit. Denny menjelaskan mengenai profil umum Mandalika Sirkuit dan standard keamanan. Para peserta juga dihimbau untuk mengikuti batas kecepatan dari safety car dan zero car dan dilarang mendahului ke-2 kendaraan tersebut.

Ajang Final Kejurnas Time Rally 2024 diikuti oleh total 30 kendaraan roda empat. Sebelum peserta start dan memulai melaksanakan bernagai soal trayek yabg diberikan oleh panitia penyelenggara, peserta diajak berkeliling lintasan dan berhenti di tikungan T-10 yang identik dengan Tikungan Pertamina. Disini, para peserta turun dari kendaraan dan melakukan sesi foto bersama.

Donny Mahardjono, VP Motosport mejelaskan “Kami atas nama MGPA selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit, selalu mendukung kegiatan otomotif maupun non-otomotif. Kali ini kami mensupport kegiatan otomotif non-balap, Kejurnas Time Rally. Kegiatan ini didukung penuh oleh IMI Provinsi NTB. Dukungan ini kami lakuka sebagai bentuk sinergi antara MGPA dengan IMI Pusat dan IMI NTB. Ini juga sebagai bentuk memberikan dukungan untuk kebangkitan Time-Rally di NTB, yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2019. Kejuaraan Nasional Time Rally ini juga menjadi sarana promosi yang sangat baik untuk Mandalika Circuit, Mandalika, Lombok dan Nusa Tenggara Barat, dan sejalan dengan program Road to GT World Challenge Asia Series (GTWCAS) yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-11 Mei 2025, serta Pertamina Grand Prix Of Indonesia atau juga dikelal dengan IndonesianGP 2025 yang akan dilangsungkan pada tanggal 3-5 Oktober tahun 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Kami berharap kedepannya, kejurnas Time Rally bisa tumbuh dengan pesat dan membawa lebih banyak peserta ke Sirkuit Mandalika”.

July Putra Team TSDC Jawa Timur/YR2 mengucapkan “Kami selaku peserta, mengucapkan banyak terima kasih kepada MGPA dan IMI NTB yang sangat luar biasa sekali dapat mengemas Kejurnas Time Rally yang sangat menarik dengan membuat berbagai soal di dalam sirkuit mandalika. Kami sangat senang dan bangga diadakan ga KejurNas Time-Rally yang melakukan start di Mandalika Circuit. Pastinya ini akan menumbuhkan keinginan peserta Time Rally yang lain jika diadakan lagi di sirkuit mandalika”.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit menyatakan “Kami atas nama MGPA mengucapkan banyak terimakasih atas dilaksanakannya event Kejurnas Time Rally Pesona Wisata Rally NTB di Pertamina Mandalika International Circuit. Kami di MGPA selalu dengan tangan terbuka dan senang hati menyambut berbagai event non-otomotif maupun otomotif baik otomotif motorsport maupun non-motorsport. Kali ini peserta Kejurnas Time Rally Pesona Wisata Rally NTB dan komunitas yang datang mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit.

Pimpinan Lomba Kejurnas Time Rally dan Pesona Wisata Rally NTB Bpk. Suryo Putranto mengucapkan terima kasih kepada MGPA atas support yang diberikan kepada Cabang Olahraga Time-Rally dibawah naungan IMI Pusat dan IMI NTB. Tahun 2025 diharapkan menjadi kebangkitan Time Rally setelah sempat vakum karena pandemi Covid, dan dengan antusiasme peserta di Kejurnas Time Rally Pesona Wisata Rally NTB. “Kami yakin olahraga Time Rally akan bangkit dan NTB/Mandalika menjadi putaran yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta kedepannya”

“Harapan kami, Pertamina Mandalika International Circuit bisa menjadi salah satu tempat destinasi wisata umum dan juga destinasi motorsport terbaik di Indonesia. Harapan kami untuk membuat Sirkuit Mandalika lebih banyak dikunjungi oleh pembalap, peserta, wisatawan lokal dan wisatawan international. Kehadiran mereka semua di Mandalika Circuit, serta melalui berbagai pemberitaan di berbagai media lokal dan media asing pasti akan lebih memperkenalkan Mandalika, Lombok, NTB dan Indonesia di dunia, dengan harapan tingkat kedatangan turis lokal dan asing semakin meningkat. Ini sesuai dengan arahan dari induk holding kami INJOURNEY Group, sebagai holding BUMN di sektor pariwisata dan pendukungnya, yang terus menerus berusaha untuk memperkokoh perannya dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Pertamina Mandalika International Circuit bukan milik MGPA, namun milik Indonesia. Ini harus terus menerus kita besarkan dengan baik, benar dan glorifikasi demi Indonesia”, tutup Priandhi Satria.

Adendum dan Amandemen PNOKB 2025, Penuh Sisi Positif Menurut Pegiat Otomotif

Kejurda Indramayu

OtomotifZone.com – Jakarta. Banyak pro dan kontra atas Adendum dan Amandemen PNOKB 2025 yang dikeluarkan PP IMI. Tidak sedikit beberapa pegiat otomotif yang menyambut baik dengan peraturan baru ini. Secara garis besar, dengan peraturan baru ini bisa menimbulkan pebalap pebalap berbakat dari daerahnya.

Tim redaksi belum lama berbincang oleh salah satu owner tim yang juga menjabat sebagai Kabid Roda Dua IMI Sulawesi Barat. Sandy Agung melihat sisi positifnya dari peraturan baru ini. Meski IMI Provinsi mereka menolaka peraturan baru ini.

” Ada sisi positifnya, seperti bisa menimbulkan pebalap pebalap daerah yang go Internasional. Dengan peraturan ini memunculkan bibit muda baru mas. Ini menurut saya pribadi mas. Meski IMI Sulawesi Barat menolak Adendum dan Amandemen PNOKB 2025,” ujar Sandy Agung langsung kepada Otomotifzone.

Tidak hanya itu, Suhartanto alias Kupret salah satu engine builder ternama tanah air ikut menyambut baik atas peraturan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025.

Achos Lalang dan Kupret, 2 mekanik segudang prestasi turun gunung didunia grasstrack

” Bagus itu event Kejurda hanya diisi pebalap dari Provinsinya sendiri. Tidak ada lompat lompat pebalap. Itu kan bisa timbulkan bibit muda dari daerahnya sendiri mas. Biarkan atlet daerah berkembang di Daerahnya mas,” tutup pria yang murah senyum itu.

Kalau tidak dibatasi seperti ini, atlet Indonesia terhitung dengan jari yang bersinar. Cuma dengan peraturan baru ini bisa menimbulkan muka muka baru dan siapa tau ada talenta terendam di suatu daerah. Keputusan seperti ini sudah dipikirkan secara matang dan tidak asala omong.

IMI Banten Tolak Keras Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025, Kenapa?

OtomotifZone.com – Banten. Setelah pemberitaan sebelumnya mengenai Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025 dari PP IMI, pro dan kontra terjadi. Salah satunya IMI Banten yang menolak keras. IMI Banten melalui Kabid Roda Dua mereka TB Bay Mahdi menjelaskan.

IMI Banten menolak keras Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025. Yang mana Kejuaraan Provinsi atau Kejurda wajib diikuti peserta dari Provinsi tersebut. Lalu kenapa menolak?

” Saya sendiri menolak Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025. Kenapa? Karena Banten ini tidak seperti Provinsi lain. Yang mana atlet balap motor ataupun Grastrack itu sedikit. Kita jalani bertahun tahun di Open saja pebalap asal Banten yang ikut bisa kehitung pakai Jari. Kasian promotor. Karena Banten pebalapnya belum banyak dan lingkupnya juga kecil,” ujar TB Bay Mahdi langsung kepada Otomotifzone.

Memang Banten tidak sebesar Provinsi lain. Minat balap tidak begitu sebesar dari Provinsi lain. Cuma banyak juga pebalap asal Banten yang berprestasi. Hanya mereka bermain di region lain. Pasti ada pro dan kontra setiap pembaharuan terjadi. Lalu menurut kalian apa sisi positifnya dan negatifnya ada dalam usulan baru ? Pastinya ada. Kita tunggu saja keputusan selanjutnya hanya di Otomotifzone