Beranda blog Halaman 30

Ducati MX Team Indonesia Tampil Garang, Diva dan Hilman Sabet Double Podium di Cleosa Series 2026

Ducati MX Team Indonesia Tampil Garang

OtomotifZone.com – Jakarta, Ducati MX Team Indonesia memulai musim dengan hasil impresif pada ajang Cleosa Series Championship 2026 Round 1 kelas MX1 Internasional yang berlangsung di Sirkuit Bantir, Sumowono, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (5/4/2026). Dua pembalap andalan tim, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, sukses mempersembahkan double podium dalam dua race yang berlangsung penuh persaingan ketat.

Pada Race 1, Diva Ismayana tampil agresif sejak awal balapan. Pembalap asal Denpasar, Bali, tersebut langsung mencuri perhatian dengan meraih holeshot dan memimpin jalannya lomba. Namun, persaingan ketat membuat Diva sempat mengalami insiden terjatuh saat memperebutkan posisi terdepan. Meski demikian, mental juara yang dimilikinya membuat Diva mampu bangkit dan kembali ke jalur persaingan hingga akhirnya finis di posisi kedua.

Sementara itu, Hilman Maksum tampil konsisten sepanjang balapan. Dengan menjaga ritme dan memanfaatkan peluang, Hilman berhasil mengamankan posisi ketiga, sekaligus memastikan Ducati MX Team Indonesia meraih double podium pada race pertama.

Memasuki Race 2, kondisi fisik Diva menjadi perhatian setelah insiden di race sebelumnya. Meski masih merasakan sakit, Diva tetap turun bertanding dan kembali menunjukkan performa solid. Dengan strategi balap yang matang dan konsistensi sepanjang lomba, ia kembali finis di posisi kedua, mengamankan podium keduanya di seri pembuka.

Hilman Maksum juga kembali tampil stabil di race kedua. Meski sempat mengalami kendala di gate start dan harus memulai balapan dari posisi terakhir, Hilman menunjukkan determinasi tinggi dengan melakukan pengejaran hingga akhirnya kembali finis di posisi ketiga. Hasil tersebut sekaligus menegaskan konsistensi Hilman sepanjang akhir pekan balapan.
Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, mengapresiasi perjuangan kedua pembalapnya yang tampil maksimal meski menghadapi berbagai tantangan.

“Kami melihat fighting spirit yang luar biasa dari Diva, terutama setelah insiden di race pertama. Dia tetap bisa bangkit dan mempertahankan performa. Hilman juga menunjukkan konsistensi yang sangat baik. Ini hasil yang positif untuk tim, tapi kami akan terus berkembang dan menargetkan hasil yang lebih tinggi ke depan,” ujar Johny Pranata.

Diva Ismayana mengaku race pertama berjalan cukup berat setelah dirinya terjatuh saat memperebutkan posisi terdepan. Namun ia tetap fokus untuk kembali ke ritme balap dan mengamankan posisi kedua.

“Race pertama cukup berat. Saya sempat terjatuh saat sedang memperebutkan posisi pertama, tapi saya coba tetap tenang dan fokus untuk kembali ke ritme balap. Senang bisa tetap finish di posisi kedua setelah situasi itu. Di race kedua, kondisi badan memang belum 100 persen, tapi saya berusaha tetap maksimal,” ujar Diva.

Sementara itu, Hilman Maksum merasa hasil yang diraih menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya.

“Saya mencoba balapan lebih konsisten dan menghindari kesalahan. Di race kedua saya sempat terkendala di gate start dan harus mengejar dari posisi paling belakang. Meski begitu, saya cukup puas bisa konsisten di dua race. Ini jadi modal penting untuk seri berikutnya,” ungkap Hilman.

Hasil double podium di dua race tersebut menjadi awal positif bagi Ducati MX Team Indonesia dalam menghadapi musim 2026. Dengan semangat juang Diva Ismayana dan konsistensi Hilman Maksum, Ducati MX Team Indonesia semakin optimis menghadapi putaran berikutnya di Cleosa Series Championship 2026.

Bawa Ninja Racikan Ryan Mee, Lantian Juan Kembali Juara FFA Open Cleosa Series Semarang

OtomotifZone.com – Semarang. Lantian Juan pembalap asal kota Kediri kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya  dengan menang pada perjalanan kelas FFA Open di moto 2 Round 1 Kratingdaeng Swallow Cleosa Series  Sirkuit Bantir, Sumowono – Bandungan, Kab. Semarang 4 – 5 April 2026.

Lantian Juan yang selalu bikin kejutan saat balap ini masih dipercayakan Tim Rizqy Motorsport di kelas Grasstrack Open bisa tampil begitu impresif pada para fighter tersebut, ditunjang setting up motor from Ryan Mee yang menjadikan Lantian pede dan fokus untuk menjadi penguasa moto 1 kelas FFA Open.

Boleh dikatakan pada motto pertama mesin telat hangat dan cukup lama di barisan belakang titik wall begitu ada progress maju merengkuh podium 3 besar. Di Moto kedua hampir sama dengan perjuangan di Moto sebelumnya. Tapi settingan hari kedua tersebut Mungkin ada yang berbeda dari Ryan Mee.

Mekanik yang juga joki drag bike tersebut memoles setup moto kedua agar bisa lebih ngechat jikalau tetap agak kacau di belakang. Dan benar saja latihan yang berjuang dari 5 besar perlahan maju mengejar Fabio Erlang yang dari lab awal dia memimpin jalannya balap. Akhirnya sebuah kemenangan ya regu kembali dari Ninja made in Ryan Mee.

” Alhamdulillah ini kedua kalinya saya memakai ninja ini bisa mempersembahkan podium juara titik sayangnya di Moto pertama saya mengalami sedikit kendala mengejar dari belakang dan kesulitan menembus pertahanan lawan. Kemenangan ini untuk tim mekanik dan tentu family dan buah hati kecil saya yang kemarin sebelum balap hadir menemani keluarga kecil saya,” ucap pembalap asal Kras, Kediri tersebut.

Kembalinya Lantian ke jalur kemenangan cukup menambah keseruan peta kekuatan para tim papan atas di tahun ini untuk even Cleosa Series 2026.

Syabil Umar Naik Podium Ketiga di Debut IAME Italy Series, Tunjukkan Potensi Besar di Eropa

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap muda Indonesia, Syabil Umar, berhasil mencuri perhatian pada debutnya di ajang bergengsi IAME Italy Series. Berlaga di Round 1 yang berlangsung di Franciacorta Karting Track, Syabil sukses meraih podium ketiga pada balapan perdananya.

Hasil ini tentu menjadi pencapaian yang sangat membanggakan, mengingat Syabil baru pertama kali turun di kompetisi Eropa yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat ketat. Menghadapi pebalap-pebalap muda terbaik dari berbagai negara, Syabil mampu tampil konsisten sejak sesi awal hingga balapan final.

Pada balapan tersebut, Syabil menunjukkan performa matang dengan strategi balap yang rapi dan agresif di momen yang tepat. Meski harus beradaptasi dengan karakter lintasan baru dan kondisi kompetisi yang berbeda, pebalap muda Indonesia ini mampu menjaga ritme hingga akhirnya mengamankan posisi podium ketiga.

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Syabil memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Podium di balapan perdana tentu menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya di IAME Italy Series.

Dengan hasil positif ini, perjalanan Syabil di Eropa baru saja dimulai. Masih banyak seri tersisa, dan peluang untuk meraih hasil lebih baik masih sangat terbuka. Dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia pun diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi Syabil untuk terus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Hasil Lomba Kejurnas Motoprix Region D Putaran 1 SulBar 2026

OtomotifZone.com – Polman, Usai sudah gelaran Kejurnas Motorprix Region D yang berlangsung (4-5/4) di Sirkuit Sport Center Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Perang bintang terjadi dalam gelaran ini. Tim tim baru berdatangan untuk memanaskan persaingan. Pebalap terbaik keluar sebagai juaranya. Berikut hasil lombanya:

Kabar Duka: Ayahanda Pebalap Nasional Gandewo Abimanyu, Khoirudin Anwar Tutup Usia

OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia balap nasional kembali berduka. Ayahanda dari pebalap nasional Indonesia, Gandewo Abimanyu, yakni Khoirudin Anwar yang akrab disapa Pak Bebek, telah berpulang ke Rahmatullah pada Minggu malam, 5 April 2026 pukul 23.00 WIB.

Almarhum Khoirudin Anwar menghembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara dalam usia 41 tahun. Kepergian beliau tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta insan balap nasional yang mengenal sosoknya sebagai figur pendukung setia perjalanan karier sang putra di lintasan balap.

Selama ini, sosok Pak Bebek dikenal sebagai orang tua yang selalu hadir di balik perjuangan Gandewo Abimanyu. Dukungan dan semangat yang beliau berikan menjadi salah satu motivasi besar bagi Gandewo dalam mengarungi kerasnya persaingan dunia balap nasional. Banyak rekan pebalap maupun tim yang mengenal beliau sebagai sosok ramah, sederhana, dan penuh semangat terhadap perkembangan balap tanah air.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Senin, 6 April 2026 pukul 14.00 WIB di Makam Sasonoloyo Gunung Pelem, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Keluarga besar yang ditinggalkan berharap doa terbaik agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Seluruh insan balap nasional turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Khoirudin Anwar. Semoga keluarga yang ditinggalkan, khususnya Gandewo Abimanyu, diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Selamat jalan Pak Bebek. Terima kasih atas dedikasi dan dukunganmu untuk dunia balap Indonesia.

Hasil Seri 1 Kratingdaeng Swallow Cleosa Bantir – Semarang 2026

OtomotifZone.com – Semarang. Race luar biasa dengan uforia yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Seri 1 Kratingdaeng Swallow Cleosa Sirkuit Bantir, Sumowono – Bandungan, Semarang 4-5 April 2026 selesai di laksanakan dengan baik. Berikut hasil racenya.

Cleosa Seri Satu : The Power Of Jam Mepet! Mesin Baru Ninja FFA By PRK Hantar Zidan Juara FFA OPEN Moto1

OtomotifZone.com – Semarang, Dominasi M. Zidane Alnesa Pratama di putaran pertama Cleosa Series 2026 benar-benar sulit dibendung. Setelah sukses di kelas Bebek Modif, Zidane kembali menunjukkan kelasnya dengan merebut podium tertinggi di kelas FFA Open (Moto 1) yang berlangsung di Sirkuit Bantir, Bandungan, Sabtu (4/4/2026).

​Menunggangi Kawasaki Ninja FFA hasil garapan mekanik legendaris spesialis mesin kencang, Yuyun Setyoko atau yang akrab disapa Penceng PRK Klaten, Zidane tampil tanpa cela. Ia berhasil finish di posisi pertama dengan total waktu 12:36.759 setelah bertarung sengit selama 8 lap.

​Dibalik kemenangan ini, ternyata ada cerita menarik mengenai dapur pacu yang digunakan. Mas Setyoko mengungkapkan bahwa motor yang ditunggangi Zidane sebenarnya menggunakan mesin cadangan yang baru saja selesai dirakit. Hal ini terpaksa dilakukan karena mesin utama mengalami trouble engine saat sesi latihan.


​”Ini pakai mesin baru mas, kita bahkan belum sempat nyetting apalagi naik dyno test. Kalau soal spek sih sama persis, nggak ada yang beda, cuma ini semua part-nya baru semua. Alhamdulillah, malah langsung nyantol juara di sesi Moto 1 ini,” ungkap Yuyun Setyoko.

​Meskipun menggunakan komponen serba baru tanpa persiapan maksimal di atas mesin dyno, performa Ninja FFA ini tetap gahar di lintasan. Salah satu kunci kekuatannya terletak pada sektor pembuangan yang mempercayakan knalpot dari Pekajaman Muffler.

​Meski sudah mengamankan posisi terbaik, tim No Limit Racing tidak mau jemawa. Mengingat mesin yang digunakan masih sangat “segar” dan minim data, pengecekan menyeluruh akan dilakukan sebelum memasuki balapan Moto 2 besok.


​”Persiapan tentu ada untuk race Moto 2. Kita repair sedikit sambil ngecek kondisi mesin, takutnya ada apa-apa karena ini benar-benar perdana kita pakai sambil belajar cari data sebanyak-banyaknya. Semoga besok bisa tampil lebih maksimal lagi,” pungkas mekanik murah senyum asal Klaten tersebut.

​Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kombinasi antara talenta balap Zidane dan riset cepat dari Penceng PRK tetap menjadi barometer kekuatan di kancah Grasstrack tanah air.

Cleosa Seri Satu : Adaptasi Kilat, Zidan Di No Limit Langsung Beri Gebrakan di Bebek Modif Open!

OtomotifZone.com – Semarang, Gebrakan luar biasa diperlihatkan oleh M. Zidane Alnesa Pratama dalam debut perdannya bersama No Limit Racing Team. Berlaga di seri pembuka Cleosa Series – GTX MX Championship 2026 yang berlangsung di Sirkuit Bantir, Bandungan, Jawa Tengah, Zidane langsung menunjukkan taringnya dengan hasil yang sangat memuaskan.

​Pada hari kedua kompetisi, Sabtu (4/4/2026), fokus tertuju pada kelas bergengsi Bebek 4T Modif Open 130cc (Moto 1). Mengandalkan motor hasil racikan tangan dingin mekanik MBKW2 Yogyakarta, Zidane tampil penuh percaya diri sejak bendera start dikibarkan.

​Dominasi di Lintasan Bandungan
​Adaptasi Zidane dengan tunggangan barunya tergolong sangat singkat namun efektif. Berdasarkan hasil resmi perlombaan, Zidane berhasil mengamankan posisi pertama setelah melahap 8 lap dengan total waktu 12:23.719.

Keunggulan Zidane tidak hanya terlihat dari posisinya, tetapi juga catatan Best Time yang fantastis, yakni 1:31.814. Angka ini sekaligus menjadikannya pembalap tercepat di lintasan.

​Modal Berharga untuk Musim 2026
​Keberhasilan ini disambut positif oleh manajemen tim. Setyoko Penceng, sosok di balik kemudi No Limit Racing Team, mengungkapkan rasa bangganya atas performa Zidane di sirkuit sepanjang 1 km tersebut.

​”Debut Zidane di tim ini langsung bikin kita bangga. Ada titik terang dan modal yang bagus dalam memulai seri balap 2026,” ujar Setyoko Penceng.

​Meski langsung meraih podium tertinggi, pihak tim tetap rendah hati dan menjadikan balapan perdana ini sebagai ajang pengumpulan data teknis. “Karena memang ini baru perdana tampil, kita usahakan semaksimal mungkin untuk mencari ilmu dan data untuk riset ke depannya,” tambahnya.

​Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi rival-rival lainnya bahwa kolaborasi antara M. Zidane, No Limit Racing Team, dan performa mesin MBKW2 akan menjadi ancaman serius di sepanjang musim kompetisi 2026.

Belum 100 Persen, Marc Marquez Dapat Peringatan dari Mantan Rivalnya

OtomotifZone.com – Mantan rival Marc Marquez di MotoGP, Andrea Dovizioso, memberikan peringatan bahwa kondisi fisik juara dunia bertahan tersebut kemungkinan lebih serius dari yang terlihat saat ini.

Pembalap pabrikan Ducati Corse itu mengalami cedera bahu kompleks pada MotoGP Indonesia 2025 bulan Oktober lalu. Cedera tersebut memaksanya absen hingga akhir musim, sekaligus mengganggu persiapannya menghadapi musim 2026.

Memasuki tiga seri awal MotoGP 2026, Marquez masih belum tampil maksimal. Ia belum berhasil meraih podium grand prix, meskipun sudah mengoleksi satu kemenangan sprint race dan satu podium sprint. Dalam beberapa kesempatan, Marquez sendiri mengakui bahwa dirinya belum berada dalam kondisi 100 persen.

Bahkan saat MotoGP Amerika Serikat 2026, Marquez menyampaikan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan.
“Motor memang kritis, tapi saya juga,” ujar Marquez, mengindikasikan bahwa kondisi fisiknya masih menjadi kendala utama.

Sementara itu, performa Ducati secara keseluruhan juga belum menunjukkan dominasi. Aprilia Racing justru berhasil memenangkan tiga grand prix pertama musim ini, membuat Ducati terlihat sedikit tertinggal dalam perebutan gelar.

Dalam wawancaranya dengan media Italia, Dovizioso menilai Marquez menghadapi tantangan fisik yang lebih berat dari yang terlihat publik.

“Marc bukan pembalap yang suka mengeluh dan tidak pernah mencari alasan. Karena itu, kondisi sebenarnya sering tidak terlihat. Tapi menurut saya situasinya jauh lebih serius dari yang terlihat,” ujar Dovizioso.

Dovizioso juga menilai bahwa cedera lama pada lengan kanan Marquez sejak 2020 masih memberikan dampak besar terhadap performanya saat ini. Bahkan, kecelakaan di Indonesia tahun lalu disebut berpotensi memperparah keterbatasan tersebut.

“Austin menjadi konfirmasi. Di sirkuit di mana dia biasanya bisa membuat perbedaan, dia tidak mampu melakukannya,” tambah Dovizioso.

Saat cedera bahu terjadi di Indonesia, tim medis memastikan bahwa cedera tersebut tidak memperparah masalah lama pada tulang humerus kanan Marquez yang dialaminya sejak 2020. Namun demikian, proses pemulihan tetap membutuhkan waktu dan kerja keras.

Beruntung, Marquez kini mendapatkan jeda balapan yang cukup panjang sebelum MotoGP Spanyol 2026 setelah MotoGP Qatar 2026 ditunda akibat konflik di Iran. Jeda ini menjadi kesempatan penting bagi Marquez untuk fokus pada pemulihan fisik.

Sebagai catatan, Dovizioso sendiri merupakan rival utama Marquez dalam perebutan gelar dunia antara 2017 hingga 2019, di mana ia tiga kali finis runner-up. Kini, pengalamannya melihat kondisi Marquez membuatnya yakin bahwa sang juara dunia masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.

Jika pemulihan berjalan baik, Marquez tetap berpotensi kembali ke jalur perebutan gelar. Namun untuk saat ini, kondisi fisik masih menjadi tantangan terbesar bagi sang juara bertahan MotoGP 2026.

Kebangkitan Jorge Martin Bersama Aprilia, Manis Namun Sarat Drama

OtomotifZone.com – Kebangkitan performa Jorge Martin di musim MotoGP 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik sekaligus membingungkan. Setelah menjalani musim debut penuh cedera bersama Aprilia Racing pada 2025, kini Martin justru tampil sebagai ancaman serius perebutan gelar juara dunia — di saat masa depannya bersama tim Italia tersebut hampir dipastikan berakhir.

Setelah tiga seri awal musim 2026, Martin menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap papan atas. Finis keempat pada seri pembuka di Thailand menjadi awal yang menjanjikan. Kemudian, dua podium beruntun di MotoGP Brasil 2026 memperlihatkan progres signifikan yang bahkan datang lebih cepat dari perkiraan CEO Aprilia, Massimo Rivola.

Momentum terbaik Martin terjadi saat sprint race MotoGP Amerika Serikat 2026. Mengambil keputusan berani dengan menggunakan ban medium belakang — berbeda dari pembalap lain yang memilih ban soft — Martin berhasil meraih kemenangan pertamanya sejak sprint MotoGP Malaysia 2024. Keputusan tersebut mengingatkan pada strategi berisiko yang pernah ia lakukan di MotoGP Australia 2023, meski saat itu justru berakhir dengan kegagalan.

Namun kemenangan di COTA bukan hanya soal strategi. Kebangkitan Martin juga menunjukkan perkembangan mental yang signifikan setelah masa sulit pada 2025. Pada musim debutnya bersama Aprilia, Martin hanya tampil di tujuh seri karena dihantam cedera beruntun. Bahkan setelah kecelakaan di MotoGP Qatar 2025, kondisi fisiknya sempat memburuk hingga membuatnya meragukan masa depan karier balapnya.

Meski demikian, hubungan Martin dan Aprilia yang sempat memanas akibat klausul performa kontrak akhirnya berhasil diperbaiki. Aprilia tetap meminta Martin menghormati kontraknya, sementara Martin membalas dengan performa kompetitif sejak awal musim 2026.

Kini Martin berada hanya empat poin dari puncak klasemen menjelang MotoGP Spanyol 2026. Meski rekan setimnya, Marco Bezzecchi, memenangkan seluruh balapan utama sejauh ini, konsistensi Martin membuatnya tetap menjadi kandidat juara yang serius. Bahkan ia menjadi salah satu pembalap paling konsisten dengan selalu meraih poin di sprint dan balapan utama.

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Massimo Rivola. Persaingan internal antara Bezzecchi dan Martin yang memiliki sejarah panas berpotensi memicu tensi tinggi di dalam tim. Namun Rivola menegaskan tidak akan ada team order selama kedua pembalap masih memiliki peluang juara.

“Dua pembalap bebas bertarung sampai peluang juara salah satunya tertutup. Yang terpenting adalah saling menghormati di lintasan,” tegas Rivola.

Ironisnya, kebangkitan Martin datang ketika masa depannya bersama Aprilia hampir tertutup. Laporan menyebut Martin berpotensi bergabung dengan Yamaha Factory Racing pada 2027. Di sisi lain, Aprilia juga dikabarkan mendekati juara dunia dua kali Francesco Bagnaia untuk memperkuat tim di masa depan.

Situasi ini membuat tantangan gelar Martin bersama Aprilia terasa manis sekaligus pahit. Jika ia mampu mempertahankan performa, Martin berpotensi membawa Aprilia bersaing dalam perebutan gelar dunia — sebelum akhirnya berpisah.

Meski demikian, satu hal yang jelas, kebangkitan Jorge Martin di MotoGP 2026 membuktikan kematangannya sebagai pembalap. Ia kembali menjadi ancaman nyata dalam perebutan gelar dunia, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya menuju tantangan berikutnya.