Beranda blog Halaman 214

IMI Banten Tolak Keras Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025, Kenapa?

OtomotifZone.com – Banten. Setelah pemberitaan sebelumnya mengenai Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025 dari PP IMI, pro dan kontra terjadi. Salah satunya IMI Banten yang menolak keras. IMI Banten melalui Kabid Roda Dua mereka TB Bay Mahdi menjelaskan.

IMI Banten menolak keras Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025. Yang mana Kejuaraan Provinsi atau Kejurda wajib diikuti peserta dari Provinsi tersebut. Lalu kenapa menolak?

” Saya sendiri menolak Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB 2025. Kenapa? Karena Banten ini tidak seperti Provinsi lain. Yang mana atlet balap motor ataupun Grastrack itu sedikit. Kita jalani bertahun tahun di Open saja pebalap asal Banten yang ikut bisa kehitung pakai Jari. Kasian promotor. Karena Banten pebalapnya belum banyak dan lingkupnya juga kecil,” ujar TB Bay Mahdi langsung kepada Otomotifzone.

Memang Banten tidak sebesar Provinsi lain. Minat balap tidak begitu sebesar dari Provinsi lain. Cuma banyak juga pebalap asal Banten yang berprestasi. Hanya mereka bermain di region lain. Pasti ada pro dan kontra setiap pembaharuan terjadi. Lalu menurut kalian apa sisi positifnya dan negatifnya ada dalam usulan baru ? Pastinya ada. Kita tunggu saja keputusan selanjutnya hanya di Otomotifzone

Riset Knalpot Titanium Pekajaman Jogjakarta Merata Di Road Race, Drag Bike, Grasstrack

OtomotifZone.com – Jogjakarta. Aktif di berbagai jenis balap tanah air Pekajaman Muffler Jogjakarta semangat mengembangkan riset knalpot titanium yang sedang booming di team – team balap saat ini. Tak hanya satu dua ajang saja tapi tiga jenis arena balap mereka masuki.

Mulai Road Race, Drag Bike sampai Grasstrack. Cukup jarang riset tiga jenis motor balap sekaligus. Beruntungnya kolaborasi dengan beberapa mekanik adalah rekan-rekan sejawat yang bisa di ajak riset bersama. Untungnya lagi banyak yang ada di area Jogja. Eh, nggak juga ding…

“Hampir merata, nggak hanya jogja saja. Yang jelas komunikasi dengan mekanik yang bikin road race, drag bike, grasstrack terus kita pantau bagaimana hasilnya,” ucap Potter PA, owner knalpot dekat pojok timur ring road utara Jogjakarta tersebut.

Yang paling frontal saat ini adalah knalpot grasstrack untuk spek WR dan CBR bore-up ikut kelas Sport 4T sd 250cc, jelas motor ini masih jarang di temui pada event nasional. Bisalah kalau di hitung. Untuk knalpot 4 Tak mesin 5TP, KLX, CRF, mungkin boleh dikata ada banyak pemakainya.

Urusan marketing atau belanja atau 0813 2843 7288 atau Bengkel Pekajaman, Sari Rejo RT 06 / 47, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

Adendum PNOKB PP IMI Wajib Ditaati, Tindakan Tegas Jika Melanggar

Official-Result-Bupati-Cup-Road-Race-Championship-2024-Merauke-Papua-Selatan

OtomotifZone.com – Jakarta. Belum lama ini tim redaksi mendapat pengumuman baru dari PP IMI. Yang mana pengumuman ini tentang Usulan Adendum dan Amandemen PNOKB yang harus ditaati di 2025. Ini berlaku untuk Penyelenggara Provinsi dan pebalap!!!

Secara garis besar, penyelenggara Provinsi yang menjalankan Kejuaraan Provinsi atau Kejurda harus mematuhi. Dan pebalap harus mengetahui sebelum salah melangkah. Karena tidak main main, PP IMI akan melakukan sanksi tegas.

Dalam surat ini, PP IMI mewajibkan peserta yang turun pada gelaran Kejuaraan Provinsi atau Kejurda merupakan pebalap dari Provinsi tersebut. Dengan tujuan agar banyak bibit bibit muda pebalap asal daerah tersebut muncul. Selama rekomendasi keluar dari Provinsi, ini patut diikuti. Bila mana ada penyelewengan peraturan tersebut, maka PP IMI akan memberikan sanksi tegas sampai pelarangan pebalap untuk mengikuti balap.

Usulan ini menimbulkan pro dan kontra. Ada beberapa yang setuju dan tidak. Lalu menurut kalian bagaimana?

“Kalau pengprov sudah melaksanakan kejurnas MP, GTX, Dragbike dan sebagainya, Pengprov boleh melaksanakan event klub berdasarkan kategori kejurnas yang sudah diambil”.

Selain itu, Eddy Saputra (Deputi Roda Dua atau Deputi Olahraga Sepeda Motor di PP IMI), juga menyampaikan “Dengan aturan baru tapi lama ini agar pengprov lebih banyak membuat kejurnas MP/GTX/Dragbike, sehingga diharapkan akan banyak lahir pembalap pembalap muda daerah. Selama ini pengprov lebih senang membuat event klub, yang mana lebih mementingkan gengsi dari pada prestasi pembalap. Lalu kalau ada kejadian pembalap yang bermasalah dengan perilakunya di balapan, biasanya pengprov tidak berani menghukum. Kalau sudah ada kejadian seperti ini, publik tahunya hanya menyalahkan IMI pusat yang tidak tegas.”

Dengan begitu, promotor, juri, Pengprov hingga pembalap dapat terkena hukuman, seperti hukuman suspend KIS dan KTA untuk pembalap.

“Ini solusi jalan tengah untuk peraturan ini”, imbuhnya.

Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD (Ikatan Sport Harley Davidson) kunjungi Mandalika Circuit

Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD (Ikatan Sport Harley Davidson) kunjungi Mandalika Circuit

OtomotifZone.com – Mandalika. Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD sebanyak 8-motor, berkunjung ke Pertamina Mandalika International Circuit. Kunjungan tersebut dalam rangka Track Experience yang ada di Pertamina Mandalika International Circuit dan juga melihat persiapan MGPA menjelang Indonesian MotoFP-2025 di Mandalika.

Pada kunjungan tersebut, Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD berkesempatan untuk mengelilingi Track sebanyak 3 lap, kemudian komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD melakukan sesi foto di tikungan-10 Sirkuit Mandalika.

“Alhamdulillah kita bisa merasakan bagusnya aspal Sirkuit Mandalika dan menikmati keindahan Lombok dengan mengendarai motor. Harapan kami agar MGPA selalu memperbanyak lagi kesempatan untuk berbagai komunitas lainnya dengan tujuan memperkenalkan Sirkuit Mandalika, dengan tetap mengutamakan Safety yang menandakan kita peduli dengan keselamatan” ujar salah satu Riders Komunitas HD Vessel 99

Saat sesi foto, tim MGPA berkesempatan menjelaskan Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD tentang Event Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2025 yang akan berlangsung pada tanggal 3, 4, 5, Oktober 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. MGPA juga menjelaskan tentang promo Early Bird Ticket Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2025 yang sudah dibuka dari tanggal 8-28 Februari 2025 dan bisa dibeli melalui online di www.themandalikagp.com.

Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD (Ikatan Sport Harley Davidson) kunjungi Mandalika Circuit

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit menyatakan “Kami atas nama MGPA mengucapkan banyak terimakasih atas kehadirannya dan tentunya kami sangat senang sekali Komunitas Harley Davidson Vessel 99 dan ISHD bersedia jauh-jauh datang ke Mandalika Circuit menggunakan kendaraan Harley Davidson”.

Hilman Sani, salah satu anggota Vessel 99 menjelaskan “Vessel 99 adalah komunitas orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap sepeda motor, dengan rasa persaudaraan dengan setiap anggotanya. Kami di Vessel 99, rutin berkumpul dan melakukan perjalanan wisata bersama sambil menikmati kebebasan dengan mengendarai motor kecintaan kami”.

“Kami di MGPA selalu dengan tangan terbuka dsn senang hati menyambut berbagai komunitas yang datang mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit, dengan harapan Mandalika Circuit menjadi salah satu tempat destinasi wisata umum dan juga destinasi motorsport terbaik di Indonesia. Harapan kami untuk membuat Sirkuit Mandalika lebih banyak dikunjungi oleh pembalap, peserta, wisatawan lokal dan wisatawan international. Kehadiran mereka semua di Mandalika Circuit, serta melalui berbagai pemberitaan di berbagai media lokal dan media asing pasti akan lebih memperkenalkan Mandalika, Lombok, NTB dan Indonesia di dunia, dengan harapan tingkat kedatangan turis lokal dan asing semakin meningkat. Ini sesuai dengan arahan dari induk holding kami INJOURNEY Group, sebagai holding BUMN di sektor pariwisata dan pendukungnya, yang terus menerus berusaha untuk memperkokoh perannya dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Mandalika Circuit bukan milik MGPA, namun milik Indonesia. Ini harus terus menerus kita besarkan dengan baik, benar dan glorifikasi demi Indonesia”, tutup Priandhi Satria.

Aditama Dukung Oneprix Berjalan 2025, Owner Tuntut Komitmen OMM

OtomotifZone.com – Jakarta. Pihak OMM mengadakan rapat dengan beberapa tim Indonesia. Dan mereka membeberkan bahwa Oneprix akan berjalan di 2025. Aditama Racing Team mendukung dengan hadirnya mereka di 2025. Juniar Rizal selaku owner Aditama Racing Team tuntut komitmen OMM selaku penyelenggara.

Aditama Racing Team merupakan satu dari sekian banyak tim yang tidak pernah absen dalam perebutan gelar Juara pada balap motor di Indonesia. Salah satunya Oneprix. Tim yang digawangi Juniar Rizar selaku onwer menyambut hadirnya Oneprix 2025. Namun ayah dari Sabian ini memberi intruksi kepada OMM dengan suatu komitmen.

“ Saya mendukung Oneprix hadir di 2025. Cuma saya ingin OMM komitmen. Saya selaku mendukung Oneprix. Dari mereka mengadakan saya selalu mengikuti. Meski saya sempat kecewa di 2024 Oneprix tidak berjalan full dengan kendala yang ada. Tapi contoh dari hadiah, kita ingin seperti hadiah langsung diturunkan saat naik podium. Karena saya sebagai owner tidak mengambil uang itu sepersen pun. Karena itu untuk pebalap dan Crew. Jadi kita menuntut komitmen OMM dulu,” ujar Januar Rizal langsung saat ZOOM MEETING.

ONEPRIX rencana akan berjalan ditahun 2025. Yang mana konsep yang sudah tersusun untuk tahun ini. Yang mana akan diselenggarakan sebanyak empat putaran. Dan salah satu putaran akan diselenggarakan di Kalimantan. Ini disampaikan pada Zoom Meeting hari ini (12/2). Dan masukan masukan dari tim ditampung agar ONEPRIX lebih baik kedepannya. Dalam waktu dekat Oneprix akan umumkan selengkapnya. Pantengin terus beritanya hanya di OtomotifZone.com

Oneprix Kembali di 2025? Konsep Menarik Disajikan

OtomotifZone.com – Jakarta. Belum lama ini pihak OMM selaku penanggung jawab Oneprix mengadakan meeting dengan beberapa tim balap di Indonesia. Mereka menjelaskan kalau Oneprix akan berjalan di tahun 2025. Yang mana ini juga disambut baik oleh para tim dan owner yang mengikuti zoom meeting.

Turut hadir dalam kegiatan ini tim tim ternama tanah air yang diwakilkan owner ataupun manajer timnya. Dari pihak OMM ada petinggi OMM seperti Ardi Bakri dan Arlan Perkasa Lukman. Ada juga Ferry  Kono dari KEMENPORA. Lalu dari pihak PP IMI ada Eddy Saputra. Arlan menjelaskan kalau Oneprix akan Kembali di 2025.

“ Rencana akan kita gelar empat putaran ditahun 2025. Yang mana nanti tiga putaran di pulau Jawa dan satu putaran di Kalimantan,” ujar Arlan dalam acara Zoom Meeting.

Pengumuman ini disambut baik oleh Eddy Saputra. Pria yang menjabat sebagai Deputi Olahraga Sepeda Motor PP IMI mendukung dengan hadirnya Oneprix 2025. Dirinya menyambut baik OMM yang akan Kembali menggelar event bergengsi ini.

“ Semangat masih ada. Secara komitmen pak Arlan dan tim (OMM) masih ingin memajukan industry balap motor ini. Saya yakin kedepannya balap Oneprix bisa berjalan dengan baik. Kalau ada kekurangan tolong dimaafkan. Dengan adanya Oneprix karena ini balap tertinggi bisa menghasilkan pebalap pebalap nasional yang bisa berprestasi dikancah Internasional,” tutup H. Eddy Saputra.

Racetech, GDT dan ABRT 20 Buat PAC Manahadap Lebih Menyala di 2025

OtomotifZone.com – Jakarta. Siapa tidak kenal tim PAC. Tim asal Jawa Tengah ini bagaikan tim kuda hitam yang kerap merepotkan para tim papan atas. Terlihat dari performanya ditahun lalu. Dan untuk tahun 2025, mereka akan tampil lebih menyala. Formasi pebalap sama seperti tahun lalu akan tetapi racikan kuda besi yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Syamsul Arifin pebalap asal Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menjadi rider andalan mereka. Ary Betet selaku manager menjelaskan performa tim tahun 2025 berbeda. Tahun 2025 mereka mempersiapkan tiga unit motor dengan tiga engine builder berbeda.

” Tahun 2025 kita fokus pada perburuan gelar Juara di Motoprix dan LFN. Ya benar mas Motor MX King garapan Racetech, Z1 nya buatan GDT dan Underbone ABRT20 mas. Kita turunkan tiga motor ini dan fokus di dua event besar itu saja bersama Samsul,” ujar Ary Betet langsung kepada Otomotifzone.

Rencananya motor MX King mereka akan tarung di event Motoprix dan LFN sedangkan Yanaha Jupiter Z1 yang dibuat untuk kelas EX MP2 dan Underbone 2T ini akan tarung di event LFN. Lalu apakah performa tim PAC Manahadap akan lebih bersinar di 2025? Kita tunggu saja kabar selanjutnya hanya di Otomotifzone

Rizqy Motorsports Resmikan Sirkuit Putra Airlangga Pasuruhan 22-23 Februari 2025 Nanti, Tiga Hadiah Motor Disiapkan

OtomotifZone.com – Pasuruhan. Sirkuit standar nasional baru di wilayah Jawa Timur kembali hadir tepatnya di wilayah Jeruk Purut, Gempol, Pasuruhan, Jawa Timur. Sirkuit Putra Airlangga milik Rizqy Motorsports tersebut bakal di launching tanggal 22-23 Februari 2025 nanti.

Sirkuit garapan Kelik Bagong Villada ini cukup panjang karena beberapa hari lalu para pembalap Rizki motor sport berlatih mencatatkan Time 1 menit 28 detik. Biasanya sih mereka bermain di event sirkuit lain mencatatkan waktu 1 menit 20 detik paling lama. Terbilang sirkuit ini cukup lama untuk durasi putarannya.

Event tersebut juga hanya diselenggarakan untuk Motocross dan Grasstrack dengan kategori Pro karena event ini hanya untuk persemian saja bukan untuk event kategori full class seperti biasanya. Ada yang ada yang menarik peresmian sirkuit Putra Airlangga Rizqy Motorsports grup orkes dangdut Adella akan meramaikan di pergelaran.

Motor Karbu atau Injeksi? Ini Rekomendasi Tepat Businya!!

Otomotifzone.com — JAKARTA. Buat para pengguna kendaraan roda dua, baik jenis karburator ataupun fuel injection. Jenis busi apa yang sering kalian pakai?

Untuk motor yang masih dalam kondisi mesin standar, dengan mudahnya pasti menggunakan standar busi dari pabrikannya. Tapi tidak sedikit juga, yang ganti busi untuk upgrade peforma meski mesin standar. 

Berharap ingin merasakan motor yang optimal, jika salah pilih justru akan sama saja bahkan down peform. Selaku pakar di bidangnya, Diko Oktaviano alias si Dokter Busi dari PT. Niterra Mobility Indonesia memberikan rekomendasi tepatnya.

Busi ngk
Jenis-jenis Busi NGK

“Untuk motor karbu disarankan pakai ke jenis G-Power lalu Injeksi ke Iridium. Ini mulai dari spek motor standar yang ingin pengalaman lebih akselerasi bisa pakai ini,” terang darinya langsung kepada Penulis. 

Menurutnya kedua jenis busi tersebut, sudah cukup untuk motor karburator dan injeksi. Dari spesifikasi mesin standar, hingga sudah mengalamj modifikasi mesin.

“Buat motor karbu jika sudah stel pilot jet dan main jet terasa tepat, tapi hasil pembakaran busi masih kurang optimal. Bisa untuk dinaikan satu level lagi jenis businya. Termasuk injeksi jika telah remap,” tandasnya kembali saat berdiskusi dengan Penulis. 

Sensor Ini Jarang Sekali Diperbaiki, Padahal Fungsinya Luar Biasa

Otomotifzone.com — JAKARTA. Saat melakukan service kendaraan, baik kendaraan motor maupun mobil. Pada umumnya pasti melakukan pembersihan pada Karburator atau Injektor. Pengecekan busi dan sejenis umum lainnya. 

Selain itu juga, pastinya penggantian rutin oli agar kondisi kendaraan roda dua ataupun empat. Selalu dalam kondisi yang top peforma setiap dalam melakukan perjalanan.

Tapi untuk merawar sensor oksigen, atau bahasa umunnya yakni kabel sensor O2 pada kendaraan yang berbasis injeksi. Ini jarang sekali untuk dilihat ataupun disentuh untuk dirawat bersihkan.

Padahal sensor oksigen ini, meski jarang sekali dilirik perawatannya. Memiliki fungsi yang cukup penting dalam akselerasi berkendara. Jika ini mengalami kerusakan, tentunya akan ada efek yang ditimbulkan.

“Sensor inj untuk memantau kadar oksigen dalam gas buang. Jika ini bermasalah atau kotor, tentunya ECU akan salah membaca kebutuhan dari motor,” buka dari Diko Oktaviano dari PT. Niterra Mobility Indonesia langsung kepada Penulis.

Ngk busi
Diko Oktaviano

Diko yang memiliki julukan Dokter Busi, menambahkan, “Saat ECU salah analisis, penyampaian campuran udara dengan bahan bakar yang tidak seharusnya. Kendaraan akan mengalami beberapa masalah dengan sejumlah indikator,” lanjut lagi darinya.

Saat sensor O2 bermasalah, menjadikan konsumsi bahan bakar meningkat. Emisi gas buang meningkat. Penurunan peforma mesin. Hingga kerusakan komponen yang lainnya.

Ngk busi
Sensor O2 Pada Motor

Ini dibarengi dengan sejumlah tanda, dari lampu indikator check engine yang menyala. Mesin kendaraan cenderung bergetar atau tidak berjalan mulus. Penurunan kinerja bahan bakar dan mesin secara signifikan. Kendaraan mengeluarkan asap tebal. Hingga kendaraan sulit capai akselerasi normal.

“Cara merawatnya mudah, pastikan sensor dalam keadaan bersih. Hilang dari pengapuran pembalaran. Pembersihan bisa dengan disikat dan disarankan dengan cairan katalis ataupun bensin. Pastikan sensor O2 aktif meski telah ganti knalpot,” tandas dari Diko.